Items filtered by date: Monday, 22 December 2025

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perikanan menyerahkan bantuan sebanyak 9 unit kapal tangkap ikan sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.

Bantuan 9 unit kapal tangkap ikan berukuran di bawah 5 Gross Ton (GT) diserahkan langsung Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, kepada para nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Kronjo, Senin (22/12/25).

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang. Bantuan yang merupakan bagian dari program pemberdayaan nelayan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan melaut, serta kesejahteraan nelayan masyarakat pesisir. Kapal tangkap ikan ini dirancang sesuai dengan kebutuhan nelayan tradisional, sehingga diharapkan mampu menunjang aktivitas penangkapan ikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

“Bantuan kapal tangkap ikan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung para nelayan. Kami tahun 2025 sudah memberikan sebanyak 20 bantuan kapal tangkap ikan yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Ketapang Mauk,” ujar Bupati Maesyal.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak hanya memberikan kapal tangkap ikan saja, namun juga berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Kapal ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil tangkapan, pendapatan, serta kesejahteraan keluarga nelayan di Kecamatan Kronjo.

“Selain kapal tangkap ikan, kami juga memberikan Jaring milenium, pelampung pemberat sebanyak 5 unit perkapal, kompas, lampu navigasi, mesin 24 PK, Aki 12 Volt 100 amper,” ungkapnya.

Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir, meningkatkan hasil penangkapan ikan, serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Kronjo dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Rudi Hartono dalam laporannya menyampaikan, 6 unit bantuan kapal tangkap ikan di bawah 5 GT berbahan fiber berasal dari APBD, sedangkan 3 unit lainnya berbahan kayu berasal dari Pokok Pikiran Anggota Dewan Kabupaten Tangerang Fraksi Gerinda Dina Maria Ulfa.

“Program ini bagian upaya ketahanan pangan dan penguatan ekonomi biru di Kabupaten Tangerang,” kata Rudi Hartono.

Salah satu ketua perkumpulan nelayan, Darip kapal hermanto mengungkapkan rasa terima kasih atas pemberian tangkapan ikan oleh Bupati Tangerang.

“Alhamdulillah kami sangat berterimakasih atas bantuannya, ini sangat bermanfaat demi kesejahteraan nelayan,” kata Darip.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga berkesempatan menaiki kapal dan menuhkodai langsung kapal yang diserahkan.

Adapun penerima bantuan kapal tersebut antara lain: Perkumpulan Samudera Nelayan Gaga (Kec. Kronjo), Perkumpulan Mina Tenggiri Lontar Jaya ( Kec. Kemiri), Perkumpulan Camar Laut Tanjung Kait (Kec.Mauk), Perkumpulan Mina Pancing Tanjung Pasir (Kec. Teluknaga), Perkumpulan Maju Terus Jaring Berjaya (Kec.Teluknaga), Perkumpulan Mina Baru Jaya Bahari (Kec.Teluknaga), Perkumpulan Jaya Bakti Reborn (Kec. Kronjo), Perkumpulan Lestari Sinar Udik (Kec. Kronjo), Perkumpulan Mulya Baru (Kec. Kronjo). (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberlakukan penghentian sementara kegiatan operasional truk pengangkut hasil tambang selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kebijakan ini bertujuan untuk mengantisipasi lalu lintas serta menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran transportasi di wilayah Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang Jainudin mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 400.6.1/9548/SJ tentang Peningkatan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Rangka Perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Perlu langkah-langkah terpadu agar mobilitas masyarakat selama Nataru berjalan aman dan lancar. Salah satunya dengan menghentikan sementara operasional truk pengangkut hasil tambang,” ujar Jainudin.

Penghentian sementara berlaku bagi seluruh truk pengangkut hasil tambang, baik dalam kondisi pengambilan maupun tidak memuat, yang melintasi jalan non-tol di wilayah Kabupaten Tangerang. Kebijakan ini diberlakukan mulai tanggal 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Jainudin menegaskan, pimpinan perusahaan angkutan tambang maupun pengemudi yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan penindakan tegas sesuai dengan peraturan-undangan yang berlaku.

“Penindakan akan dilaksanakan oleh aparat penegak hukum serta perangkat daerah yang berwenang sesuai dengan tugas dan fungsinya,” tuturnya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan melakukan peninjauan kembali terhadap perizinan perusahaan penerima hasil tambang yang terbukti tetap menerima distribusi selama masa penghentian sementara operasional tersebut.

