Banten

Banten (6438)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menghadiri acara bakti sosial, pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar di Aula Kecamatan Sepatan Timur, Minggu (13/7/25).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bakti sosial berupa bantuan permodalan dan pemeriksaan serta pengobatan gratis tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan PT. LKM. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk mengakomodir keinginan masyarakat membantu fasilitas bantuan permodalan dan meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, khususnya warga di Kec. Sepatan Timur

"Alhamdulillah hari ini saya hadir bersama dengan Ketua MES Kabupaten Tangerang, Pak Camat dengan dokter-dokter dalam rangka melaksanakan bakti sosial dari sisi pelayanan kesehatan dan mengakomodir keinginan masyarakat membantu fasilitas bantuan permodalan dari sisi ekonominya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, bantuan dari aspek kesehatan dan perkonomian kepada masyarakat sangat diperlukan. Ekonomi syariah bukan hanya untuk kegiatan-kegiatan yang menguntungkan finansial saja tapi juga menyentuh langsung kepada sisi sosial ekonomi masyarakat

"Dua hal ini harus beriring dalam rangka memutar roda perekonomian masyarakat. Jadi ekonomi syariah ini saya kira bukan hanya untuk kegiatan-kegiatan yang menguntungkan finansial saja tapi juga berdampak langsung pada sosial dan perkonomian masyarakat," ujarnya

Pihaknya berharap kolaborasi yang telah terjalin antara pemerintah daerah, MES dan LKM semakin kuat dan bisa menggelar kegiatan serupa di seluruh kecamatan nantinya.

"Saya ingin kolaborasi antara MES dengan dokter-dokter yang jemput bola dan PT. LKM ini semakin kuat sehingga bisa menggelar kegiatan serupa di seluruh kecamatan-kecamatan nantinya," pungkasnya

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Kab. Tangerang Dr. KH. M. Mahrusillah mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Tangerang terhadap MES. Selain untuk menyosialisasikan MES, juga bersama pemerintah daerah dan para mitra membantu meringankan beban masyarakat secara langsung, khususnya di Kec. Sepatan Timur.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati beserta seluruh jajarannya dan para bapak-bapak semua atas dukungannya.

Bakti sosial yang disupport oleh Kyai Haji Embay Mulya Syarief dan juga oleh Yayasan Amazing New Beginning mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah bagi bapak-bapak semua," ucapnya.

Lanjut dia, MES selain menggelar sosialisasi dan bakti sosial juga telah beberapa kali mengadakan pelatihan inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat yang menghadirkan pihak OJK. (Red)

Jakarta, lensafokus.id - Permata Tigaraksa merayakan hari ulang tahunnya yang ke-10 dengan tema "Bersama Kita Bisa Bersatu Kita Kuat" di Hai Di Fang Resto Season City, pada Sabtu (12/07/2025) Malam.

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi Permata Tigaraksa untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan.

Dalam perayaan ini, Permata Tigaraksa menunjukkan komitmennya terhadap kegiatan sosial dengan berbagai acara yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pembagian sembako dan doorprize.

IMG 20250713 WA0006

Mereka juga telah menggelar bakti sosial di lingkungan perumahan Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Tema "Bersama Kita Bisa Bersatu Kita Kuat" sangat relevan dengan semangat kebersamaan dan kekuatan yang ingin dibangun oleh Permata Tigaraksa.

“Dengan perayaan ulang tahun ke-10 ini, Permata Tigaraksa berharap dapat semakin memperkuat hubungan dengan masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama”,Harapan Ketua Umum Permata Tigaraksa, Bunardi Aloyanto. (Lingga)

Tenjo, lensafokus.id – Menindaklanjuti arahan Bupati Bogor untuk menata seluruh wilayah Kabupaten Bogor agar lebih indah, bersih, dan tertata, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan langkah konkret di lapangan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan operasi pembersihan sampah liar di sepanjang Jalan Raya Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, dan Jalan Raya Tenjo, Kecamatan Tenjo, pada Jumat (11/7/25).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh UPT Pengelolaan Sampah Wilayah VIII Jasinga di bawah koordinasi DLH Kabupaten Bogor. Proses pengangkutan dan pembersihan sampah diawasi langsung oleh Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah VIII Jasinga, Suryadi.

"Tiga armada kita turunkan untuk mempercepat proses pengangkutan dan membersihkan sampah liar yang kerap mencemari lingkungan serta merusak estetika kawasan," jelas Suryadi.

Menurutnya, operasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bogor untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat, sekaligus menjadi contoh penataan wilayah yang terintegrasi di seluruh kecamatan.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta aktif dalam kegiatan gotong royong dan pelestarian lingkungan," tegasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menghadiri wisuda ke-12 yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-23 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Perdana Indonesia (STIE PPI) Tangerang di Grand Ball Room Novotel Hotel, Kota Tangerang, Sabtu (12/7/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan dan seluruh civitas akademika STIE PPI atas wisuda dan dies natalisnya yang ke-23. Semoga di usia yang ke-23 tahun tersebut, STIE PPI dapat memberikan andil yang penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya di bidang ekonomi dan manajemen.

"Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati saya juga ucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih selama menjalankan studi. Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-23 kepada STIE PPI Tangerang," ucap Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, momentum wisuda dan dies natalis ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah berkelanjutan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan, khususnya di Kabupaten Tangerang.

"Saya yakin dan percaya, para lulusan dari STIE PPI Tangerang merupakan insan insan yang kaya akan ilmu, memiliki kompetensi, dan memiliki karakter yang unggul dan berdaya saing sehingga dapat berkontribusi dalam dunia kerja maupun kemampuan berwirausaha secara mandiri," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing daerah. Pihaknya pun mengajak seluruh pihak termasuk institusi pendidikan tinggi untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah

"Saya mengajak peran dari seluruh pihak, termasuk akademisi untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sehingga mampu mengelola sumber daya yang dimiliki dan dapat turut serta secara aktif dalam pembangunan daerah," katanya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal juga menekankan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk terus belajar, memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi agar siap bersaing dan beradaptasi menghadapi tuntutan dunia kerja dan dunia usaha yang membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, adaptif dan inovatif, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

"Jadilah bagian dari generasi unggul, generasi yang mampu bersaing, dan generasi yang siap membawa Kabupaten Tangerang, bahkan Indonesia, menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Ketua STIE PPI, Dr. Juanda, S.E., S.H., M.M., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika dan para wisudawan atas kerja keras dedikasi dan keberhasilan yang telah ditunjukkan selama proses pendidikan.

"Kami mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara dan saudari dalam menyelesaikan pendidikan di STIE Putra Perdana Indonesia. Suatu keberhasilan yang hendaknya dapat dijadikan sebagai titik awal untuk meraih keberhasilan yang lebih besar lagi di masa yang akan datang," ujarnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang H Moch Maesyal Rasyid secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan 51 unit rumah layak huni yang merupakan hasil kolaborasi antara Habitat for Humanity Indonesia dan Prudential Indonesia di Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (12/07/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya nyata sinergitas dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pihak swasta dan relawan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan keluarga prasejahtera.

Dia mengapresiasi komitmen dan konsistensi Prudential dan Habitat dalam membangun hunian yang layak serta mendukung pengembangan wilayah pesisir.

"Terima kasih kepada para relawan, Habitat for Humanity yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi soal membangun harapan dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat, terutama nelayan dan keluarga pesisir," ungkap Bupati Maesyal.

Dia menegaskan, program pembangunan rumah layak huni menjadi awal dari penataan kawasan pesisir secara menyeluruh yang dimulai dari penyediaan infrastruktur dasar seperti penerangan, air bersih, jalan lingkungan, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan.

"Kita siapkan rumahnya, kita bangun akses dan infrastruktur dasarnya, kita dorong agar ada aktivitas ekonomi dan pendidikan di sini. Saya yakin masyarakat akan mandiri jika kita hadir memberi fasilitasi yang tepat," tandasnya.

Menurut dia, program pembangunan rumah layak huni ini nantinya tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, melainkan juga bertujuan untuk mendorong kemandirian warga. Pihaknya berharap agar ke depan juga bisa dibangun fasilitas pendidikan, kesehatan, serta sentra ekonomi lokal berbasis potensi hasil laut seperti kerupuk ikan, otak-otak, dan produk olahan lainnya.

"Mari kita lanjutkan kolaborasi ini. Insya Allah dengan niat yang tulus dan kerja sama semua pihak, masyarakat pesisir bisa hidup lebih sejahtera, sehat, dan mandiri," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, pihak Habitat for Humanity Indonesia, Erwin Sulaksono mengatakan mengatakan bahwa sebanyak 110 unit rumah akan dibangun di kawasan Tanjung Kait, dengan pendekatan swadaya berbasis komunitas.

"Rumah yang dibangun berukuran 30 meter persegi, terdiri dari dua kamar tidur, ruang keluarga dan dapur. Pembangunan dilakukan dengan partisipasi aktif warga sehingga mereka turut memiliki rasa kepemilikan terhadap rumah yang dibangun," jelas Erwin.

Dia menambahkan, pihaknya telah membangun lebih dari 1.300 rumah di Kecamatan Mauk sejak beberapa tahun terakhir dengan penguatan infrastruktur seperti tanggul, dermaga kapal, hingga potensi pengembangan wisata laut. (Red)

Lebak, lensafokus.id - Puluhan Lokasi Tambang Batubara di Kawasan lahan milik Perhutani di Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak,Banten tak tersentuh hukum.
Penambang batubara ilegal di blok :
1. Pamandian
2. Jati
3. Cinunggul
4. Cioray
5. Awi Kasap
6. Cierang Manium
7. Cepak Pasar
Adalah perbuatan melanggar hukum Undang- Undang Nomor 4 Tahun 2009 . Undang - undang nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan minerba.

