Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak pihak Universitas Dharma Indonedia (UNDHI) untuk berkolaborasi dan kerjasama dalam memperkuat Program Beasiswa Tangerang Gemilang
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri wisuda tahun akademik tahun 2025/2026 UNDHI yang dilaksanakan di Aston Cimone Hotel and Convention Center, Sabtu (15/08/26)
"Mudah mudahan dari universitas UNDHI ini juga bisa kerjasama dan berkolaborasi dengan kami, dalam rangka upaya mencerdaskan bangsa melalui proses belajar mengajar anak-anak didik kita melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang," ujar Bupati Maeysal Rasyid
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan Pemkab Tangerang saat ini terus menggalakkan sekaligus juga memperbanyak program-program beasiswa bagi masyarakat Kabupaten Tangerang yang keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi dengan prioritas keluarga dari Desil 1-5, agar anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi
"Kami telah mengalokasikan anggaran untuk kepentingan lanjutan pendidikan ke perguruan tinggi. Tahun 2025 kami telah mengirimkan sebanyak 235 mahasiswa, ada yang ke Kairo 20 orang, Swiss German University 30 orang, ke Unpad ke Untirta ke IPB. Kita berangkatkan mereka selama mereka kuliah dan sampai dengan lulus, tanpa mengekuarkan biaya 1 rupiahpun," ungkapnya
Lanjut dia, Pemkab Tangerang juga telah membantu sekitar 400 guru PAUD untuk dapat menyelesaikan pendidikan sarjansnya di beberapa perguruan tinggi. Tahun 2026 ini, Pemkab Tangerang juga memberikan bantuan beasiswa kuliah secara gratis kepada lebih dari 1170 mahasiswa dan guru
"Alhamdulillah sudah 2 tahun ini kami telah memberikan atensi terhadap dunia pendidikan sampai dengan lulus tanpa mengeluarkan biaya Rp1 pun. Alhamdulillah juga sudah ada anak yatim sudah kita kuliah di Kedokteran dua orang," imbuhnya
Ia juga menandaskan kepada para mahasiswa bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Wisuda merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi ini.
"Hari wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan justru wisuda merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi ini," tegasnya
Menurut dia, perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan dan perubahan dunia global yang sangat cepat telah membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi generasi muda. Untuk itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik namun juga harus inovatif, adaptif dan kreatif serta mampu melihat peluang dan siap menghadapi perubahan.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Pergunakan ilmu yang diperoleh, bukan sekedar gelar di atas kertas tetapi menjadi bekal untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya
ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika dari UNDHI yang terus konsisten mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tangguh, adaptif dan siap menghadapi dan menjawab tantangan dunia kerja serta perkembangan global.
"Terima kasih kepada seluruh civitas akademika UNDHI, Pak Rektor, Pak Wakil Rektor juga kepada orang tua yang hadir pada kesempatan ini. Kami bangga sekali kepada anak kita calon-calon pimpinan di masa yang akan datang," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus mengukuhkan Pengurus Sanggar Putro Satriyo Pambuko Jagad Lumaku (PSPJL) di Desa Gelam Jaya Kec. Pasar Kemis, Jumat malam (14/8/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Sanggar PSPJL yang dinilai terus berkomitmen dan konsisten menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni serta budaya di tengah masyarakat.
“Kebudayaan merupakan identitas dan jati diri bangsa yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati berharap Sanggar PSPJL dapat menjadi wadah positif bagi para seniman dan masyarakat, sekaligus berkontribusi menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, guyub, dan penuh semangat kebersamaan. Terlebih, kata dia, momentum menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan dan gotong royong.
“Semangat kemerdekaan kita jadikan energi untuk terus berkarya, menjaga persatuan dan memperkuat gotong royong,” katanya.
Ia menyambut baik pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan setelah prosesi pengukuhan. Menurutnya, wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memiliki nilai-nilai tuntunan tentang kehidupan, keteladanan, kepemimpinan, keberanian, kesetiaan, kebaikan serta pentingnya menjaga persatuan.