Untuk mendukung pengamanan dan pengawasan selama periode Nataru, Pemkab Tangerang menyiagakan sebanyak 17 pos pantau dan 3 pos utama. Pos utama tersebut berlokasi di Citra Raya, Summarecon Tangerang, dan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Dengan langkah ini, Pemkab Tangerang berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Diharapkan masyarakat juga dapat menjaga kondusifitas selama Nataru berlangsung. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Rancabuaya, Kecamatan Jambe, Senin (22/12/25).

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa hadirnya Dapur SPPG penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut mendorong peningkatan gizi anak dan perkonomian warga sekitar SPPG.

"Hadirnya dapur SPPG ini menjadi langkah strategis untuk menurunkan stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga," ujar Wabup Intan.

Menurut dia, peresmian dapur SPPG merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sebagai investasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi masa depan bangsa. Kita menyiapkan generasi Tangerang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas, kebersihan, dan standar gizi makanan yang disajikan, serta perlunya evaluasi rutin agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sekolah dan masyarakat.

"Adalah hal penting dan merupakan kewajiban setiap dapur SPPG untuk bener-benar menjaga kualitas, kebersihan dan standar gizi makanan untuk anak-anak sekolah, termasuk adanya monitoring dan evaluasi berkala mulai dari proses pemilihan bahan sampai dengan distribusi makanannya," tegasnya.

Pihaknya pun mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan Yayasan Bumi Arta Indonesia atas sinergi dalam menghadirkan dapur SPPG yang diharapkan semakin banyak membantu anak-anak dalam pemenuhan gizinya sekaligus juga memberdayakan masyarakat sekitar.

"Saya berharap kehadiran dapur SPPG Rancabuaya ini membawa manfaat luas dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Komandan Kodim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Yudho Sutyono yang turut hadir menambahkan bahwa kehadiran dapur SPPG berdampak langsung pada peningkatan gizi anak sekaligus juga menambah pergerakan ekonomi lokal.

“Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, warga sekitar bisa bekerja, dan UMKM lokal ikut terlibat. Ini bentuk nyata pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan SPPG, Tafsirin melaporka bahwa Dapur SPPG Rancabuaya didukung oleh tenaga ahli gizi, serta puluhan relawan yang berasal dari masyarakat sekitar.

“Dapur SPPG ini melibatkan warga sekitar, sehingga selain meningkatkan gizi, juga memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan kerja,” kata Tafsirin. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forkopimda komitmen penuh pelestarian ibadah dan perayaan Natal 2025 serta tahun baru 2026.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat menghadiri acara silahturahmi Forkopimda bersama para romo, pastur dan pendeta di Ruang Rapat Wareng, Senin (22/12/25).

“Kami, pemerintah daerah bersama seluruh unsur Forkopimda, MUI, dibantu masyarakat berkomitmen penuh untuk menjamin ibadah natal dan perayaan Natal, tahun baru agar berjalan lancar, aman, tertib dan kondusif,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Beliau juga mengimbau kepada para romo, pastor, pendeta dan pemimpin agama yang hadir untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi pelestarian ibadah dan perayaa Nataru. Selain itu, menunda juga menghimbau agar tidak ada perayaan yang berlebihan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan umum.

"Kami mohon perayaan Natal dan tahun baru tidak berlebihan. Tidak ada arak-arakan atau pawai-pawai, begitu juga petasan atau juga kembang api," tandasnya.

Dia menyebut perayaan Nataru yang berlebihan tidaklah sesuai dengan situasi dan kondisi nasional yang terjadi saat ini, khususnya bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara serta berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Mari kita juga tingkatkan kepekaan dan kepedulian sosial bersama, khususnya untuk saudara-saudara kita yang tertimpa dan sedang bangkit dari bencana. Lebih baik kita membantu mereka yang ada di Aceh, Medan, Padang dan sekitarnya. Natal dan tahun baru ini harus banyak berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada romo, pastur, pendeta dan para pimpinan agama yang terus menjaga hubungan emosional antarumat beragama serta keharmonisan di Kabupaten Tangerang yang sangat heterogen penduduknya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan keyakinan, pimpinan agama ya yang hadir pada kesempatan ini karea telah menjaga hubungan emosional antara umat beragama, saling menghormati saling menghargai yang sudah terjalin dengan sangat baik,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan berdasarkan suku, agama dan ras.

“Menjelang Natal dan tahun baru tidak ada perbedaan pengakuan. Semuanya sama, masyarakat kita, mereka mempunyai harapan untuk bisa dilayani oleh pemerintah daerah dan kita berkomitmen untuk melayani semuanya,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa seluruh jajarannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Kodim 0510 Tigaraksa dan melaksanakan masyarakat cipta kondisi yang dilaksanakan di seluruh Indonesia untuk menyelamatkan ibadah dan perayaan Nataru.

