KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng di kantor perusahaan tersebut, Jalan DR. Sitanala, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Senin (12/10/2026).
Dalam momentum peringatan tersebut, Perumda Tirta Benteng menargetkan diri menjadi perusahaan percontohan melalui peningkatan tata kelola manajemen, digitalisasi layanan, serta perluasan jangkauan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Efendy, mengatakan pihaknya terus mematangkan sistem tata kelola manajemen berbasis aplikasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target perusahaan agar menjadi percontohan, baik di tingkat daerah maupun di luar daerah.
“Kami siap mewujudkan target yang diberikan Bapak Wali Kota Sachrudin untuk menjadi perusahaan percontohan. Karena kalau sudah bicara percontohan, tentunya sudah masuk jadi perusahaan terbaik yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Kota Tangerang,” ujar Doddy, Senin (12/10/2026).
Selain memperkuat tata kelola perusahaan, Perumda Tirta Benteng juga terus berupaya meningkatkan jangkauan pelayanan air bersih. Salah satu agenda strategis yang disiapkan adalah ekspansi wilayah pelayanan ke Zona 3 pada 2027.
Doddy menjelaskan, persiapan perluasan pelayanan tersebut telah dilakukan, termasuk percepatan pembangunan jaringan pipa. Perusahaan juga berupaya meningkatkan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan programnya.
“Kami telah menyiapkan program peningkatan jangkauan pelayanan ini dengan sebaik-baiknya. Percepatan pembangunan jaringan pipanya sudah mulai dilakukan, sekaligus meningkatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” tambahnya.
Sebelumnya, Perumda Tirta Benteng memperingati HUT ke-31 melalui kegiatan doa bersama dan pemberian santunan kepada 460 anak yatim yang berasal dari seluruh kecamatan di Kota Tangerang. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka wahana permainan rakyat dan kegiatan festival Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Tigaraksa, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang yang menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka.
Dalam sambutannya, Soma Atmaja menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perayaan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang merupakan momentum bersejarah untuk mensyukuri perjalanan panjang daerah yang kita cintai ini, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Soma.
Menurut Soma, pembukaan wahana permainan rakyat dan festival UMKM bukan sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan hari jadi daerah. Kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, sarana hiburan keluarga, sekaligus kesempatan untuk menggerakkan perekonomian rakyat.
“Wahana permainan rakyat diharapkan dapat menghadirkan suasana yang meriah, menyenangkan, dan ramah keluarga, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat turut merasakan kebahagiaan dalam perayaan HUT Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran festival UMKM merupakan bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar dapat memperkenalkan produk, memperluas pasar, meningkatkan penjualan, serta mengembangkan usaha supaya semakin maju dan berdaya saing.
Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Di balik setiap produk yang dipasarkan, terdapat kerja keras, kreativitas, semangat kewirausahaan, serta harapan keluarga untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung produk lokal. Mari kita cintai, gunakan, dan banggakan produk UMKM daerah kita sendiri,” tuturnya.
Soma juga mengajak masyarakat menjadikan perayaan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang sebagai momentum untuk memperkuat rasa memiliki, kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Kepada para pengunjung, Soma berpesan agar menikmati wahana permainan dan produk-produk UMKM dengan tetap mengutamakan keselamatan serta menjaga lingkungan.
Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, perangkat daerah, pelaku UMKM, pengelola wahana permainan rakyat, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Semoga sinergi dan kolaborasi yang terbangun dapat terus diperkuat demi menghadirkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” pungkasnya.
