Berita BisnisLensa Fokus

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan penanaman pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 TB/2026 yang digelar di Balai Konservasi Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kamis (14/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan hidup melalui aksi nyata penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Ketapang.

“Hari ini, kami bersama dengan umat Buddha, juga bersama dengan para Jatradar dan beberapa Kepala Dinas, Camat, termasuk ada Bhante kita dari Cilacap hadir di sini dalam rangka memperingati Hari Tri Suci Waisak tahun 2026 dengan melaksanakan tugas yang sangat mulia yaitu menanam mangrove di Desa Ketapang,” ujar Bupati Maesyal

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas agama terhadap keberlanjutan lingkungan yang harus terus ditingkatkan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, umat Buddha, para Bhante serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Kabupaten Tangerang.

“Menanam mangrove ini memang bagian daripada kepedulian umat Buddha untuk terus meningkatkan atensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Baik itu lingkungan di desa, di kecamatan, dan seterusnya,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar, tidak hanya untuk menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara arif dan kreatif.

“Mudah-mudahan pohon mangrove itu ke depan akan besar dan manfaatnya sangat banyak sekali. Di antaranya adalah memberikan oksigen yang bagus, menahan abrasi, dan juga tanaman mangrove itu bisa diolah menjadi berbagai produk lokal, baik untuk minuman, makanan, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh umat Buddha dan para Bhante yang telah memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pesisir Kabupaten Tangerang.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada umat Buddha dan para Bhante yang telah hadir di Desa Ketapang dan memberikan kontribusi terbaik untuk lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bhante Abdi Seno selaku panitia kegiatan menyampaikan bahwa peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum memperkuat kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah multikultural dan penuh toleransi.

"Peringatan Waisak tahun ini menjadi momemtum bagi kami, umat Budha untuk terus memperkuat sinergi multikultural dan kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya

Pihaknya juga mengapresiasi kehadiran Bupati Tangerang beserta jajaran pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan dukungan nyata terhadap kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan umat Buddha. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolesta Tangerang dan Dandum 0510 Tigaraksa melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi tempat hiburan malam yang diduga tidak memiliki izin operasional.

Dalam sidak tersebut, Bupati turut memanggil pengelola usaha dan menggelar musyawarah bersama unsur Forkopimda, aparat wilayah, serta perwakilan warga setempat di Kantor Kelurahan Kadu Agung Tigaraksa. Rabu, (13/5/26)

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Tangerang, Dandim, camat, lurah, hingga perwakilan RT/RW, juga pengelola tempat hiburan guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada pemilik usaha hiburan malam terkait aktivitas yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kita melaksanakan musyawarah dengan Forkopimda, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Camat, Pak Lurah, ada perwakilan RT/RW juga, ada juga si pemilik usaha hiburan tadi. Jadi sudah kita sampaikan terhadap situasi kondisi di wilayah kita, Kabupaten Tangerang, ini harus betul-betul aman, kondusif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, para pengelola tempat hiburan malam tersebut telah membuat surat pernyataan resmi untuk menghentikan seluruh aktivitas usaha hiburan di lokasi tersebut.

“Yang bersangkutan sudah menyatakan, tidak akan melaksanakan aktivitas usaha hiburan lagi, Sekarang sudah ditandatangani semuanya, pernyataan di atas segel, disaksikan oleh Pak RT, Pak RW, juga Pak Lurah dengan Pak Camatnya,” katanya.

Pihaknya berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menjaga ketertiban lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi hal yang positif bagi seluruh warga dan juga para aktivitas usahanya di situ tidak lagi melaksanakan usaha hiburan yang meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait sanksi apabila pengelola kembali membuka usaha hiburan malam tersebut, Bupati menegaskan bahwa pengelola siap menerima konsekuensi hukum sesuai pernyataan yang telah dibuat.

“Mereka sudah menyatakan apabila dia melaksanakan lagi, dia siap untuk diproses secara hukum,” tegasnya.

Dia juga menyebut bahwa tempat hiburan malam yang disidak tersebut tidak memiliki izin operasional. Terkait dugaan tempat hiburan itu telah beroperasi selama bertahun-tahun, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah meminta agar seluruh aktivitas hiburan di lokasi tersebut dihentikan.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan melakukan pengawasan lebih luas terhadap tempat-tempat hiburan yang tidak berizin di wilayah lainnya.

“InsyaAllah. Termasuk tadi Satpol PP sudah saya perintahkan juga untuk lebih ketat mengawasi, termasuk di tempat yang lain,” tandasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan kunjungan dan monitoring ke Bank Sampah RW. 025 Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (13/05/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan bahwa kunjungannya tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi warga.