"Saya berharap Sanggar Putro Satriyo Pambuko Jagad Lumaku semakin maju, semakin dikenal, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Tangerang," pungkasnya
Bupati juga meminta seluruh elemen masyarakat di Kec. Pasar Kemis untuk terus merawat dan menjaga kebersamaan, pelestarian seni budaya dan bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan karya-karya terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat membantu masyarakat yang rumahnya terdampak bencana. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Ibu Laila di Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (14/8/26).
Pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan program "Bedah Rumah". Program BSPS bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang layak, aman, dan sehat.
Sebelumnya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid telah meninjau langsung kediaman Ibu Laila beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, sekaligus menginstruksikan pembangunan rumah tersebut segera dibangun melalui program bedah rumah tidak layak huni .
Kepala Dinas Bina Marga SDA, Iwan Firmansyah mengatakan, kehadirannya di Kecamatan Gunung Kaler merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Tangerang untuk memulai pembangunan rumah tersebut.
"Saya datang atas arahan Pak Bupati langsung untuk melakukan peletakan batu pertama. Ibu Laila menginginkan peletakan batu pertama dilakukan pada hari Jumat. Karena beberapa hari lalu saat Bupati datang belum dilakukan peletakan batu pertama, maka hari ini saya hadir untuk mewakili Bupati Tangerang untuk melakukannya," ujar Iwan.
Dia berharap pembangunan rumah tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga Ibu Laila dan keluarga dapat segera menempati rumah baru yang lebih layak dan aman.
"Semoga pembangunan rumah ini bisa secepatnya selesai dan bisa segera ditempati secara layak oleh Ibu Laila beserta keluarga," katanya.
Iwan menegaskan, pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan respons cepat kepada masyarakat yang mengalami musibah, khususnya mereka yang membutuhkan tempat tinggal layak huni, sehat dan nyaman.
“Pembangunan RTLH ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah atas respond cepat informasi masyarakat yang sangat membutuhkan rumah yang layak, sehat dan nyaman,” tandasnya
Sementara itu, Ibu Laila mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, yang telah memberikan perhatian dan respons cepat terhadap kondisi yang dialaminya.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan jajaran, khususnya Bupati Tangerang yang sangat peduli terhadap kesusahan masyarakat. Rumah saya terkena angin puting beliung dan bupati langsung merespons dengan memberikan bantuan serta membangun rumah saya hari ini" ungkap Ibu Laila.
Ia berharap rumah yang sedang dibangun tersebut nantinya dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membawa keberkahan bagi keluarganya.
"Semoga rumah saya nanti bisa menjadi rumah yang berkah dan bisa membawa keberkahan bagi keluarga," harapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Forum Anak Kabupaten Tangerang untuk berkolaborasi dengan lembaga lainnya, khususnya Forum OSIS untuk sosialisasi dan edukasi akan pentingnya kesadaran hukum dan perlindungan anak serta paham radikalisme
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang saat membuka kegiatan Forum Anak Pelopor Sadar Hukum angkatan II yang diikuti sebanyak 50 peserta di Perpustakaan Daerah, Jum'at (14/08/26)
"Ke depan, Forum Anak didorong untuk berkolaborasi dengan Forum OSIS sehingga edukasi mengenai kesadaran hukum dan perlindungan anak serta paham radikalisme dapat menjangkau lebih banyak pelajar di Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa sadar hukum bukan hanya mengetahui peraturan tetapi mampu mengimplementasikannya dalam sikap, tutur kata, baik lisan maupun tulisan serta perilaku sehari-hari
“Kesadaran hukum bukan hanya mengetahui peraturan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menghormati hak orang lain, menaati tata tertib, menggunakan media sosial secara bijak, menolak perundungan dan kekerasan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya
Ia menyebut sosialisasi dan edukasi sejak dini merupakan hal yang sangat penting agar anak-anak mampu menjaga diri dan lebih bijak dalam menyaring informasi maupun pengaruh dari lingkungan dan media sosial serta perkembangan zaman
Wabup Intan berharap Forum Anak dan seluruh mitra jaringannya mampu menjadi contoh dan agen perubahan, baik sebagai pelopor maupun pelapor, berani berbicara serta melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan atau persoalan yang membutuhkan bantuan.