Melalui wahana permainan rakyat dan festival UMKM ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap perayaan HUT ke-394 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui hiburan keluarga maupun penguatan usaha lokal, sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan dan daya saing masyarakat. (Red)
Jakarta, lensafokus.id -- Kabupaten Tangerang meraih penghargaan Jamsostek Award 2026 atas dukungan dan kontribusi nyata dalam pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Piagam penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Tamgerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri wawancara dan menyampaikan paparan penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Tangerang di Hotel Pullman Jakarta Pusat, Senin (12/10/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh perangkat daerah, pelaku usaha dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam program UCJ di Kabupaten Tangerang
"Alhamdulillah pada hari ini, bersama dengan beberapa kepala OPD antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Dinas Sosial dan juga dari BPJS ketenagakerjaan, kita mendapatkan apresiasi dari tim penilai Jamsostek Award 2026," ujar Bupati Maesyal
Dia mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut diraih karena Kabupaten Tangerang dinilai sangat mendukung dan mampu melakukan inovasi dan terobosan penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja rentan
"Menurut tim penilai bahwa Kabupaten Tangerang cukup berinovasi dalam hal memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat, khususnya para pekerja rentan terhadap kecelakaan dan lain sebagainya," ungkapnya
Bupati Maesyal menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendorong perluasan cakupan UCJ, khususnya para pekerja rentan seperti nelayan, pesapon, petani, pedagang kecil, tukang ojeg dan pekerja rentan lainnya
"Pemerintah daerah dalam hal ini memberikan perhatian dan atensi serius terhadap perlindungan keselamatan para rentan. Jaminan BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun akan kita berikan aloasikan anggaran untuk kepentingan jaminan tersebut," tandasnya
Lanjut dia, pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar kesadaran akan pentingnya perlindungan dan jaminan keselamatan kepada para pekerjanya
"Kita akan terus mendorong perangkat daerah, para pimpinan perusahaan, pelaku usaha dan masyarakat mampu memberikan perlindungan dan jaminan keselamat kerja bagi para pekerjanya," imbuhnya
Bupati Maesyal juga menandaskan bahwa komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan jaminan keselamatan kerja merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat
"Ini adalah tugas bersama. Pemerintah daerah hadir dalam upaya memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat dari sisi jaminan keselamatan, kecelakaan atau kematian," tegasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus merayakan World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia), Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten 2 menggelar aksi Pelayanan Vaksinasi Rabies Gratis bagi hewan peliharaan, bertempat di Halaman Gedung Usaha Daerah (GUD), Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Senin (12/10/26).
Kegiatan edukatif dan preventif ini tidak hanya memberikan layanan suntik vaksin rabies cuma-cuma, melainkan juga membagikan vitamin, obat cacing, sampo khusus hewan, hingga pakan gratis (cat food & dog food) bagi para pencinta dan pemilik hewan peliharaan di Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi tinggi kolaborasi DPKP bersama jajaran dokter hewan PDHI Banten 2 dalam menjaga kesehatan serta ketahanan lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Alhamdulillah, hari ini DPKP Pak Ujang bersama Dokter Joko dan seluruh pegawainya melaksanakan program vaksinasi gratis untuk hewan peliharaan warga Kabupaten Tangerang. Ini adalah wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah terhadap masyarakat yang hobi atau memelihara hewan—mulai dari kucing, anjing, musang, hingga kera," ujar Bupati Maesyal.
Bupati Massyal menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak terbatas pada kesehatan manusia saja, melainkan mencakup makhluk hidup sekitarnya sebagai bagian dari lingkungan sosial yang seimbang.
"Kita semua memberikan atensi dari sisi kesehatan maupun suplemen nutrisi, bukan kepada manusia saja tetapi juga kepada hewan sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang harus mendapatkan bagian perhatian dari kita semua. Makanan kucing, makanan anjing, hingga vitaminnya sudah kita siapkan gratis," jelasnya.
Bupati menyebutkan antusiasme masyarakat sangat tinggi di mana sebanyak 306 ekor hewan peliharaan terdaftar secara online. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen melayani seluruh pendaftar hingga selesai, bahkan memfasilitasi pendaftaran secara on the spot.
"Target kita sebanyak-banyaknya melayani warga. Sampai siang ini sudah ada 80 lebih kucing, 14 anjing, musang, dan ada 3 ekor kera yang juga ikut didaftarkan untuk divaksin. Jika ada yang belum terlayani di tempat pusat ini, layanan vaksinasi dan klinik hewan gratis juga terus dibuka secara bertahap di Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) Balaraja dan Curug," tambah Bupati Maesyal.
Bupati juga mengimbau warga agar memanfaatkan rangkaian program layanan hewan yang disiapkan DPKP, termasuk program sterilisasi gratis hewan peliharaan yang secara bertahap dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, pihak Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi rabies massal di Gedung Usaha Daerah ini merupakan puncak dari rangkaian program memperingati Hari Rabies Sedunia dan Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang.
"Kegiatan hari ini merupakan rangkaian berkelanjutan. Pertama kita mulai pada 1 Oktober lalu di Klinik Hewan, disusul program sterilisasi gratis pada 5 dan 6 Oktober kemarin, dan hari ini puncak vaksinasi rabies gratis. Target vaksinasi kita hari ini mencapai 400 dosis vaksin rabies untuk mengakomodasi pendaftar online maupun pendaftar on the spot di lokasi," ujar Kadis Ujang.
