Wabup Intan Resmikan Ruang Kelas Baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek

Tangerang, lensafikus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus meresmikan ruang kelas baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kecamatan Kresek, Kamis (21/05/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Riyadlul Jannah atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter generasi muda.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami ucapkan selamat kepada SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek atas ruang kelas barunya dan apresiasi juga kepada pihak yayasan yang terus peduli menghadirkan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi para siswa-siswinya,” ujar Wabup Intan

Menurut dia, peresmian ruang kelas baru tersebut bukan hanya acara seremonial semata, namun juga merupakan simbol semangat dan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana pendidikan yang memadahi merupakan salah satu pondasi penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman

“Peresmian ruang kelas baru ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang. Sarana pendidikan yang memadai merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang nyaman, efektif, dan mampu melahirkan generasi unggul, berakhlakul karimah, serta berdaya saing,” jelasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen meningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas baik formal maupun nonformal.

“Pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri, kami juga terus mendorong pihak lainnya untuk berkolaborasi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, baik formal dan nonformal agar anak-anak Kabupaten Tangerang bisa menjadi generasi penerus yang tangguh, berkarakter dan mampu bersaing nantinya,” ungkapnya

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat menuntut ilmu, hormat kepada guru dan orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Gunakan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta isi masa muda dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMP Riyadlul Jannah Boarding School, Abdul Rojak menyampaikan bahwa sekolah SMP Riyadlul Jannah Boarding School berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini telah memiliki ratusan siswa. Pihaknya berharap ruang kelas yang baru bisa memberikan kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar di sekolah

“Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu menunjang kebutuhan belajar mengajar serta mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Selain itu kualitas pendidikan di SMP Riyadlul Jannah Boarding School semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya

Selain peresmian ruang kelas baru, kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendukung pendidikan sebagai simbol komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang. (Red)

Bupati Tangerang Serahkan Bantuan 50 Gerobak UMKM dan Kompor Gas Untuk Warga 3 Kecamatan

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka acara sosialisasi legalitas usaha dan secara simbolis menyerahkan hibah peralatan usaha berupa gerobak UMKM dan kompor gas kepada warga Kecamatan Pakuhaji, Teluknaga dan Kecamatan Kosambi. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Teluknaga, Kamis (21/05/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada para warga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 di 3 kecamatan agar mereka bisa membuka usaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga

"Kami hadir bersama Dinas Koperasi, Dansatradar, ada juga Camat Pakuhaji, Teluknaga, Camat Kosambi dan Forkpimcamnya memberikan bantuan kepada masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berupa 50 gerobak plus juga dengan kompor gas, masing-masing desa 10 unit untuk meraka usaha," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan bahwa bantuan hibah peralatan usaha tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk mendorong mereka meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong laju pertumbuhan perekonomian daerah.

"Alhamdulillah mereka hadir semua. Mereka juga akan berusaha untuk bisa dagang, berjualan untuk kepentingan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ini bagian program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang mudah-mudahan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya

Dia juga menambahkan selain memberikan bantuan peralatan usaha, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi para penerima manfaat untuk mendapatkan pinjaman lunak permodalan dan memberikan pendampingan serta pelatihan mengembangkan usahanya.

"Kalau memang perlu mendapatkan permodalan, kita akan fasilitaskan dengan bantuan pinjaman lunak nanti dari UPDB. Dinas Koperasi juga membantu mereka agar dibentuk berkelompok sehingga nanti bebannya tidak terlalu berat untuk bisa memenuhi kewajibannya setiap bulan membayar bunganya sekitar 4% masih di bawah bank," imbuhnya

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Rd. Anna Ratna Maemunah mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan pemberian hibah bantuan peralatan usaha tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya legalitas usaha dan mendorong produktifitas dan kualitas usaha para pengusaha mikro.

"Sasaran kegiatan ini adalah pengusaha mikro dari Desa Gaga, Kelurahan Pakuhaji Kecamatan Pakuhaji, Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Desa Pangkalan, dan Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga. Seluruhnya berjumlah 50 pengusaha mikro dengan kriteria Desil 1 dan Desil 2," ungkap Anna

Kegiatan sosialisasi legalitas usaha ini merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengusaha mikro terhadap pentingnya legalitas usaha seperti nomor induk berusaha, sertifikasi halal, sertifikasi HAKI dan perizinan lainnya.

