Banten

Banten (6084)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid betsama Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara yang digelar di Pendopo Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Aria Wangsakara Kec. Pagedangan, Rabu malam (21/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara selain untuk mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan dan membesarkan wilayah Tangerang juga merupakan momentum untuk menguatkan kembali komitmen bersama dalam meneruskan perjuangan beliau dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

"Pada kesempatan ini, kita semua hadir di sini bukan hanya wajib mengenang, mengingat pemimpin kita yaitu seorang pahlawan nasional, Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan, memimpin dan juga membesarkan Tangerang, tapi juga menguatkan komitmen kita bersama untuk meneruskan perjuangannya dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Raden Aria Wangsakara juga merupakan ulama dan pemimpin umat yang menyebarkan agama Islam serta menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya

"Raden Aria Wangsakara adalah sosok ulama dan pemimpin umat yang senantiasa menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya, baik saat mengusir penjajah maupun dalam menyebarkan agama Islam di Banten dan Tangerang pada khususnya. Ini yang harus kita lanjutkan sebagai generasi penerus," tandasnya

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada segenap panitia dan Pemkab Tangerang yang menggelar Haul Raden Aria Wangsakara yang mengambil tema 'Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya', sebagai upaya untuk terus menjaga dan melestarikan jasa-jasa para leluhur

"Saya, atas nama Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada panitia yang terus menjaga tradisi dalam rangka mengenang jasa-jasa para leluhur. Tema Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya adalah sesuatu yang betul," ujar Andra Soni

Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para Gubernur Banten sebelumnya yang telah banyak melakukan pembangunan dan menorehkan prestasi gemilang untuk kemajuan Provinsi Banten, salah satunya adalah Gubernur Wahidin Halim yang telah membangun jembatan fenomenal Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg.

"Alhamdulillah tadi juga diserahkan penghargaan, diberikan penghargaan. Dalam hal ini saya juga mewakili Bapak Wahidin Halim, Gubernur Banten sebelumnya, yang mana beliau telah banyak melakukan pembangunan-pembangunan di Provinsi Banten, salah satu yang fenomenal adalah membangun jembatan Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg," ungkapnya

Lanjut dia, Tangerang yang dikenal sebagai benteng Provinsi Banten mempunyai letak dan peran yang sangat strategis, khususnya dalam menopang pembangunan Provinsi Banten, salah satu sebagai penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang.

"Banten berbahagia karena kita punya pahlawan nasional, salah satunya adalah Raden Aria Wangsakara. Semangat yang bisa kita teladani adalah semangat untuk menjaga pemimpinnya. Sampai hari ini semua poin-poin plus yang tercatat dalam data-data statistik di Provinsi Banten, salah satu penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang," imbuhnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Angin puting beliung menerjang pemukiman warga di Blok P, RT 002/07, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Terjangan angin kencang disertai hujan menyebabkan genteng dan atap seng rumah warga beterbangan. Bahkan, sebuah warung nasi uduk milik Ibu Juju dilaporkan rata dengan tanah akibat tak mampu menahan kuatnya angin puting beliung.

Ketua RT 002/07, Nasori, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan.

“Kerusakan cukup parah, ada rumah yang atapnya habis terbawa angin. Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar rumah warga bisa diperbaiki kembali,” ujar Nasori di lokasi kejadian.

IMG 20260122 WA0076

Sementara itu, Ketua RW 007, Bakat S.IP, menyampaikan dirinya telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah warga yang porak-poranda. Ia juga telah melaporkan musibah tersebut kepada Kepala Desa Cikuya, Ade Safei.

“Saya sudah laporkan ke Pak Kades, dan beliau menyampaikan akan segera meninjau langsung ke lokasi,” kata Bakat.

Salah seorang warga terdampak, H. Surya, mengungkapkan rumahnya mengalami kerusakan cukup serius.

“Ada tujuh lembar seng yang rusak karena digulung angin puting beliung,” tuturnya.

Selain Blok P, bencana angin puting beliung juga dilaporkan menimpa warga Blok O di Desa Cikuya. Berdasarkan informasi warga setempat, sedikitnya tujuh rumah di wilayah tersebut turut mengalami kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, warga bersama aparat lingkungan masih melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan sambil menunggu tindak lanjut dan bantuan dari pemerintah daerah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (War)

TANGERANG, lensafokus.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (21/1/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan Mars KWRI, menandai dimulainya rangkaian pelantikan kepengurusan baru organisasi wartawan tersebut.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah Efendi yang mewakili Bupati Tangerang, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud, Kepala Dinas Kominfo Dian Mayang, Sekretaris Dinas Pendidikan H. Agus Supriyatna, perwakilan Dispora, Danramil Tigaraksa, serta jajaran pengurus KWRI pusat dan daerah. Hadir pula Ketua DPP KWRI yang diwakili Sekjen DPP KWRI, Drs. Mico Kasah, M.Si, Ketua Bidang Hukum dan LPBH, Damai Hari Lubis, Ketua DPD KWRI Banten yang diwakili Ari Ashari Manan, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Heriyanto, Dewan Kehormatan dan Etik, Agie Rahmatullah, Dewan Pertimbangan, Sudirman Indra, aktivis Subandi Misbah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plh Sekda H. Iwan Firmansyah Efendi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang periode 2026–2029.