“Kalau melihat temannya mendapatkan perundungan, beranilah untuk melapor. Bullying jangan dianggap remeh, karena dampaknya bisa membekas lama. Bantu teman-teman kalian membutuhkan pertolongan,”tegasnya.
Dia juga berharap melalui kegiatan tersebut, Forum Anak Kabupaten Tangerang semakin aktif menjadi pelopor dan pelapor, serta mampu menjadi contoh bagi anak-anak lainnya dalam membangun lingkungan yang aman, ramah anak dan sadar hukum.
"Seluruh materi yang diperoleh dalam kegiatan Angkatan 2 ini, jangan berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada teman-teman di lingkungan masing-masing," pungkasnya
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten tersebut menghadirkan narasumber narasumber dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan perbankan melalui transformasi digital yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan keamanan bagi nasabah.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Mobile Collection (MOLEC), sebuah layanan berbasis digital yang memungkinkan nasabah melakukan pembayaran angsuran kredit maupun setoran tabungan secara langsung di lokasi nasabah, tanpa harus datang ke kantor cabang.
Melalui MOLEC, petugas lapangan dibekali perangkat yang terhubung dengan sistem perbankan secara real-time. Setiap transaksi yang dilakukan akan langsung tercatat dalam sistem PT. BPR Kerta Raharja Gemilang sehingga nasabah dapat memperoleh bukti transaksi dan mengetahui pembaruan saldo secara lebih cepat dan transparan.
Kepala Cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) Wilayah Tigaraksa, Eka Ratna Juwita, menjelaskan bahwa kehadiran MOLEC merupakan bagian dari upaya bank untuk memberikan pelayanan jemput bola sekaligus meningkatkan kenyamanan nasabah.
“Melalui Mobile Collection, nasabah tidak perlu lagi repot datang ke kantor cabang. Petugas kami yang mendatangi lokasi nasabah, dan setiap pembayaran angsuran maupun menabung, itu sudah tercatat secara real-time kepada sistem kami,” ujar Eka.
Menurutnya, sistem pencatatan secara real-time tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keamanan dan transparansi transaksi.
“Dengan pencatatan secara real-time, nasabah dapat lebih mudah memantau transaksi yang telah dilakukan. Hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan risiko dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses transaksi,” tambahnya.
Kehadiran Mobile Collection (MOLEC) menjadi salah satu langkah PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) dalam menghadirkan layanan perbankan yang semakin praktis, cepat, transparan, dan aman. Digitalisasi layanan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepercayaan dan kepuasan nasabah.
Melalui inovasi dan transformasi digital yang berkelanjutan, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terus berupaya menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah bagi seluruh nasabah. (Red)
TANGERANG, lemsafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengukuhkan sebanyak 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang. Pengukuhan berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (13/8/26).
Ke-54 anggota Paskibraka tersebut akan mengemban tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 2026, khususnya dalam prosesi pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih di tingkat Kabupaten Tangerang.
Dalam arahannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas negara tersebut dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan ketenangan
"Kami berharap saudara-saudara menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Rakyat, masyarakat Kabupaten Tangerang akan melihat tugas negara saudara-saudara pada tanggal 17 Agustus, baik pengibaran maupun penurunan bendera Sang Saka Merah Putih," ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, perhatian masyarakat akan tertuju kepada Paskibraka saat pelaksanaan upacara kemerdekaan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan maupun desa.
Ia meyakini para anggota Paskibraka telah memiliki kesiapan dan bekal yang cukup setelah menjalani berbagai tahapan latihan, mulai dari kedisiplinan, kepatuhan hingga tata upacara.
"Saya yakin saudara-saudara sudah dilatih dan ditempa dengan baik, baik dari sisi disiplin, ketaatan, kepatuhan, termasuk peragaan sikap dan tata upacara. Pada akhirnya saudara-saudara akan melaksanakan pengibaran bendera sakral Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 2026," katanya.