Lanjut dia, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran legalitas usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk serta daya saing usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Adapun bentuk dukungan yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi: sosialisasi dan edukasi terkait legalitas usaha, penyerahan hibah peralatan usaha berupa gerobak UMKM sebanyak 50 unit, kompor gas 2 tungku sebanyak 50 unit dan regulator gas sebanyak 50 unit serta penguatan kapasitas usaha," imbuhnya. (Red)

Wabup Intan Ajak Guru PAI Terus Perkuat Pendidikan Karakter dan Tingkatkan Inovasi Hadapi Era Digital

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak para guru Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk terus menguatkan pendidikan karakter dan terus berinovasi menghadapi tantangan moral dan sosial di era digital dan pesatnya perkembangan informasi global saat ini. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Wilayah I yang berasal dari 11 kecamatan. Acara tersebut digelar di GSG Kecamatan Sukamulya, Kamis (21/05/26)

“Saya mengajak seluruh guru PAI, khususnya di wilayah I ini untuk terus menguatkan pendidikan karakter kepada anak didik dan mampu berinovasi menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam proses Pendidikan,” ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa guru agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.Para guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan dan memberikan ilmu pengetahuan namun juga harus menjadi teladan bagi para anak didiknya

“Guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral bagi peserta didik,” tegasnya

Lanjut dia, tantangan moral dan sosial pesatnya pekembangan teknologi dan informasi yang dampaknya banyak dirasakan berupa merosotnya moral, kepedulian sosial, intoleransi, meningkatknya tindak kekerasan dan pelecehan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama, sedini mungkin baik oleh pemerintah, sekolah, keluarga maupun masyarakat

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tandasnya

Dia berharap kegiatan tersebut selain untuk menguatkan silahturahmi juga melahirkan semangat, wawasan, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam demi menciptakan generasi muda Kabupaten Tangerang yang religius, berkarakter, toleran, dan berintegritas.

“Saya harap kegiatan ini, kita tidak hanya bisa saling bersilahturami, tapi juga melahirkan semangat dan wawasan baru dan meningkatkan kompetensi serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, karakter dan ahklak para generasi penerus bangsa,” harapnya

Menyoroti masih belum meratanya kebutuhan guru PAI di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata.

“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata meskipun bertahap,” pungkasnya. (red)

Tutup Festival Literasi Tangerang Gemilang, Wabup Intan Dorong Transformasi Perpustakaan Yang Menarik, Modern Dan Berwarna

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong transformasi perpustakaan untuk lebih menarik dan berwarna guna meningkatkan minat dan kujungan generasi muda, khususnya Gen Z dan Apha Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut diutarakan, Wabup Intan saat menutup Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 di Halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kamis (22/05/26)

"Saya minta berubah semua, supaya perpustakaan itu bisa lebih menarik, modern, lebih berwarna, dan penataannya lebih enak serta nyaman. Kalau zaman sekarang anak-anak bilangnya Instagramable," ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami informasi dan berita yang beredar di masyarakat

"Literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami setiap informasi itu sangat penting agar kita mampu berpikir kritis, kreatif, cerdas dan membangun karakter yang berkualitas," tandasnya

Menurut dia, kemampuan berpikir kritis dan cerdas bukan hanya membaca dan mudah percaya informasi berdasarkan judul atau cuplikan singkat di media sosial yang sering kali menimbulkan misinformasi yang merugikan dan membahayakan keharmonisan. Untuk itu kemampuan berpikir cerdas dan kritis itu harus dibangun dengan membaca dan melihat sebuah berita secara utuh dan valid kebenarannya

"Berpikir kritis itu bukan hanya membaca dan mudah percaya berita yang sepotong-potong di media sosial, tapi kemampuan dan keterampilan untuk memahami berita atau informasi secara utuh dan cek kebenarannya," tandasnya

Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan minat baca masyarakat, kreatifitas dan mendorong munculnya karya-karya literasi yang dibuat oleh generasi muda serta menjadikan perpustakaan semakin aktif berperan sebagai pusat pembelajaran

"Melalui kegiatan ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin meningkat, perpustakaan semakin aktif menjadi pusat pembelajaran, dan generasi muda semakin terdorong untuk berkarya serta berprestasi," tandasnya

Wabup Intan juga mendorong Dinas Perpusip untuk lebih berani dan rutin menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca dan kreatifitas generasi muda, khususnya anak-anak sekolah

