Tangerang, lensafokus.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang kembali mengambil langkah tegas terhadap wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakannya melalui tindakan pemasangan stiker pada sejumlah restoran di wilayah Kecamatan Kelapa Dua.
Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Slamet Budi, menyampaikan bahwa langkah tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 103 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Pemasangan stiker ini merupakan bagian dari upaya penegakan kepatuhan pajak daerah sekaligus bentuk transparansi kepada masyarakat. Kami tegaskan bahwa tindakan ini bukan penyegelan usaha, melainkan penindakan administratif terhadap wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Slamet Budi.
Ia menjelaskan, sebelum tindakan pemasangan stiker dilakukan, Bapenda Kabupaten Tangerang telah terlebih dahulu menyampaikan surat teguran kepada wajib pajak yang bersangkutan. Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, belum terdapat itikad baik dari pemilik dan/atau penanggung jawab objek pajak restoran untuk menyelesaikan kewajiban perpajakannya.
“Kami mengimbau seluruh wajib pajak daerah agar kooperatif dan segera memenuhi kewajiban perpajakannya. Pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tambahnya.
Diketahui, objek pajak restoran yang dilakukan penindakan administratif memiliki total tunggakan pajak daerah berdasarkan dokumen SKPDKB (Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar) sebesar Rp655.887.145,00 (enam ratus lima puluh lima juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu seratus empat puluh lima rupiah).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Wasdal Bapenda Kabupaten Tangerang, Arif, menegaskan bahwa pemasangan stiker, spanduk, papan informasi, plang, maupun media lainnya merupakan bentuk sanksi administratif dan sosial untuk mendorong wajib pajak segera menyelesaikan kewajibannya.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pemasangan stiker pada objek pajak yang memiliki tunggakan pajak daerah, salah satu wajib pajak segera melakukan pembayaran kewajiban pajaknya sebesar Rp124.176.831,00 (seratus dua puluh empat juta seratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus tiga puluh satu rupiah),” ungkap Arif.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa langkah penagihan melalui pemasangan stiker cukup efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendorong percepatan realisasi penerimaan pajak daerah.
Arif menambahkan, penerapan penindakan administratif berupa pemasangan stiker, spanduk, papan informasi, plang, atau media lainnya diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi wajib pajak lain agar lebih patuh terhadap kewajiban perpajakan daerah.
“Apabila hingga batas waktu yang ditentukan wajib pajak masih belum melunasi kewajibannya, maka persoalan ini akan diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang dan/atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebagai penegak Peraturan Daerah. Tahapan lanjutan dapat berupa penyegelan, penyitaan, penutupan izin usaha, hingga koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) serta MCP KPK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring misa dan hadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Imamat ke-30 Romo Felix dan Romo Richard yang diselenggarakan di Gereja Katolik Santa Odilia, Paroki Citra Raya, Sabtu (9/5/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para Romo serta menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak membeda-bedakan perlakuan. Kabupaten Tangerang adalah wilayah yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar umat beragama," tegas Bupati Maesyal Rasyid
Ia sangat mengapresiasi peran aktif Romo Felix dan Romo Richard yang telah mengabdi selama tiga dekade. Ia menyoroti sosok para Romo sebagai figur yang multifungsi, tidak hanya fokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan, seperti menanam pohon, sayuran, hingga peternakan.
"Beliau ini tanpa melihat siapa pun, tanpa perbedaan pengakuan, selalu hadir di mana pun masyarakat mengundang. Figur para Romo ini sulit digantikan dan menjadi contoh bagi kita semua karena dedikasinya yang tidak pernah lelah," ujarnya di hadapan jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mematahkan isu-isu miring yang menyebut pemerintah daerah pasif terhadap kegiatan keagamaan tertentu. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam berbagai hari besar keagamaan, seperti Paskah dan rencana menghadiri kegiatan umat Hindu pada bulan Juli mendatang, merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
"Kabupaten Tangerang adalah kabupaten toleransi yang selalu menghargai antarumat dan saling menjaga. Jika ada isu bahwa pemerintah daerah diam terhadap kegiatan ibadah, itu tidak benar. Kami harus menjamin kegiatan apa pun di tengah masyarakat berjalan aman, lancar, dan tertib," tegasnya.
Menutup sambutannya, ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara kerukunan berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Ia berharap keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang dapat terus diabadikan demi kelancaran pembangunan dan kehidupan sehari-hari yang damai.