Bupati Maesyal menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan agenda tahunan, tetapi merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, darah, dan keringat demi kemerdekaan Indonesia.
"Ini adalah kebanggaan dan hari sejarah kita semua. Kita harus terus mengenang sejarah perjuangan dan para pahlawan yang telah berjuang sehingga kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 dapat terlaksana," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang hari pelaksanaan upacara. Ia meminta agar waktu istirahat dimanfaatkan sebaik mungkin serta kondisi kesehatan terus dipantau.
"Mulai sekarang sampai malam hari H, silakan istirahat dengan baik. Kalau bisa Dinas Kesehatan mengontrol dan mengecek kesehatan, apakah sakit atau tidak. Malam hari sebelum tidur, istirahat pukul 21.00 atau 22.00," pesannya.
Bupati juga meminta agar tugas besar tersebut tidak dianggap sebagai beban. Menurutnya, rasa percaya diri dan ketenangan menjadi modal penting agar seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan maksimal.
"Tugas negara itu harus dijalankan penuh dengan seksama, tapi jangan menjadi beban. Jangan terlampau dipikirkan. Setiap tahun memang dijalankan dan senantiasa sukses. Saya yakin saudara-saudara bisa menjalankannya dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan rileks," ungkapnya.
Ia menilai secara fisik, postur dan penampilan para anggota Paskibraka tahun ini terlihat sangat baik dan merata. Hal tersebut, menjadi modal tambahan untuk menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang. Maesyal juga menitipkan pesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan Kabupaten Tangerang.
"Kami percaya saudara-saudara dapat menjalankan tugas. Jaga nama baik pribadi, jaga nama baik keluarga, jaga nama baik daerah. Orang tua akan hadir menyaksikan tanggal 17 dengan penuh senyuman, penuh harapan dan doa supaya pengibaran dan penurunan bendera berjalan lancar," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjalankan tugas sebagai Paskibraka di tingkat Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.
"Orang tua kita pasti bangga. Mudah-mudahan dengan menjalankan tugas negara ini, ke depan saudara-saudara bisa menjadi pemimpin di Negara Republik Indonesia," pungkasnya.
Pengukuhan 54 Paskibraka Kabupaten Tangerang tersebut menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjalankan amanah tersebut dengan disiplin, penuh tanggung jawab dan semangat nasionalisme. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Penasehat Muslimat NU Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka Pengajian Tiga Bulanan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Tangerang yang dirangkaikan dengan Santunan Yatim dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, bertempat di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah sekaligus momentum untuk memperkokoh persatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, khususnya bagi para kader Muslimat NU di Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hari ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan buah dari perjuangan para pahlawan, termasuk para ulama dan kiai NU melalui Resolusi Jihad.
“Tugas kita sekarang adalah menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa agar bangsa ini tetap kuat, damai, dan bermartabat. Ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus terus terjalin erat untuk menghindarkan kita dari perpecahan akibat perbedaan," ujarnya.
Menurutnya, peran ibu-ibu Muslimat NU sangat strategis di dalam keluarga maupun masyarakat. Sebagai garda terdepan pendidikan keluarga, Muslimat NU berperan besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan cinta tanah air. Di sisi lain, kiprahnya di masyarakat juga nyata melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih maju dan berdaya.
“Mendidik anak-anak yang sholeh dan sholehah, membina keluarga yang sakinah, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan adalah bentuk amal saleh yang nyata dari ibu-ibu Muslimat NU dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen pengajian tersebut sebagai sarana menyerap ilmu agama yang bermanfaat, memperbarui niat untuk senantiasa berbuat baik, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.