"Untuk memacu kreativitas, Saya usul agar tahun depan, Dinas Perpusip bisa adakan lomba menulis bagi anak sekolah. Karya-karya terbaik nantinya akan dicetak dan dijadikan koleksi resmi di Perpustakaan Kabupaten Tangerang," ujarnya

Dia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para panitia, komunitas literasi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan menarik

"Kepada seluruhnya, saya berharap festival ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan memperluas wawasan," pungkasnya

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan talkshow bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan Shahnaz Haque, penyerahan piagam penghargaan, pameran dan persembahan tarian dan lagu dari anak-anak. (Red)

Inovator Bank Air dan CEO ILCMI Bertemu di Jakarta, Bahas Solusi Krisis Air dan Infrastruktur Masa Depan

JAKARTA, lensafokus.id – Langkah besar menuju penguatan ketahanan air nasional mulai dibangun. Inovator konsep Bank Air dan Tol Air, Sudirman Indra melakukan pertemuan strategis dengan CEO PT ILCMI, Dr. Sofian Tjandra di kantor PT ILCMI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan dua tokoh tersebut membahas berbagai gagasan inovatif terkait pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di tengah ancaman krisis air dan perubahan iklim yang semakin nyata.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, keduanya berdiskusi mengenai peluang kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat implementasi sistem pengelolaan air yang modern, ramah lingkungan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sudirman Indra menegaskan, silaturahmi tersebut bukan hanya agenda pertemuan biasa, melainkan upaya menyatukan visi besar demi masa depan pengelolaan air di Indonesia.

“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini tentang bagaimana menyatukan visi agar inovasi Bank Air dan Tol Air dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Konsep Bank Air dan Tol Air sendiri dinilai sebagai salah satu solusi alternatif dalam menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mengantisipasi persoalan banjir dan kekeringan yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, CEO PT ILCMI, Sofian Tjandra menyambut positif gagasan yang dibawa Sudirman Indra. Menurutnya, pendekatan pengelolaan air berbasis konservasi sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.

Ia menilai, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Permasalahan banjir dan kekeringan membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Karena itu, gagasan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan,” ungkap Sofian.

Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama konkret ke depan, mulai dari penyusunan kajian teknis, sosialisasi program kepada masyarakat dan pemerintah daerah, hingga implementasi pilot project di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan serius terkait tata kelola air.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara inovator, dunia usaha, dan lembaga strategis menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan air nasional sekaligus membangun infrastruktur yang tangguh menghadapi perubahan iklim di masa depan. (Red)

Serius Cetak SDM Penerbangan, Bupati Tangerang Siapkan Putra Daerah Terbaik Masuk PPIC Curug

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan dan pertemuan lanjutan dengan jajaran manajemen Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC), di Kecamatan Legok, Rabu (20/5/26).

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di bidang penerbangan, khususnya bagi putra-putri asli Kabupaten Tangerang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional

Dalam keterangannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pertemuan tersebut membahas tindak lanjut program penerimaan calon mahasiswa atau taruna melalui skema Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemkab Tangerang telah menyiapkan putra-putri terbaik untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan di dunia penerbangan melalui PPIC.

“Kita telah menyiapkan putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang yang dipersiapkan menjadi pilot yang benar-benar asli Kabupaten Tangerang di PPIC ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia mengungkapkan, dirinya memiliki mimpi besar agar nantinya ada generasi muda asli Kabupaten Tangerang yang berhasil menjadi pilot lulusan PPIC dan mampu mengharumkan nama daerah.

“Saya punya mimpi ada anak asli Kabupaten Tangerang yang jadi pilot lulusan dari sini. Saya akan bangga sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemkab Tangerang telah menyiapkan kuota sekitar 9 orang calon taruna yang akan mengikuti pendidikan di PPIC melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang.

Dari jumlah tersebut, dua (2) orang dipersiapkan untuk mengambil program pendidikan pilot, sementara sisanya diarahkan ke bidang teknis penerbangan lainnya seperti mekanik dan program keahlian pendukung lainnya.

“Kami menyiapkan kuota sembilan orang yang akan masuk di PPIC, dengan kuota menjadi pilot dua orang, dan sisanya menjadi mekanik serta bidang lainnya,” tambahnya.

Pihaknya berharap kerja sama ini mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat serta melahirkan generasi profesional di sektor penerbangan yang berasal dari Kabupaten Tangerang.