“Polres Tangerang bersama Forkopimda dan masyarakat menggelar program cipta kondisi dengan Operasi Lilin Maung 2025 selama 14 hari, mulai tanggal 24 Desember - 4 Januari 2026,” jelas Kapolres Tangerang, Indra Waspada Amirullah.

Dia juga telah membangun pos-pos pantau di sejumlah titik keramaian dan wilayah untuk mengamankan ibadah dan perayaan Natal serta libur Nataru, termasuk juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.

“Sebanyak 650 personel di wilayah hukum Polresta Tangerang terlibat langsung, didukung juga dari unsur TNI dan masyarakat. Ada juga sekitar 1 peleton dari Gegana Brimob Polda Banten siap membantu pengamanan,” imbuhnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara pengibaran bendera dalam rangka Hari Bela Negara ke-77 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (22/12/2025).

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu ke-97 merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah perjuangan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan tahun 1928.

“Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas peran strategis perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, mengisi pembangunan, serta menjaga keutuhan bangsa,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menegaskan bahwa perempuan Indonesia merupakan agen perubahan dan motor kemajuan bangsa dalam berbagai peran kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sosial, maupun pembangunan nasional.

Menurutnya, di tengah tantangan seperti beban ganda, keterbatasan akses, dan kekerasan berbasis gender, perempuan tetap menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan kontribusi nyata di berbagai sektor.

Melalui tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, Bupati menekankan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi pelaku utama perubahan.

“Negara terus memperkuat kebijakan, perlindungan hukum, serta pengarusutamaan gender untuk menjamin kesetaraan, keadilan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa peringatan Hari Ibu harus menjadi penggerak aksi nyata dan kolaborasi semua pihak agar perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan daerah dan nasional.

Bupati Maesyal mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang menjadikan peringatan Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu ke-97 sebagai momentum refleksi dan aksi nyata, serta menegaskan bahwa peran perempuan merupakan bagian penting dari bela negara.

“Pemberdayaan dan perlindungan perempuan adalah investasi strategis bela negara, karena perempuan yang berdaya akan melahirkan generasi berkarakter kebangsaan dan memperkuat ketahanan daerah maupun nasional,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Bupati Maesyal mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat peringatan tersebut sebagai energi positif dalam menjalankan tugas, pengabdian, dan tanggung jawab sesuai peran masing-masing. (Red)

Published in Banten

Lebak, lensafokus.id - Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H., bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di Almond Super swalayan Rangkasbitung, tepatnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 50, Kampung Lebak Picung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (22/12/2025).

Kehadiran Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, SIK, MH di lokasi kejadian sebagai bentuk respon cepat Polres Lebak dalam memastikan proses pemadaman kebakaran berjalan aman, tertib, serta tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.

IMG 20251222 WA0061

Kapolres Lebak juga memastikan personel Polri bersinergi dengan petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait dalam melakukan penanganan di lapangan.

AKBP Herfio Zaki menyampaikan bahwa Polres Lebak langsung menerjunkan personel untuk membantu pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, serta membantu proses evakuasi guna mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk memastikan proses pemadaman berjalan lancar, situasi tetap kondusif, serta masyarakat sekitar merasa aman,” ujar Kapolres Lebak.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik dan faktor kelalaian lainnya, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi keadaan darurat. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” ungkapnya.

Polres Lebak berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta siap hadir dalam setiap situasi guna menjaga keamanan dan ketertiban di daerah hukum Polres Lebak. (Cecep)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Di penghujung tahun 2025, Rumah Zakat Tangerang mendapatkan penghargaan dari ketua RW dalam pengelolaan bank sampah yang berlokasi di Jalan Papandayan RT 05 RW 04 Kelurahan Suradita Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

Bank Sampah Papandayan berdiri sejak tahun 2019, saat ini nasabah yang aktif sudah mencapai 30 nasabah, omset perbulan yang didapat mulai dari satu juta hingga dua juta. Dalam pengelolaan nya bank sampah papandayan menerapkan program sedekah sampah, sampah yang di kumpulkan di catat oleh petugas lalu di tukarkan dengan sembako mulai dari minyak, gula, sarden, mie instan dan lain-lain.