Peraturan Pemerintah pengganti undang undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja. Peraturan pemerintah nomor 96 tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan usaha tambang minerba. Peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2024.

Mereka sudah sejak lama menggali batubara dari perut bumi tanpa merasa bahwa aktivitas berada dilahan bukan miliknya.

Sementara pihak Kantor Pemangku Hutan ( KPH) Perhutani wilayah Bayah pihak yang bertanggungjawab nampak biasa - biasa saja, padahal tugasnya menjaga tanaman kayu dan lainya yang ada di lahan Perhutani.

Berdasarkan penelusuran tim advokasi Badak Banten Perjuangan ada aliran dana dari penambang kepada KPH dan pihak lain melalui pengepul dana kordinasi sudah sejak lama berlangsung.

Dikatakan Eli Sahroni hasil tim Investigasi mendapatkan keterangan dari sejumlah penambang tentang penghasilan batubara dan kordinasi.
Dari satu lokasi tambang dapat menghasilkan sedikitnya 20 hingga 25 ton setiap hari disaat musim kemarau artinya kalau saat cuaca tidak hujan.
Untuk menjual batubara bagi penambang tidak sulit karena sudah ada pembeli bahkan para penambang di berikan bantuan modal oprasional dengan sistem di potong saat menjual hasil tambangnya.

 

" Puluhan ton penambang bisa menghasilkan batubara dalam satu hari di satu lokasi. Mereka jual ketengkulak pengusaha pribumi", kata Eli Sahroni.Sabtu 12/07/2025

Eli Sahroni menjelaskan pengepul batubara notabene tengkulak itu merangkap sebagai penyalur dana kordinasi untuk di tingkat PolHut, Polri, Dinas ESDM dan Administratur Pemangku Hutan ( APH) Perhutani Banten dan pihak lainya di level atas.

Sementara untuk mengkordinasikan kepada pihak ekternal di tingkat bawah itu beda lagi artinya jalur kordinasinya terpisah.

" Dalam satu bulan puluhan juta uang hasil kejahatan mencuri batubara dari lahan perhutani tak berijin mengalir ke kantong pribadi oknum Perhutani, Distamben, Polisi ,Muspuka dan rekan- rekan lainya", kata Eli Sahroni

PLN KENA SANKSI DENDA DAN PIDANA MEMASOK LISTRIK KE TAMBANG ILEGAL

Berdasarkan laporan Tim Investigasi ditemukan jaringan listrik Perusahaa Listrik Negara ( PLN) terpasang di lokasi tambang batubara.
Padahal PLN dilarang memasok listrik ke tambang ilegal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Pelaku pemasok penyambung aliran listrik ke Tambang ilegal dapat dikenai pidana penjara dan denda besar.

 

" Risiko hukum keduanya baik tambang ilegal maupun pemasok dan pemasangan listriknya ilegal dapat dikenai sanksi hukum berat dan denda besar", jelas Eli Sahroni

Eli Sahroni mengatakan, pemasangan jaringan listrik ke tambang batu bara rakyat tanpa izin, baik izin dari pemilik lahan maupun izin resmi dari instansi terkait harus sesuai dengan prosedur yang berlaku dan memenuhi persyaratan teknis serta perizinan yang ditetapkan.

Diantaranya.

1. Izin Pemilik Lahan:
Pemasangan jaringan listrik, termasuk tiang dan kabel, memerlukan izin dari pemilik lahan yang dilalui oleh jaringan tersebut. Jika tidak ada izin, tindakan ini dapat dianggap sebagai pelanggaran hak atas kepemilikan lahan dan dapat dituntut secara hukum.
2. Izin Usaha Ketenagalistrikan.
Tambang batu bara, termasuk tambang rakyat, juga harus memiliki izin usaha ketenagalistrikan yang sesuai. Pemasangan jaringan listrik untuk keperluan tambang harus terintegrasi dengan izin usaha tersebut. PLN tidak boleh memasok listrik ke tambang yang tidak memiliki izin usaha yang sah.
3. Keselamatan dan Standar Teknis.
Pemasangan jaringan listrik harus memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan, seperti Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Pemasangan yang tidak sesuai standar dapat membahayakan pekerja tambang dan masyarakat sekitar, serta berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
4. Pihak
PLN memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap pemasangan jaringan listrik dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika PLN melakukan pemasangan tanpa izin dan melanggar aturan, mereka dapat dikenai sanksi administratif maupun pidana.

5. Potensi Kerugian.
Pemasangan listrik ilegal pada tambang batu bara dapat merugikan negara karena potensi hilangnya pendapatan pajak dan royalti. Selain itu, kegiatan ilegal ini juga dapat merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat.

"Pemasangan jaringan listrik ke tambang batu bara rakyat tanpa izin adalah tindakan yang melanggar hukum dan etika. PLN sebagai penyedia layanan listrik harus memastikan bahwa setiap pemasangan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk mendapatkan izin dari pemilik lahan dan instansi terkait, serta memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan", imbuhnya (Cecep)

Page 122 of 644
Go to top