Selepas pertemuan, Bupati Tangerang berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas yang dimiliki oleh PPIC, salah satunya adalah Flight Simulator dan mencoba menerbangkan pesawat melalui Flight Simulator tersebut. (Red)

Dukcapil Dorong Transformasi Digital Melalui 'IKD Goes to Campus' di Universitas Prasetiya Mulya

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang secara resmi memulai rangkaian program akselerasi digitalisasi administrasi kependudukan melalui kegiatan bertajuk "Talkshow & Sosialisasi Aplikasi IKD Goes to Campus".Universitas Prasetiya Mulya Kampus BSD terpilih menjadi perguruan tinggi pertama sekaligus pelopor dalam pelaksanaan gerakan sosialisasi yang menyasar langsung kelompok civitas akademika dan generasi muda ini, Selasa(19/05/26).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi pemerintah daerah dalam merespons perkembangan teknologi yang kian masif, sekaligus merombak sistem pelayanan publik konvensional berbasis fisik menuju ekosistem digital yang efisien melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dalam kesempatan ini, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi, menekankan betapa krusialnya peran Administrasi Kependudukan (Adminduk) sebagai fondasi utama dari seluruh roda pelayanan publik di Indonesia. Adminduk bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan pintu gerbang utama yang mengintegrasikan masyarakat dengan berbagai fasilitas negara, mulai dari sektor kesehatan, jaminan sosial, hingga sektor pendidikan tinggi.

"Adminduk ini seperti jargon yang selalu dilontarkan, bukan pelayanan dasar, tapi menjadi dasar bagi semua pelayanan. Mau ke rumah sakit, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Pasti ber-urusan dengan adminduk. Kita mencatat semua, dari mulai lahir sampai meninggal, itu kita catat semua," ujar Kadisdukcapil Fachrul Rozi.

Lebih lanjut, ia memaparkan tantangan geografis dan demografis luar biasa yang dihadapi oleh Kabupaten Tangerang. Dengan luas wilayah mencapai 1.001 kilometer persegi dan total populasi yang melonjak hingga 3.500.000 jiwa pada tahun 2025, sentralisasi pelayanan publik di masa lalu sempat menimbulkan hambatan serta keterlambatan dalam pemenuhan hak-hak sipil warga.

Mengantisipasi hal tersebut, Disdukcapil telah melakukan ekspansi layanan secara agresif sepanjang tahun 2025 dengan membuka loket pelayanan di 29 kecamatan, satu Mall Pelayanan Publik (MPP), serta satu Gerai Pelayanan Publik. Penambahan titik layanan baru pun dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang guna mendekatkan jarak birokrasi kepada masyarakat urban dan sub-urban.

"Dulu Kabupaten Tangerang pelayanan adminduk itu masih terfokus di dinas. Dengan luas wilayah 1.001 kilometer persegi, jumlah penduduk 3.500.000 (2025), itu ada sedikit hambatan dan terganggu pelayanan. Sehingga di tahun 2025 di bulan April, kemudian November, kita sudah membuka loket pelayanan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang, 29 kecamatan. Satu Mall Pelayanan Publik, satu Gerai Pelayanan Publik, dan nanti di bulan Oktober kita juga akan membuka lagi Mall Pelayanan Publik yang daerah Suvarna Sutera, satu di Citra, kemudian di Termoda," jelas Kadisdukcapil Fachrul Rozi.

Meskipun infrastruktur fisik terus diperluas, Disdukcapil menilai bahwa digitalisasi penuh melalui IKD merupakan solusi jangka panjang yang paling mutakhir dan efisien. Aplikasi IKD dirancang untuk mengintegrasikan dokumen kependudukan esensial seperti KTP-el, Kartu Keluarga (KK), data biodata keluarga, hingga akta kelahiran langsung ke dalam gawai pintar (smartphone) milik penduduk.

"Tujuannya Agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Ditambah sekarang era digitalisasi, kedepanya pelayanan adminduk itu bisa dilakukan secara lebih efisien melalui aplikasi digital. Salah satunya nanti yang akan disampaikan oleh Pak Suseno terkait IKD," tambahnya.

Implementasi IKD ini juga diproyeksikan menjadi jawaban konkret atas permasalahan klasik kelangkaan blangko KTP fisik yang kerap dikeluhkan warga di masa lampau. Walaupun Disdukcapil menjamin ketersediaan pasokan blangko fisik di Kabupaten Tangerang aman hingga akhir tahun anggaran berkat skema belanja hibah, peralihan ke format digital dipandang jauh lebih praktis dan adaptif terhadap gaya hidup mobile generasi masa kini.