“Pelantikan kepengurusan baru ini menunjukkan bahwa roda organisasi berjalan dengan baik. Proses regenerasi dan keberlangsungan organisasi dapat terlaksana secara tertib,” ujarnya.

Ia berharap KWRI Kabupaten Tangerang semakin dewasa dan matang dalam bersikap serta berpikir, sehingga mampu menjalankan organisasi sesuai aturan dan etika jurnalistik.

“Bangun koordinasi dan komunikasi yang baik antara pengurus, anggota, masyarakat, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, insyaallah KWRI Kabupaten Tangerang dapat berkontribusi positif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap ke depan DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak swasta, serta elemen masyarakat lainnya,” tuturnya.

Ketua Umum DPP Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang diwakili Sekjen DPP, Drs. Miko Kasah, M.Si juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan pers harus diiringi dengan profesionalisme dan tanggung jawab.

“Kemerdekaan pers belum tentu melahirkan pers yang berkinerja baik tanpa integritas. Oleh karena itu, insan pers harus menjaga marwah kemerdekaan pers yang independen dan bermartabat,” tegasnya.

Ia pun berharap DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya Kabupaten Tangerang yang gemilang.

Ketua terpilih DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami siap menjalin hubungan baik dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk Polres, Kodim, Kejaksaan, OPD, dan stakeholder lainnya. Semoga kepengurusan ini dapat membawa KWRI Kabupaten Tangerang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang sehingga berjalan lancar dan sukses. (Asp)

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Al-Amjad, Rabu (21/1/26).

Peringatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Hj. Risma Maesyal Rasyid jajaran Forkopimda, unsur pimpinan DPRD, para kepala OPD, tokoh agama, serta para pegawai di lingkungan Pemkab Tangerang

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum refleksi spiritual yang sarat nilai keimanan dan ketakwaan, khususnya kewajiban sholat lima waktu.

“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sholat sebagai fondasi utama pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menambahkan, sholat berjamaah memiliki makna strategis dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis.

“Sholat berjamaah tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Dalam satu shaf, tidak ada perbedaan jabatan maupun kedudukan, semuanya setara sebagai hamba Allah,” tandasnya.

Dirinya pun mengajak seluruh ASN dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menjadikan sholat sebagai sumber kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Ia juga meyakini, sholat yang dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan akan melahirkan etos kerja yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, penceramah KH. Fikri Jainudin MZ dalam tausiah keagamaannya menekankan bahwa sholat merupakan tiang agama sekaligus cermin kualitas keimanan seorang muslim.

“Jika sholatnya baik dan dijaga dengan istiqamah, insya Allah akhlaknya akan baik, hidupnya tertata, dan persaudaraan di tengah masyarakat akan semakin kuat,” ujar KH. Fikri Jainudin MZ.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sholat berjamaah sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun ketenangan dan keberkahan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Kegiatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu (21/1/26).

Bupati mengatakan, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.

Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.

“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita,

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Rabu (21/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kunjungannya bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Camat Teluknaga, serta unsur Forkopimcam setempat merupakan wujud respons cepat atas aduan masyarakat terkait banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir

"Ini adalah bentuk respond cepat dan tindak lanjut atas laporan warga Desa Lemo terkait banjir. Kita bersama turun langsung ke lapangan juga untuk melihat secara langsung kondisi yang ada dan mencari akar permasalahan penyebab banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Desa Lemo sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

Dia menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Hasil temuan di lapangan ini akan langsung kami tindaklanjuti. Besok kami akan memanggil pihak pengembang, mengumpulkan dinas-dinas terkait, serta melibatkan masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dia juga menambahkan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.

“Tadi kita sudah mendengar langsung keluhan masyarakat. Besok akan kita rapatkan dan kita putuskan langkah-langkah ke depan agar ke depan Desa Lemo tidak lagi menjadi wilayah langganan banjir,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

"Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar solusinya nanti bisa menyeluruh, efektif dan berkelanjutan. Kita akan terus perkuat itu demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Red)

Page 7 of 609
Go to top