“Muslimat NU sebagai organisasi besar terus berkomitmen memperjuangkan harkat perempuan, menjadi pemersatu, dan terdepan dalam mensyiarkan agama Islam. Mari kita niatkan mencari ilmu dalam kebaikan, agar Muslimat NU maju dan semakin terdepan,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap kegiatan santunan dan majelis ilmu semacam ini dapat terus membawa manfaat yang luas, memberikan keberkahan, rezeki, kesehatan, dan perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Kegiatan pengajian dan santunan yatim ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan kader Muslimat NU dari tingkat kecamatan (PAC) hingga tingkat desa/kelurahan (Ranting) se-Kabupaten Tangerang yang memadati Masjid Al-Amjad dengan penuh kekhidmatan. Acara puncaknya diisi dengan tausiyah agama oleh Rois Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, MA. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melepas 200 pelajar jenjang SMP dan SMA pada acara Sarasehan Bupati Tangerang dengan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penguatan kepada calon siswa dan tenaga pendidik sebelum memasuki lingkungan pendidikan baru.
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak, berkualitas, dan mampu mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.
Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Bupati Maesyal menilai persiapan MPLS menjadi tahapan penting dalam membangun kesan pertama yang positif bagi para siswa. Menurutnya, MPLS tidak boleh dipandang sekadar sebagai formalitas awal masuk sekolah, tetapi harus menjadi gerbang untuk menciptakan rasa nyaman, aman, dan semangat belajar bagi semua peserta didik.
“Saya minta seluruh panitia dan tenaga pendidik mempersiapkan MPLS dengan sebaik-baiknya. Pastikan anak-anak kita merasa nyaman, aman, gembira, dan antusias ketika pertama kali memasuki Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan MPLS mengedepankan prinsip ramah anak dan inklusif, serta terbebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan maupun tindakan senioritas yang berlebihan.
Selain itu, MPLS diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan karakter dan nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak hari pertama. Nilai religius, kedisiplinan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sekolah.
“Karakter harus dibangun sejak awal. Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Bupati Maesyal juga meminta tenaga pendidik mengoptimalkan masa persiapan MPLS untuk melakukan pemetaan terhadap bakat, minat, dan potensi masing-masing siswa. Dengan demikian, proses pendidikan di Sekolah Rakyat dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik nantinya
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kenali bakat, minat, dan kemampuan mereka sejak awal agar bisa dikembangkan secara optimal,” pintanya.
Di hadapan para calon siswa dan tenaga pendidik, Bupati Maesyal berharap pelaksanaan MPLS dapat menjadi awal yang baik dalam membangun kepercayaan diri dan semangat belajar para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat bertugas kepada seluruh tenaga pendidik dan guru yang telah mendapatkan amanah untuk mendidik para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
“Selamat bertugas kepada seluruh guru dan tenaga pendidik. Mari bersama-sama memberikan pendidikan terbaik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu mengantarkan anak-anak kita meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 telah dilepas oleh Bupati Tangerang. Para siswa juga mendapat bingkisan berupa suvenir, mukena bagi perempuan, sarung bagi laki-laki, serta uang saku Rp500.000 per orang.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Insyaallah, Bapak Bupati akan hadir dalam acara MPLS di Poltek Curug. MPLS ini secara khusus metodenya langsung dari Kementerian Sosial dan akan dilaksanakan selama satu minggu,” ujarnya.
Aziz menjelaskan, pelaksanaan MPLS akan didampingi lima alumni Akademi Militer (Akmil) yang telah disiapkan. Pendampingan tersebut difokuskan pada pembentukan disiplin, kebersihan, sikap, dan tata krama siswa. Setelah MPLS, proses pembelajaran akan mengikuti teknis yang telah disiapkan pihak Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Sementara itu, salah satu calon siswi Sekolah Rakyat yang berasal dari Kecamatan Sindang Jaya, Siti Syahla Fauziyyah, mengaku senang dan bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Alumni Pesantren Darul Muttaqin 2 tersebut berharap kesempatan ini dapat menjadi jalan untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya merasa senang bisa terpilih di antara murid-murid yang lain dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Siti mengatakan, dirinya ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih cita-cita menjadi seorang pilot. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita yang selama ini diimpikannya.
