Lebak, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mempercepat pembangunan infrastruktur. Pada tahun anggaran 2026, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak (DPUPR), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp75,5 miliar untuk perbaikan puluhan ruas jalan.
Anggaran tersebut difokuskan untuk penanganan 11 ruas jalan kabupaten serta 42 ruas jalan poros desa yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada tahun ini.
“Selain jalan kabupaten, kami juga membangun 42 titik jalan desa. Beberapa ruas seperti Rangkasbitung–Gajrug dan Rangkasbitung–Sajir bahkan sudah mulai dikerjakan,” ujar Hasbi, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, perbaikan jalan tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan mobilitas warga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemkab Lebak berkomitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang berkualitas dan memiliki daya tahan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Infrastruktur yang baik akan membuka akses, memperlancar distribusi, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Hasbi juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung program pembangunan tersebut agar berjalan sesuai rencana dan spesifikasi.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya. (Cecep)
Lebak, lensafokus.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak tengah mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP. Berbagai tahapan disusun guna memastikan proses berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
Kepala Dindikbud Lebak, Doddy Irawan, mengatakan bahwa tahapan SPMB akan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat pada 1 hingga 31 Mei 2026. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman terkait mekanisme serta jalur penerimaan yang tersedia.

Selanjutnya, pendaftaran dibuka pada 2 hingga 29 Juni 2026 melalui empat jalur, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. “Untuk juklak dan juknis saat ini masih kami usulkan ke pusat,” ujarnya.
Setelah masa pendaftaran berakhir, satuan pendidikan diwajibkan melaporkan jumlah kelebihan pendaftar pada 30 Juni 2026. Laporan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan rapat pemetaan bagi calon peserta didik yang belum tertampung pada 1 hingga 2 Juli 2026.
Tahapan berikutnya adalah rapat panitia SPMB di tingkat satuan pendidikan pada 3 Juli 2026, dilanjutkan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026. Peserta didik yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang dan pembagian kelas pada 6 hingga 9 Juli 2026.
Rapat orang tua atau wali murid dijadwalkan pada 10 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan awal tahun ajaran baru. Sementara itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Orientasi Kepramukaan akan dilaksanakan pada 13 hingga 15 Juli 2026, bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 pada 13 Juli 2026.
Doddy menegaskan, penyusunan tahapan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Lebak.
“Kami berharap seluruh proses SPMB tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik,” pungkasnya. (Cecep)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan lapangan atau visitasi kepemimpinan nasional dari para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri. Kunjungan yang berlangsung pada 23-24 April 2026 ini bertujuan untuk melakukan studi mendalam mengenai tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi.
Rombongan peserta PKN tersebut terdiri dari 40 pejabat yang berasal dari berbagai instansi lintas kementerian dan pemerintah daerah di Indonesia, termasuk perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan RI, hingga perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi.
Kegiatan visitasi ini mengangkat tema utama "Pengembangan Kepemimpinan Adaptif dan Transformatif dalam Mewujudkan Resiliensi Tata Kelola Pemerintahan Daerah". Kabupaten Tangerang dipilih menjadi lokus kunjungan (Visi Kepemimpinan Nasional/VKN) karena dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam implementasi kebijakan di dua sektor utama:
1. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Terkait pengembangan kepemimpinan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang ketahanan pangan.
2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro: Terkait strategi pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang menerima langsung kunjungan tersebut bersama jajaran pejabat BKP-SDM, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Kabupaten Tangerang sebagai tempat berbagi ilmu bagi para calon pemimpin nasional.
"Hari ini kami menerima kunjungan visitasi dari peserta PKN Kemendagri Angkatan I Tahun 2026. Fokus diskusi kami hari ini mencakup kepemimpinan dengan sub-tema ketahanan pangan dan koperasi," ujar Sekda Soma.
Beliau menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum kolaborasi yang saling menguntungkan.