"Dulu ramai, Blangko kosong, KTP tidak bisa dicetak, Tapi untuk kabupaten insyaallah untuk blangko kita aman sampai dengan akhir tahun karena kita sudah belanja hibah. salah satu alternatif supaya untuk tidak terlalu monoton di blangko, adalah IKD," jelasnya lagi.

Dalam kegiatan tersebut, isu krusial mengenai privasi dan keamanan data siber yang kerap menjadi kekhawatiran publik dikupas secara tuntas oleh Pak Suseno, seorang pakar keamanan informasi yang dihadirkan langsung sebagai narasumber utama. Sesi interaktif ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya untuk bertukar pikiran dan mendalami sistem proteksi enkripsi yang diterapkan dalam platform IKD.

Menutup agenda sosialisasi, Kadisdukcapil Fachrul Rozi menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan serta seluruh civitas akademika Universitas Prasetiya Mulya atas keterbukaan mereka menjadi mitra pertama program ini. Kerja sama ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, serta perluasan layanan adminduk berbasis kampus yang lebih luas ke depan di wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Tinjau Kesiapan Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang

Tangerang, lensafokus.id - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Kampus UNITOP dan Kampus Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang untuk meninjau kesiapan pembentukan dua perguruan tinggi vokasi baru, Selasa (19/05/26). Kunjungan tim tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.

Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan dua perguruan tinggi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat di sektor industri dan kesehatan. Kampus Universal Tourism Polytechnic (UNITOP) akan fokus pada bidang hospitality, sedangkan Polytechnic Volunteer di bawah Yayasan PMI Kabupaten Tangerang akan fokus pada pendidikan kesehatan vokasi.

Menurut Soma, pendidikan vokasi memiliki karakteristik berbeda dibanding perguruan tinggi pada umumnya karena menitikberatkan pembelajaran praktik sebesar 70 hingga 80 persen dan teori sekitar 20 hingga 30 persen. “Kedua kampus ini memang disiapkan agar lulusannya langsung siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Tangerang saat ini berkembang menjadi pusat industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dengan pertumbuhan hotel, kafe, ruang konferensi, dan event nasional maupun internasional yang terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sumber daya manusia profesional di bidang hospitality dan pengelolaan event.

“Banyak industri hospitality berkembang di Kabupaten Tangerang. Karena itu, kami harus menyiapkan tenaga profesional yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional maupun internasional,” ujarnya

Selain sektor pariwisata, Pemkab Tangerang juga mendorong penguatan pendidikan vokasi kesehatan melalui Polytechnic Volunteer. Jurusan yang direncanakan meliputi teknologi bandara, fisioterapi, dan gizi yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi di rumah sakit, klinik, dan lembaga pelayanan kesehatan lainnya

Soma menambahkan, sekolah vokasi dengan fokus teknologi bandara dan kesehatan masih sangat terbatas di Indonesia. Kehadiran politeknik tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional, khususnya di lingkungan PMI dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong lahirnya dua politeknik baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menyebut saat ini di Provinsi Banten baru terdapat sekitar 84 perguruan tinggi, sedangkan di Kabupaten Tangerang baru terdapat 15 perguruan tinggi.

“Nah, ini tentunya masih sangat terbatas. Karena itu, kehadiran dua politeknik baru ini sangat dibutuhkan, apalagi program studinya benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan kesehatan saat ini,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, program studi teknologi bandara saat ini baru tersedia di dua perguruan tinggi di Indonesia, padahal hampir seluruh pemerintah daerah membutuhkan tenaga profesional di bidang tersebut. Selain itu, tenaga fisioterapi juga masih sangat terbatas di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Lukman juga menyoroti tingginya kebutuhan tenaga kerja hospitality, baik di wilayah Banten maupun luar negeri. Menurut dia, industri pariwisata dan perhotelan terus berkembang, namun ketersediaan SDM terampil masih belum mampu memenuhi permintaan pasar, termasuk kebutuhan tenaga kerja di kapal pesiar dan jaringan hotel internasional.

“Ini momentum yang sangat tepat dari Pemda Kabupaten Tangerang. Dua politeknik ini akan menyiapkan SDM yang daya serap kerjanya sangat baik di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini,” katanya.

Pihaknya menargetkan seluruh persyaratan administrasi dan akademik pembentukan kedua politeknik tersebut dapat diselesaikan pada Juli 2026. Dengan begitu, Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer diharapkan sudah dapat mulai beroperasi paling lambat September atau Oktober 2026.