Lebih lanjut Kabid Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Joko Ismadi mengungkapkan bahwa para pemilik hewan yang hadir mendapatkan paket perawatan dan suplemen pendukung guna menjaga imunitas hewan peliharaan pascavaksinasi.
"Selain vaksinasi, masyarakat yang datang kita berikan pakan stimulasi untuk kucing dan anjing, serta kita berikan obat cacing dan sampo khusus hewan. Untuk sosialisasi informasi kegiatan ini, kami sebar secara masif melalui akun Instagram resmi dinas, Instagram klinik hewan, serta media sosial pribadi rekan-rekan pegawai DPKP," tambah Kabid Joko.
Dari sisi teknis keterlibatan tenaga medis hewan, keterlibatan aktif PDHI Banten 2 dalam ajang pelayanan publik ini juga menjadi wadah pengembangan profesi berkelanjutan bagi para dokter hewan. Keterlibatan para dokter spesialis medis hewan pada aksi sosial ini dikonversikan ke dalam kredit Satuan Kegiatan Pembelajaran Berlanjut (SKPB) sebagai salah satu prasyarat pemenuhan Surat Izin Praktik (SIP) dokter hewan di Kabupaten Tangerang.
Manfaat program gratis ini dirasakan langsung oleh masyarakat pencinta hewan. Elias Manao, warga asal Kecamatan Legok, mengaku sangat terbantu dengan adanya program vaksinasi gratis dan pembagian pakan serta vitamin hewan tersebut. Elias membawa 6 ekor kucing hasil penyelamatan (rescue) dari jalanan untuk divaksinasi.
"Sangat membantu sekali dan kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Tangerang, terutama Bapak Bupati atas programnya yang sangat bagus. Bagi kami pemelihara dan pencinta hewan, ini sangat meringankan beban biaya. Biasanya biaya vaksin rabies sekitar Rp75.000 per ekor, kalau bawa 6 ekor terasa sekali harganya. Tapi di sini gratis, ditambah dapat bonus pakan gratis dan obat cacing," tutur Elias.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus rabies di wilayah Kabupaten Tangerang. Langkah pencegahan dini melalui penyuntikan vaksin rabies ini akan terus dimasifkan secara berkala demi mempertahankan predikat Kabupaten Tangerang bebas dari penyakit rabies. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (12/10/2026)
Dengan mengusung tema “GEMILANG” (Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Cemerlang). Kegiatan tersebut turut juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, jajaran perangkat daerah, Camat Teluknaga beserta TP PKK Kecamatan, Kepala Desa Kebon Cau beserta Ketua TP PKK Desa Kebon Cau, serta para peserta dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten beserta seluruh tamu undangan. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat datang kepada tim Ruang Bersama Indonesia Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga. Kami menyambut baik kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan ini sebagai upaya bersama untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak,” ujar Bupati Maesyal.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, keluarga, hingga lingkungan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya untuk terus mengampanyekan gerakan antiperundungan terhadap anak serta terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui edukasi, pencegahan, pendampingan, dan penanganan yang tepat.
“Kita harus terus mengampanyekan gerakan antiperundungan atau Bullying terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dalam ketakutan akibat perundungan. Begitu pula dengan kekerasan terhadap perempuan, kita harus bersama-sama mencegah dan menekan angka kejadiannya,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten, Hj. Irma Narulita, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan merupakan bagian penting untuk melihat secara langsung komitmen serta keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melihat sejauh mana kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah bagi perempuan dan anak,” ujar Hj. Irma Narulita.