"Mari kita pelihara kerukunan itu, kita jaga dan abadikan kebersamaan ini agar hubungan antarmanusia dan antaragama tetap harmonis di Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang menghadiri kegiatan Pembukaan Gebyar Lomba dan Talenta Siswa Jenjang SMA, SMK, dan SKH, Deklarasi Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta Launching Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang digelar di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta dihadiri juga oleh Gubernur Banten beserta jajaran Pemerintah Provinsi Banten, Forkopimda Provinsi Banten, para kepala daerah se-Provinsi Banten, Wakapolresta Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang beserta jajaran, kepala sekolah, guru, dan ribuan peserta didik.
Kehadiran Bupati Tangerang menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap penguatan kualitas pendidikan, pengembangan talenta siswa, serta pembangunan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak agar generasi muda dapat berkembang secara optimal, berprestasi, dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, kegiatan jenjang pendidikan menangah atas sederajat tersebut merupakan juga menjadi ajang kreatifitas, kejujuran, daya saing dan semangat juang serta kebersamaan para siswa tingkat menengah atas se-Provinsi Banten
"Dengan kegiatan ini, tentunya semangat juang, keberanian bersaing, kejujuran, kreatifitas, semangat juang serta kebersamaan para siswa seluruh Provinsi Banten akan benar-benar teruji dan banyak menginspirasi," ungkapnya
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi mendukung peningkatan mutu pendidikan, pembentukan karakter generasi muda, serta pengembangan potensi siswa menuju sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa kegiatan Gebyar Talenta Siswa menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keterampilan lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan melalui program sekolah gratis yang saat ini terus diperluas di Provinsi Banten.
“Setiap anak adalah istimewa dan memiliki potensi masing-masing. Tugas kita bersama adalah memberikan ruang dan kesempatan agar mereka dapat berkembang dan meraih prestasi terbaik,” ujar Gubernur Andra Soni
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten atas penyelenggaraan deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman yang menjadi yang pertama di Indonesia pada tingkat provinsi.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi agar sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Anak-anak harus didampingi untuk berkembang sesuai bakat dan potensi yang mereka miliki,” ujar Prof. Abdul Mu’ti.
Kegiatan ini turut memperkuat komitmen seluruh pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Tangerang, dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan berintegritas.
Selain deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman, kegiatan juga dirangkaikan dengan launching Sekolah Adiwiyata sebagai bentuk penguatan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Gebyar Talenta Siswa Tahun 2026 diikuti ribuan peserta dari jenjang SMA, SMK, dan SKH se-Provinsi Banten melalui berbagai perlombaan bidang olahraga, seni, sains, dan keterampilan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Perselisihan yang berujung adu mulut hingga dugaan pengeroyokan terjadi di kawasan pusat jajanan Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Jumat (08/05/2026).
Korban diketahui bernama Coki Siregar. Ia mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Ook bersama beberapa rekannya yang mengaku sebagai warga setempat.
Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat dirinya sedang mencuci piring di belakang lapak dagangan. Salah satu terduga pelaku kemudian melarang korban meletakkan ember cucian di belakang lapak dagangannya dan mempermasalahkan ukuran meja dagangan milik korban yang dianggap terlalu panjang.

Korban sempat mempertanyakan larangan tersebut karena merasa aktivitas itu telah lama dilakukan dan sebelumnya tidak pernah dipermasalahkan. Namun, jawaban korban diduga memicu emosi salah satu terduga pelaku.
Tak lama kemudian, beberapa orang lainnya datang dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban. Korban mengaku mengalami tindakan berupa makian, pemukulan, tendangan, cekikan, hingga telepon genggam miliknya sempat dirampas.
Merasa dirugikan atas kejadian tersebut, korban akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tangerang untuk ditindak lanjuti .Respon cepat dari anggota kepolisian Polsek Tangerang langsung bertindak terhadap pelaku dan ke empat rekannya atas dugaan tindak pidana sesuai pasal 262 KUHP.
Peristiwa ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa tindakan hukum dari Aparat penegak hukum ( APH ). Seringnya tindakan premanisme yang dilakukan oleh warga yang mengaku pemilik area, dan semena mena karena merasa memiliki kekuasaan wilayah daripada para pelaku usaha yang akhirnya memberikan ketidaknyamanan para pelaku usaha untuk berdagang di area tersebut. (Sumarna)
JAKARTA, lensafokus.id – Kabupaten Tangerang meraih Paritrana Award 2025 kategori kabupaten terbaik se-Indonesia atas komitmennya dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan diterima langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Gedung Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Paritrana Award 2025 kembali diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada pemerintah daerah, desa/kelurahan, dan pelaku usaha yang memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penghargaan ini diberikan kepada daerah dan pelaku usaha yang dinilai berhasil mendorong kepatuhan serta memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja, khususnya pekerja rentan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diraih Kabupaten Tangerang tersebut. Penghargaan yang diraih ini semakin menguatkan motivasi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah hari ini Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan tahunan yang ketiga terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Dengan penghargaan ini, kita akan terus meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS dan juga meningkatkan jumlah anggaran yang akan kita siapkan,” ujar Maesyal Rasyid.