"Mudah-mudahan para peserta bisa belajar banyak mengenai kondisi Kabupaten Tangerang saat ini. Sebaliknya, bagi kami di Pemerintah Kabupaten Tangerang, kunjungan ini sangat bermanfaat karena kami mengharapkan adanya masukan, kritik, dan saran perbaikan dalam menata kelola ketahanan pangan serta memajukan koperasi dan UMKM yang sedang kami kembangkan," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dijalankan di Kabupaten Tangerang untuk kemudian dapat diadaptasi atau diberikan rekomendasi peningkatan kualitas layanannya.
Visitasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengembangan kompetensi manajerial aparatur sipil negara di tingkat nasional, sekaligus menjadi sarana evaluasi eksternal untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan melalui kegiatan rutin Korve (kerja bakti) yang dilaksanakan setiap hari Kamis oleh seluruh pegawai di lingkup pemerintahan.
Sebanyak 32 perangkat daerah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelaksanaan Korve dimulai jam 07.30 s.d 09.00. Memulai kegiatan dari Pos Bitung hingga area Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang menempuh jarak 9.200 meter. Para pegawai secara gotong royong membersihkan jalan, saluran air, serta lingkungan sekitar perkantoran guna menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan tertata.
Kegiatan Korve ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi juga memiliki tujuan penting, di antaranya:
● Meningkatkan kesadaran dan kepedulian pegawai terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
●Mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif.
●Mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong antar pegawai.
●Menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan tercipta budaya hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang bersih, indah, dan berkelanjutan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar pertemuan besar antara para pendaftar beasiswa dengan 33 universitas mitra. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari program Beasiswa Gemilang ini dilaksanakan pada Kamis, (23/04/2026) bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan bahwa program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan ide besar dari Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan anak-anak Tangerang tetap bisa bersekolah guna mengentaskan kemiskinan di tingkat keluarga.
"Pemerintah harus hadir tidak hanya di level TK, SD, dan SMP, tapi kita melangkah lebih jauh lagi bagaimana menciptakan sarjana-sarjana baru di keluarga miskin. Tidak ada cara instan untuk menghapus kemiskinan selain dengan pendidikan, itu kuncinya," tegas Soma Atmaja.
Soma memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah daerah menggelontorkan dana sebesar Rp25,5 Miliar. Anggaran tersebut mengalami peningkatan signifikan guna mengakomodasi 679 kuota penerima manfaat, dimana jumpah tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 235 kuota.
"Tujuan kami melalui expo beasiswa ini adalah untuk memberikan informasi komprehensif serta memfasilitasi interaksi langsung antara calon penerima beasiswa dengan 33 perguruan tinggi mitra yang aka mereka pilihan," tambah Soma.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Bagian Kesra, Chaidir merinci bahwa Beasiswa Gemilang ditujukan bagi putra-putri daerah Kabupaten Tangerang yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Program ini juga terbuka bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga penerima dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya.
"Cakupan beasiswa ini dirancang secara menyeluruh untuk mendukung mahasiswa di berbagai tahap pendidikan. Mulai dari calon mahasiswa baru, baik yang melanjutkan studi di dalam negeri maupun luar negeri, hingga mahasiswa aktif yang sedang menjalani perkuliahan dan mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan studi," jelasnya.
Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 2.200 pendaftar yang mengakses situs resmi pendaftaran, dengan sekitar 200 pemohon yang telah menyelesaikan unggah dokumen persyaratan. Pendaftaran sendiri masih dibuka secara daring melalui laman beasiswa.tangerangkab.go.id hingga 30 April 2026.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak muda di Kabupaten Tangerang yang putus kuliah hanya karena kendala biaya. Pemerintah hadir untuk mencetak SDM yang kompetitif melalui kerja sama dengan 33 perguruan tinggi, termasuk untuk program pendidikan Pilot dan Kedokteran," tutup Chaidir. (Red)
Serang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Banten Tahun 2027 yang digelar di Aula Pendopo Gubernur Banten, Kamis (23/4/26).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, para kepala daerah se-Provinsi Banten, unsur DPRD, Forkopimda, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka menyusun arah kebijakan pembangunan daerah Provinsi Banten tahun 2027.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Banten. Musrenbang RKPD tersebut merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan program-program prioritas pemerintah pusat dengan Provinsi Banten maupun dengan kabupaten-kota di Banten
“Musrenbang ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program prioritas antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun pengembangan sumber daya manusia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang siap mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Banten dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah, khususnya melalui penguatan konektivitas, peningkatan investasi, serta pengembangan kawasan-kawasan strategis.