Ia menambahkan, melalui penilaian dan verifikasi lapangan tidak hanya sebagai seremonial dan untuk mencari juara, namun menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, juga dirangkaikan dengan penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Adapun bantuan dan program yang dilaksanakan meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta sejumlah program bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu bantuan sosial bagi usaha ekonomi produktif, bantuan sosial tunai bagi penyandang disabilitas, bantuan sosial tunai bagi lanjut usia (lansia), bantuan sosial tunai bagi anak yatim piatu, serta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kebon Cau. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan hewan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular, termasuk rabies. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia sekaligus juga HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan vaksinasi rabies gratis yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Banten II di area parkir Gedung Usaha Daerah (GUD) Puspemkab Tangerang, Senin (12/10/26)
"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan vaksinasi rabies secara gratis, tetapi juga pemeriksaan kesehatan, pengobatan sesuai kebutuhan, vitamin, serta makanan hewan. Pemerintah daerah membantu dan memfasilitasi warga masyarakat yang senang memelihara hewan, untuk diperiksa kesehatannya, termasuk divaksin,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan hewan kesayangan merupakan bagian dari kepedulian bersama yang perlu terus ditingkatkan. Hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, monyet, musang dan hewan kesayangan lainnya, juga membutuhkan perawatan serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah daerah tersebut sekaligus juga bertanggung jawab dalam memelihara hewan.
“Bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga kepada hewan sebagai makhluk Allah, makhluk Tuhan yang harus mendapatkan bagian perhatian dari kita semua,” ungkapnya.
Bupati Maesyal menambahkan, hingga pukul 11.00 WIB tercatat sekitar 80 ekor kucing, 14 ekor anjing, dan satu ekor musang telah mendapatkan vaksinasi. Ada sekitar 300 lebih hewan yang telah terdaftar, dengan target pelayanan awal sebanyak 400 ekor yang bisa dilayani hingga pukul 14.00 WIB.
"Apabila masih terdapat hewan yang belum mendapatkan pelayanan hingga kegiatan berakhir, DPKP akan mengagendakan pelayanan lanjutan. Selain di lokasi kegiatan, layanan vaksinasi dan pemeriksaan hewan juga tersedia melalui fasilitas pelayanan kesehatan hewan di wilayah Curug dan Balaraja sesuai jadwal yang ditetapkan," imbuhnya
Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mengenai temuan kasus rabies. Meski demikian, upaya pencegahan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan hewan, dan edukasi kepada masyarakat.
"Vaksinasi ini merupakan langkah penting pencegahan rabies. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menular dari hewan ke manusia. Kami menghimbau seluruh masyarakat agar terus menjaga kesehatan hewan peliharaan, mengikuti jadwal vaksinasi, serta segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan kondisi yang mencurigakan," tandasnya
Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan kesayangan dan menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter hewan, organisasi profesi, dan masyarakat dalam upaya pencegahan rabies serta mendukung target Indonesia Bebas Rabies 2030. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak anak-anak menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik, seperti bersepeda, berolahraga, dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Menurut Meutya, anak-anak perlu memahami bahwa mengisi waktu dengan aktivitas di luar layar dapat menjadi pilihan yang sehat. Kegiatan tersebut juga memberi kesempatan bagi anak untuk membangun pertemanan, melatih konsentrasi, dan mengembangkan minat di luar dunia digital.
“Bukan karena mama papanya enggak sayang kalian. Tapi kita semua bisa mengalihkan energi kita, salah satunya adalah dengan bersepeda,” ujar Meutya Hafid saat berdialog dengan para siswa dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Tabanan, Bali, Jumat (09/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Meutya berbincang dengan siswa dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Tabanan. Ia juga berinteraksi dengan komunitas pesepeda yang turut hadir untuk menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan bersama orang lain, termasuk lintas generasi.
Meutya Hafid menjelaskan, penggunaan teknologi perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak. Ruang digital memang menyediakan kesempatan untuk belajar dan berinteraksi, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan PP TUNAS untuk melindungi anak dari risiko penggunaan platform digital yang tidak sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Melalui aturan tersebut, pemerintah menerapkan pembatasan terhadap akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.
“Bukannya dilarang seumur hidup naik mobil, tapi tunggu mereka siap. Karena jalanan itu berbahaya untuk anak kecil. Demikian juga sosial media, game online yang kita anggap risikonya tinggi,” jelasnya.
Meutya Hafid juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal melalui internet. Risiko di ruang digital dapat berupa penipuan, perundungan, pendekatan yang mengarah pada eksploitasi anak atau child grooming, hingga penggunaan layanan secara berlebihan.
Dalam dialog bersama siswa, muncul cerita tentang pengalaman tertipu saat melakukan transaksi. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa anak perlu memahami risiko sebelum berinteraksi atau melakukan aktivitas di ruang digital.