Sejak bulan Mei Rumah Zakat mulai berkolaborasi dengan bank sampah papandayan dengan memberikan edukasi terkait pengolahan sampah dan juga memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk bank sampah Papandayan. Rumah Zakat memberikan bantuan tempat sampah dan timbangan, buku tabungan, dan perlengkapan lain untuk menunjang kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Papandayan, juga memberikan bantuan berupa hadiah untuk nasabah yang datang dan menimbang sampah di bank sampah Papandayan. Upaya ini dilakukan agar bisa meningkatkan jumlah nasabah yang menimbang di bank sampah Papandayan.

Pak Jumadi selaku pengurus bank sampah merasakan sekali manfaat dan kolaborasi dengan Rumah Zakat, "Alhamdulillah setalah diumumkan akan ada hadiah bagi nasabah yang menimbang, antusiasme warga luar biasa, jumlah nasabah yang menimbang meningkat 30% setiap bulannya.

Keaktifan masyarakat dalam mengumpulkan sampah dilihat juga oleh ketua Rukun Warga, karna hal itu ketua Rukun Warga memberikan penghargaan untuk Rumah Zakat atas kolaborasi yang dijalankan karna berdampak positif bagi wilayah nya.

"Semua masyarakat mulai rajin mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing. Terima kasih donatur Rumah Zakat yang setia mendukung! Karena kalian, sampah bisa jadi peluang, bukan masalah!" Tutur ketua RW. (Lingga)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Akhir akhir ini warga di Kabupaten Tangerang dibuat terperangah karena munculnya angka kemiskinan ekstrem. Dimana angka yang mengukur kondisi di bawah garis kehidupan minimum itu memberi jarak cukup tinggi se-Provinsi Banten.

Indikator yang memunculkan angka kemiskinan ekstrem di kota seribu industri dan sejuta jasa tersebut pun diungkapkan oleh dua aktivis kawakan Kabupaten Tangerang.

“Warga Kabupaten Tangerang dibuat bingung dengan acuan dan dasar perhitungan persentase penduduk miskin ekstrem yang kerap disampaikan ke publik tanpa penjelasan data yang transparan,” ungkap senior aktivisme, H Retno Juarno,” Minggu (21/12/2025).

Kendati demikian, Retno mengajak semua pihak untuk bijak dalam menilai agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif.

Sementara itu Alamsyah mendesak pihak-pihak yang melakukan pendataan angka kemiskinan ekstrem tersebut harus membuka data secara terbuka, termasuk metodologi, indikator, serta faktor-faktor yang dijadikan kajian.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya disuguhkan dengan angka persentase tanpa penjelasan rinci.

“Jangan hanya bicara persentase kemiskinan ekstrem. Data pada dasarnya apa, indikatornya apa, wilayah mana saja, itu harus dibuka ke publik, masyarakat sekarang sudah cerdas,” ujar Alamsyah.

Alamsyah juga menggali soal pernyataan yang tersebar di sejumlah media online, dimana, komentar terkait kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang justru disampaikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten.

Ia menilai hal tersebut janggal, mengingat selama ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi jarang turun langsung melakukan pendataan di tingkat Kabupaten, khususnya Kabupaten Tangerang.

“Kalau kita jujur ​​melihat kondisi dilapangan, sejak kapan OPD Provinsi Banten secara intens turun langsung menunjukkan kemiskinan di Kabupaten Tangerang?, ini yang menjadi pertanyaan besar,” tegasnya.

Alamsyah mengatakan, bagaimana mungkin pihak yang jarang turun ke lapangan dapat memastikan secara akurat jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Tangerang.

Ia juga mengganggu pesatnya pembangunan perumahan di Kabupaten Tangerang yang terus menjamur dari tahun ke tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan narasi bahwa penduduk Kabupaten Tangerang didominasi oleh kemiskinan ekstrem.

“Kalau memang angka kemiskinan ekstrem tinggi, pertanyaannya sederhana, bagaimana mungkin perumahan terus tumbuh pesat di Kabupaten Tangerang?, ini logika yang harus dijawab dengan data, bukan asumsi,” tutupnya.

Selain itu, Alamsyah juga menyebut, faktanya banyak kerusakan infrastruktur di Kabupaten Tangerang justru itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Salah satu contohnya kata dia, yang disampaikan adalah ruas jalan Maja - Cisoka - Tigaraksa yang mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun dan baru diperbaiki setelah viral di media sosial akibat banyaknya korban kecelakaan.

"Kerusakan jalan Provinsi itu nyata dan ekstrem, baru diperbaiki setelah ramai dan viral. Begitu juga dengan ruas-ruas jalan lain yang rusak parah, sebagian besar itu kewenangan Provinsi, termasuk pengelolaan irigasi yang OPD nya juga dipegang Provinsi," ungkapnya. (Lingga)

Published in Banten
Go to top