“Kami menyambut baik arah kebijakan Provinsi Banten yang memfokuskan pembangunan pada wilayah yang masih membutuhkan percepatan. Kabupaten Tangerang siap bersinergi dan berbagi praktik baik guna mendorong pertumbuhan yang inklusif di seluruh wilayah Banten,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah atas kontribusi kinerja yang telah mendorong capaian indikator makro pembangunan Provinsi Banten. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Provinsi Banten merupakan hasil kerja kolektif seluruh bupati dan wali kota.
“Terima kasih kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Banten. Berkat kerja keras yang dilaksanakan, berbagai indikator makro menunjukkan hasil yang positif. Ini bukan semata kerja Gubernur, melainkan hasil kerja bersama bupati dan wali kota,” ujar Gubernur.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi dengan DPRD dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, serta menyampaikan bahwa pembangunan ke depan akan difokuskan pada wilayah yang masih memiliki keterbatasan fiskal guna mengurangi disparitas antar daerah.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah capaian indikator makro Provinsi Banten tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,25 poin, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen (year-on-year), serta tren penurunan angka kemiskinan.
Pihaknya berharap melalui Musrenbang RKPD ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan demi kemajuan Provinsi Banten ke depannya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang kembali menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang I Tahun 2026. Program ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan diikuti oleh 128 peserta yang telah lolos seleksi psikotes dan wawancara.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia industri. Pada pelaksanaannya, para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan.
Salah satu peserta, Putri, warga Kecamatan Jayanti yang mengambil jurusan Barista, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai metode pembelajaran yang diberikan sangat menarik dan mudah dipahami.
“Saya senang bisa ikut pelatihan di BLK ini. Materi di kelas sangat menyenangkan, cara penyampaiannya juga mudah dipahami, dan peserta lainnya juga seru,” ungkap Putri.
Ia menambahkan, selain mendapatkan materi pelatihan, para peserta juga dibekali pembinaan disiplin dan penguatan mental sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu terdapat fasilitas yang diberikan pun dinilai sangat mendukung proses pelatihan.
“Di sini kami juga diajarkan disiplin dan penguatan mental. Sekaligus peserta mendapatkan fasilitas tempat tinggal (mes), seragam pelatihan, dan makan siang dan Uang saku,” tambahnya.
Putri berharap ilmu yang diperoleh di pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha mandiri di bidang kopi.
“Ilmu ini sangat berguna, bisa jadi modal untuk melamar kerja atau membuka coffee shop sendiri,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BLK Jayanti, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan meningkatkan keterampilan para pencari kerja, khususnya masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, pada Gelombang I Tahun 2026 ini terdapat 128 peserta yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi setelah melalui tahapan seleksi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada gelombang pertama ini tersedia tujuh bidang pelatihan, yaitu Barista, Bahasa Korea, Practical Office Advance, Operator Forklift, Las Listrik, Desainer Multimedia Muda, dan Bahasa Jepang.
Sebelum mengikuti pelatihan inti, para peserta juga mendapatkan pembinaan fisik dan mental (FDM) yang bekerja sama dengan TNI. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta agar lebih disiplin, solid, dan memiliki loyalitas tinggi.
“Kami bekerja sama dengan TNI untuk memberikan pembinaan mental dan fisik guna menumbuhkan sikap disiplin, solidaritas, dan loyalitas peserta,” jelasnya.
Bambang berharap, melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, dapat lahir tenaga kerja yang kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing tinggi di Kabupaten Tangerang.
“Semoga program ini mampu mencetak tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing, serta dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (Red)