“Harapan kami tim bisa bekerja keras memenuhi seluruh persyaratan. Kalau semuanya berjalan lancar, September atau paling lambat Oktober nanti dua politeknik ini sudah bisa beroperasi,” tutup Lukman. (Red)

Hadiri Pertemuan Gubernur DKI Jakarta, Bupati Tangerang Perkuat Sinergi Pembangunan Aglomerasi Jabodetabek

JAKARTA, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/26),

Pertemuan lintas daerah tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antarwilayah demi mewujudkan pembangunan metropolitan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiasi kerja sama yang dibangun antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang.

Salah satu pembahasan utama adalah rencana optimalisasi lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 95 hektar yang berada di Desa Ciangir, Kecamatan Legok , Kabupaten Tangerang. Menurut Bupati Tangerang, lahan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program strategis nasional.

“Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemda DKI yang ada di Desa Ciangir ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, dari total lahan 95 hektar tersebut, sekitar 1,4 hektar telah digunakan untuk fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sementara sisanya akan dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan pemukiman, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air.

“Ada sekitar 38 hektar yang diperuntukkan bagi sektor pertanian dan 47 hektar untuk kawasan pemukiman. Di dalamnya juga direncanakan pembangunan tandon air. Yang terpenting, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pembahasan teknis pemanfaatan lahan ini akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Tangerang,” jelasnya.

Selain penataan lahan, pertemuan tersebut juga membahas penanganan isu strategis kawasan perkotaan, di antaranya pengelolaan sampah, pengendalian banjir, dan pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa hubungan antara Jakarta dan Banten merupakan hubungan yang saling membutuhkan dan harus diperkuat melalui kolaborasi konkret lintas wilayah.

“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi,” ujar Andra.

Di bidang lingkungan, Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), termasuk di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.

Sementara dalam upaya pengendalian banjir, para kepala daerah juga menyepakati rencana pembangunan embung besar melalui dukungan kolaboratif antara DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang guna mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.

Di sektor transportasi, pengembangan dan perpanjangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) menuju wilayah Tangerang juga terus dibahas dalam tahap kajian teknis sebagai langkah meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

"Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan kawasan metropolitan yang lebih tertata, tangguh, modern, dan sejahtera bagi masyarakat Jabodetabek," pungkasnya. (Red)

Diduga Terstruktur dan Kebal Hukum, Peredaran Obat Keras Ilegal di Subang Kian Merajalela

Subang, lensafokus.id – Maraknya peredaran obat keras ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan. Aktivitas bisnis haram tersebut diduga berjalan secara terstruktur dan sistematis, bahkan terkesan kebal hukum meski telah beberapa kali diberitakan oleh berbagai media.

Salah satu lokasi yang disebut masih aktif beroperasi berada di kawasan Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Di lokasi tersebut, kios penjual obat keras ilegal diduga tetap menjalankan aktivitasnya secara terang-terangan tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).

Ironisnya, meski persoalan tersebut telah berulang kali menjadi perhatian masyarakat dan media, praktik peredaran obat keras ilegal itu disebut masih berjalan mulus seolah tidak tersentuh hukum. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran hingga indikasi kongkalikong dengan oknum tertentu.

Menurut keterangan salah satu warga yang berinisial D, kios tersebut diduga berada di bawah koordinasi seseorang berinisial F.

“Yang ngatur di sini inisial F. Kiosnya bukan cuma satu, ada belasan yang masih jalan sampai sekarang,” ujar D.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras ilegal di wilayah Subang bukanlah bisnis kecil, melainkan sudah terorganisir dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas.

Selain itu, dugaan adanya praktik kongkalikong dengan oknum tertentu membuat publik semakin geram. Pasalnya, bisnis haram tersebut dikabarkan telah berlangsung selama bertahun-tahun namun tetap bebas beroperasi tanpa hambatan berarti.

D mengaku mengetahui aktivitas tersebut dan berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Subang.

Jika dibiarkan terus berlangsung, peredaran obat keras ilegal bukan hanya merusak moral generasi muda, tetapi juga dapat menciptakan citra buruk terhadap penegakan hukum di wilayah tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak yang diduga sebagai pemilik maupun koordinator peredaran obat keras ilegal berinisial F belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait dugaan yang beredar di masyarakat. (Asp)

Page 9 of 281
Go to top