"Terima kasih kepada Bupati Tangerang yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Saya berharap dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan mewujudkan cita-cita di masa depan," ucapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi sinergi dan kolaborasi TNI dan Polri yang membangun 22 jembatan Merah Putih di Kabupaten Tangerang untuk memperlancar akses dan perekonomian masyarakat
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri peresmian jembatan Garuda Merah Putih di Desa Pangadegan Kec. Pasar Kemis, Kamis (13/08/26)
"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kolaborasi TNI, Polri dalam program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi maupun Jembatan Garuda Merah Putih yang ada di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengungkapkan ada 22 jembatan Merah Putih yang dibangun Polri dan TNI di wilayah Kabupaten Tangerang. Jembatan tersebut bertujuan untuk memberikan akses penghubung yang lebih baik antar desa, kecamatan maupun antar kabupaten
"Jembatan untuk kepentingan masyarakat ini dilaksanakan oleh TNI ada 8 tempat, yang dibangun Polri ada 14. Jadi totalnya jumlahnya adalah 22 yang dibangun di Kabupaten Tangerang, berkolaborasi antara TNI, Polri dengan pemda dan juga pihak pengusaha," ungkapnya
Lanjut dia, kolaborasi untuk kepentingan rakyat kepentingan masyarakat ini membuktikan bahwa TNI, Polri, pemerintah hadir di tengah masyarakat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat
"Mudah-mudahan dengan percepatan akses ini akan juga mempercepat urusan-urusan warga, memperlancar roda perekonomian dan juga InsyaAllah ketahanan pangannya juga semakin meningkat," imbuhnya
Bupati juga menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama jaga dan memelihara jembatan yang telah dibangun agar bisa bertahan lama dan berdampak luas bagi masyarakat
"Mari sama-sama kita jaga, kita pelihara agar jembatan ini bisa tahan lama dan manfaatnya bisa berkelanjutan," imbaunya
Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M Indra Waspada menjelaskan bahwa dari 14 jembatan, saat ini telah diselesaikan sebanyak 3 jembatan
"Di Kabupaten Tangerang ini, kami melakukan pembangunan sebanyak 14 jembatan, yang mana 3 jembatan di Pasar Kemis, Balaraja dan Kecamatan Mauk, alhamdulillah telah diselesaikan dengan baik selama kurang lebih 3 bulan dan siap diresmikan," jelas Indra
Munurut dia, 14 jembatan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dan TNI dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, di lokasi kita berdiri ini, kurang lebih sebanyak 502 KK dan sekitar 2 ribu masyarakat yang ada di sini bisa menikmati manfaat jembatan yang kita resmikan pada kesempatan siang hari ini," ujarnya
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang, jajaran Forkopimda dan para pengusaha serta masyarakat yang membantu pembangunan Jembatan Merah Putih.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan kegiatan cek kesehatan dan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Sodong Village, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/08/26).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Tangerang bersama warga RW 06 dan RW 07 Perumahan Sodong Village. Rangkaian kegiatan diisi dengan donor darah, penanaman pohon, bakti sosial, serta peresmian balai warga.
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi JMSI Kabupaten Tangerang bersama masyarakat dalam mengisi momentum hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung bagi warga. Menurut dia, peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta meningkatkan semangat gotong royong.
“Semangat 17 Agustus bukan hanya tentang perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa terus bergotong royong, saling menjaga kerukunan, saling membantu, dan membangun lingkungan bersama-sama,” ujar Wabup Intan.
Wabup Intan berharap kegiatan peduli lingkungan dan aksi kepedulian sosial tersebut bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam rangka menyemarakan peringatan HUT kemerdekaan RI tetapi juga hari-hari besar lainnya yang membawa manfaat dan bertujuan memperkuat kebersamaan serta kerukunan warga
“Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan semangat gotong royong. Semoga warga Sodong Village selalu guyub, rukun, dan kompak. Mari kita jaga persatuan dan gotong royong. Dengan kebersamaan, insyaAllah lingkungan kita semakin nyaman, aman, dan indah,” tandasnya
Selain itu, Wabup Intan mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih mudah terbakar. Ia juga meminta pemerintah desa, pengurus RW dan RT, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.
“Jangan buang dan membakar sampah sembarangan, apalagi saat musim kemarau dan angin cukup kencang, api bisa merembet dan membahayakan lingkungan maupun rumah warga. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan baik,” tegasnya. (Red)