“Perlindungan anak tidak cukup hanya dengan menetapkan batas usia. Anak perlu memahami alasan di balik aturan tersebut agar dapat mengenali risiko dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Meutya Hafid juga menjelaskan bahwa PP TUNAS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Platform digital memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan pelindungan anak sesuai profil risiko layanan mereka. Sementara itu, orang tua dan guru berperan mendampingi anak, menjelaskan batasan penggunaan teknologi, dan membantu mereka menghadapi persoalan yang muncul di ruang digital.
“Sekali lagi saya mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut membangun kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan perlu berjalan bersama upaya menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung,” ajaknya.
Melalui sosialisasi PP TUNAS di Tabanan, Kementerian Komdigi mengingatkan bahwa masa anak-anak perlu diisi dengan pengalaman yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Anak tetap dapat mengenal teknologi sesuai usia dan kebutuhannya, dengan perlindungan yang memadai serta keseimbangan aktivitas di dalam dan di luar ruang digital. (Red)
JAKARTA BARAT, lensafokus.id – Yayasan Permata Tigaraksa resmi melantik pengurus dan mengukuhkan dewan untuk periode 2026–2031 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Empurau Restaurant, Jakarta Barat, Minggu (11/10/2026). Dalam momentum tersebut, Bunardy Aloyanto resmi menerima amanah sebagai Ketua Umum Yayasan Permata Tigaraksa untuk lima tahun ke depan.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Ketua Pembina Sudirman (Liu Tung Fung) kepada Bunardy Aloyanto. Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol peralihan mandat kepemimpinan sekaligus dimulainya masa bakti kepengurusan baru Yayasan Permata Tigaraksa.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan perwakilan organisasi lintas perkumpulan. Di antara tamu undangan yang hadir yakni Prof. Dr. Darmadi Durianto, Daniel Johan, Fuidy Luckman, Yordanus selaku Ketua Umum PTK Indonesia, Tjhai Leonardi, Agus Musalim, Venndy Wijaya, Hiu Kon Bun, serta puluhan ketua umum perkumpulan dari berbagai wilayah Jabodetabek.
Kehadiran para tokoh dan perwakilan organisasi tersebut menjadi bagian dari momentum mempererat hubungan antarlembaga serta membuka peluang sinergi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Darmadi Durianto, Daniel Johan, dan Yordanus menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelantikan serta harapan agar kepengurusan baru dapat terus menjaga kekompakan organisasi dan mengembangkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mereka juga menyampaikan harapan agar Yayasan Permata Tigaraksa dapat memperluas kerja sama dengan berbagai organisasi dan komunitas untuk mendukung kegiatan sosial serta memperkuat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Permata Tigaraksa periode 2026–2031, Bunardy Aloyanto, menyampaikan terima kasih kepada para tokoh, senior, sahabat dari berbagai perkumpulan, dan seluruh tamu undangan yang telah memberikan dukungan.
“Amanah ini berat, tetapi bersama kita semua, Permata Tigaraksa akan semakin bersinar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bunardy dalam pidato perdananya.
Ia berharap dukungan dari seluruh unsur organisasi dapat menjadi modal untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menjalankan program-program yayasan secara berkelanjutan.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan tersebut juga diisi orasi kebangsaan oleh Brigjen TNI Fierman Siafirial Agustus, yang hadir mewakili tim penanganan kebakaran hutan di Kalimantan.
Dalam pemaparannya, Fierman menyoroti pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan secara berkelanjutan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembangunan Bank Air, yang dicetuskan oleh Sudirman Indra, sebagai salah satu konsep pendukung ketersediaan sumber air untuk membantu upaya penanggulangan kebakaran hutan.
Gagasan tersebut mendapat perhatian dari para hadirin. Pengembangan konsep seperti Bank Air diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan, dengan tetap memperhatikan kajian teknis, kebutuhan lapangan, dan koordinasi dengan pihak terkait.
Rangkaian acara berlangsung hingga malam hari dan ditutup dengan ramah tamah serta foto bersama. Suasana tersebut menjadi kesempatan bagi para tamu undangan untuk mempererat komunikasi dan persaudaraan antarkomunitas serta organisasi yang hadir.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2031, Yayasan Permata Tigaraksa diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu, penggerak kegiatan sosial, dan sarana pemberdayaan masyarakat.
Kepemimpinan Bunardy Aloyanto bersama jajaran pengurus dan dewan yang baru dikukuhkan diharapkan mampu mendorong program-program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, memperluas kolaborasi, serta memperkuat kontribusi organisasi bagi kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.
Pelantikan ini sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan pengabdian dengan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat. (Red)