"Alhamdulillah, hari ini saya bisa hadir di Bank Sampah RW. 25 Bencongan, sekaligus ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat," ujar Wabup Intan

Menurut dia, keberadaan bank sampah yang berbasis masyarakat merupakan langkah nyata dalam mendukung program pengurangan sampah langsung dari sumbernya sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif serta memberikan nilai tambah

“Bank sampah seperti ini sangat baik dan patut menjadi contoh bagi wilayah lain. Selain membantu mengurangi langsung sampah lingkungan, program ini juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat karena sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa diolah dan dijual,” ungkapnya

Ia sangat mengapresiasi seluruh pengurus dan warga RW. 025 Bencongan atas semangat gotong royong serta inovasi dalam pengelolaan sampah lingkungan dan diharapkan dapat menginspirasi RW-RW lainnya untuk bersama-sama bergotong royong mengelola sampah agar lebih bermanfaat bagi kepentingan bersama

"Saya sangat mengapresiasi semangat warga RW. 25 Bencongan ini. Semoga ini juga dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan serta menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan," ujarnya

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan agar bisa memberikan manfaat dan dampak yang berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Eco Pioneer mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap keberadaan bank sampah sangat tinggi. Warga secara aktif terlibat dalam proses pemilahan, pembersihan, hingga pengolahan sampah yang bernilai jual.

"Tingkat partisipasi warga dalam program bank sampah terus mengalami peningkatan signifikan dan kini telah berkembang hingga menjangkau banyak RT dan RW di wilayah Bencongan. Program ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah lingkungan, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat," ungkapnya

Dia menambahkan sejumlah inovasi yang telah dilakukan warga, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan minyak jelantah, hingga pengembangan alat pirolisis sederhana untuk mengurangi sampah residu. Namun demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah keterbatasan, khususnya terkait kebutuhan sarana dan prasarana seperti alat pirolisis, komposter, serta dukungan fasilitas pengolahan sampah lainnya.

"Berbagai upaya edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat terus dilakukan agar budaya memilah sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari. Kami juga mohon bantuan Ibu Intan untuk dapat memfasilitasi berbagai kelengkapan pendukung lainnya," ujarnya. (Red)

Published in Banten

Lebak, lensafokus.id – Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan Kabupaten Lebak harus mampu menjadi daerah penopang ketahanan pangan nasional. Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen raya golden melon milik Kelompok Tani Margawana Mulia di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Kamis (14/5/2026).

Panen raya tersebut menghasilkan sekitar 30 ton golden melon premium yang dipanen secara bertahap selama satu bulan. Keberhasilan budidaya hortikultura modern itu dinilai menjadi bukti pertanian di Lebak mulai berkembang dan memiliki daya saing hingga menembus pasar ritel modern.

Dalam sambutannya, Hasbi mendorong masyarakat dan petani untuk memperkuat sektor pertanian hortikultura karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang terus tumbuh.

“Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu swasembada pangan,” kata Hasbi.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Lebak karena berkaitan langsung dengan distribusi hasil pertanian masyarakat.

“Di rumah ibadah bagus, di depannya jalannya rusak sebagai akses, tidak ada artinya. Ada kebun kalau akses jalannya tidak baik, tidak ada,” ujarnya.

Menurut Hasbi, fokus pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Lebak mencakup empat sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem melalui program rumah tidak layak huni (RTLH), serta penataan kawasan perkotaan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian berkelanjutan agar tidak terus mengalami alih fungsi.

“Lahan pangan berkelanjutan harus dipertahankan. Tidak semua lahan bisa diubah fungsi,” tegasnya.

Hasbi juga menyinggung keterlibatan unsur TNI, Polri hingga kejaksaan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden ingin seluruh kekuatan negara bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Banten, Amal Jayabaya, menyebut panen raya golden melon tersebut menjadi bukti nyata Kabupaten Lebak siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.

“Hari ini bukan hanya sekadar panen raya melon, tapi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi bagian penting ketahanan pangan,” ujarnya.

Amal mengatakan pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerap hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap keberhasilan budidaya golden melon di Kecamatan Cileles dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengembangkan pertanian produktif dan modern.

“Ini harus menjadi virus yang baik untuk masyarakat lain,” ucapnya.

Di sisi lain, Hasbi juga mengungkap kondisi fiskal Kabupaten Lebak yang tengah mengalami tekanan akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Tahun ini pemotongan TKD Kabupaten Lebak mencapai Rp118 miliar. Bahkan semalam masih ada defisit sekitar Rp120 miliar,” ungkapnya.

Meski demikian, ia optimistis pembangunan daerah tetap berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan anggaran yang transparan.

“Sekarang era transparansi. Semua bisa diakses publik. Pemimpin harus amanah dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Panen raya golden melon tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, ulama, kelompok tani hingga pelaku usaha pertanian di Kabupaten Lebak.

Pembina Kelompok Tani Margawana Mulya, Agus R Wisas, mengatakan keberhasilan budidaya melon premium di lahan seluas empat hektare itu diharapkan menjadi contoh bagi petani lain di Lebak.

“Sekarang sudah ada contoh bahwa jadi petani melon jauh lebih menguntungkan. Kalau tanam kayu butuh tiga tahun, ini 65 hari sudah panen dan pembayarannya cash,” ujarnya.

Menurut Agus, harga golden melon di tingkat petani saat ini jauh lebih murah dibanding harga di pasar modern.

“Kalau di supermarket bisa Rp48 ribu, di sini hanya Rp20 ribu,” katanya.

Selain golden melon, kelompok tani tersebut juga mulai mengembangkan budidaya cabai dengan total sekitar 8.000 batang yang diperkirakan mulai panen pada bulan depan. (Cecep)

Published in Banten
Go to top