Ia menandaskan bahwa Pemkab Tangerang akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa agar masyarakat di desa-desa, khususnya para pekerja rentan, dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kita akan kolaborasi dengan pemerintah desa supaya masyarakat di desa-desa bisa terlindungi, bisa terjamin aspek sosialnya. Ini sebagai upaya meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS di Kabupaten Tangerang terutama kepada para pekerja rentan,” ungkapnya.
Lanjut dia, pekerja rentan yang menjadi perhatian di antaranya ojek online, petani, nelayan, sopir, dan berbagai profesi informal lainnya yang membutuhkan perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“Pedagang, petani, nelayan, supir, pekerja rumah tangga, pengrajin dan pekerja informal lainnya, akan ditingkatkan jumlah kepesertaannya dan juga ditingkatkan jumlah kolaborasi sumbernya untuk bisa memberikan jaminan sosial kepada masyarakat kita selaku pekerja rentan di Kabupaten Tangerang,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh kepala daerah penerima penghargaan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Ia berharap penghargaan Paritrana Award tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan di wilayahnya masing-masing.
“Semoga penghargaan ini semakin memotivasi para kepala daerah lainnya untuk terus memberikan jaminan kepada pekerja rentan khususnya masyarakat di wilayahnya,” ujarnya.
Selain Pemkab Tangerang yang meraih penghargaan, Desa Panongan juga menerima penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan yang diterima langsung oleh Kepala Desa Panongan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemkab Tangerang untuk memajukan dan menguatkan sektor pertanian dalam rangka mendukung pengembangan ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara Ngeriung Maesyal (NGEMAS) sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Mekar Jaya Kec. Sepatan, Jum'at (08/05/26)
"Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong pembangunan pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kelompok tani, pengembangan ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas infrastruktur pendukung pertanian," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengatakan bahwa kegiatan NGEMAS digelar dengan mengusung konsep Ngariung, yaitu kearifan lokal yang menekankan kebersamaan, musyawarah, dan silaturahmi antara seluruh unsur yang terlibat. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
"Kita kumpul bersama dalam rangka ngariung bersama para kelompok petani dan masyarakat. Kami dari Pemda, dinas dan pak camat beserta muspikanya berkomunikasi langsung menekankan kebersamaan dan musyawarah terkait apa-apa saja yang diinginkan oleh kelompok petani agar lebih maju dan sejahtera," ujarnya
Dia menyebut kegiatan NGEMAS merupakan bagian penjabaran dari program Astacita Presiden RI, khususnya menyangkut program pembangunan pertanian yang harus terus didorong untuk mempercepat dan memperkuat tumbuh kembangnya roda perekonomian yang dimulai dari bawah
"Pembangunan pertanian harus didorong untuk mempercepat dan memperkuat tumbuh kembangnya roda perekonomian dari bawah, dari desa, kecamatan yang bisa meningkatkan pendapatan para petani," tandasnya
Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui OPD pada tahun 2026 terkait telah memprogramkan pendamlingan dan bantuan kepada para kelompok tani untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Bantuan tersebut di antaranya berupa penyeluran benih, bibit, pupuk, sarana penunjang pertanian dan beras untuk Intervensi Rentan Rawan Pangan Tahun 2026.
"Sebagian bantuan tersebut telah mulai disalurkan kepada masyarakat. Bantuan dari pemerintah daerah ini untuk merangsang kelompok tani agar bisa bercocok tanam, beternak sehingga mereka benar-benar produktif dan pandapatannya juga semakin meningkat," jelasnya
Menanggapi usulan petani terkait bantuan bibit tanaman jahe, bawang, tomat dan cabai, pihaknya bersama OPD terkait akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk dapat direalisasikan pada program bantuan selanjutnya
"Inilah menjadi bekal kami dalam rangka nanti untuk bisa membahas dan memberikan perhatian usulan kelompok tani. Mudah-mudahan apa diharapkan para petani ini secara bertahap bisa kita realisasikan nantinya," ujarnya
Di akhir dialog, dia juga mengajak masyarakat, khususnya para kelompok tani untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam rangka mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan sejahtera
"Mari kita terus memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan," pungkasnya
Pada kegiatan tersebut Bupati Maesyal Rasyid memberikan santunan kepada anak yatim dan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa bibit, pupuk dan traktor. (Red)