Diduga Rangkap Jabatan, Pendamping PKH di Cihara Disorot Aktivis: Diminta Pilih Salah Satu Posisi

Lebak, lensafokus.id – Dugaan rangkap pekerjaan (double job) yang dilakukan seorang Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Pasalnya, pendamping PKH diketahui memiliki aturan yang melarang mereka memiliki pekerjaan lain yang berpotensi mengganggu tugas utama dalam mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kepada wartawan bahwa salah seorang Pendamping PKH berinisial Iim Saepudin diduga merangkap pekerjaan di luar tugasnya sebagai pendamping PKH.

"Padahal aturan dari Kementerian Sosial sudah jelas, pendamping PKH tidak diperbolehkan memiliki pekerjaan lain yang menghasilkan imbalan apabila mengganggu jam kerja dan tugas utamanya sebagai pendamping," ujar sumber tersebut.

Berdasarkan ketentuan Kementerian Sosial, Sumber Daya Manusia (SDM) PKH dilarang memiliki pekerjaan lain yang memberikan penghasilan apabila berdampak pada berkurangnya waktu kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sorotan serupa juga disampaikan aktivis Kabupaten Lebak, Rohim. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

"Aturannya sudah tegas. Jika terbukti melanggar larangan rangkap pekerjaan, sanksinya bisa berat, bahkan dapat diwajibkan mengembalikan gaji yang telah diterima sesuai mekanisme dan hasil pemeriksaan instansi berwenang," kata Rohim.

Ia menambahkan, jabatan yang membutuhkan tanggung jawab operasional harian seharusnya dijalankan secara profesional agar tidak menimbulkan konflik kepentingan maupun menurunkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

"Supaya tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, saya menyarankan Iim memilih salah satu jabatan yang dijalani. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat menjadi korban," tegasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Iim Saepudin selaku Pendamping PKH belum membuahkan hasil. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp tidak mendapat tanggapan.

Wartawan juga telah mendatangi Dapur SPPG/MBG yang berada di samping kediamannya serta beberapa lokasi yang disebut sebagai tempat aktivitasnya, termasuk kantor PKH dan lokasi di Cendamanik. Namun, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui.

Seorang pria yang mengenakan seragam SPPG Cendamanik mengatakan bahwa Iim sedang memiliki keperluan di luar kota.

Hingga berita ini diterbitkan pada Senin (27/7/2026), Iim Saepudin belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan atas dugaan rangkap pekerjaan tersebut. (C2p)

Rate this item
(0 votes)
Go to top