TANGERANG, lensafokus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menata kawasan bekas Tempat Penampungan Pasar Sementara (Eks TPPS) Cisoka mulai menunjukkan hasil positif. Memasuki hari ketiga pelaksanaan penertiban, sejumlah lapak pedagang di lokasi pasar liar tersebut mulai dibongkar secara bertahap, Sabtu (20/6/2026).
Pelaksanaan penertiban mendapat pengawalan ketat dari tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga turut hadir untuk memastikan proses berjalan aman dan kondusif.
Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., S.IP., menegaskan bahwa seluruh tahapan penertiban telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), melalui kajian hukum yang matang serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh pihak yang terdampak.
"Semua tahapan sudah dijalankan sesuai aturan dan kajian hukum yang berlaku. Kami telah beberapa kali melakukan mediasi baik dengan pemilik lahan maupun para pedagang. Pendekatan yang kami lakukan bersifat humanis dan persuasif," ujar Sumartono saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, meskipun sempat terjadi penolakan dan perlawanan dari sebagian pihak, pemerintah tetap mengutamakan langkah-langkah yang tidak memicu konflik maupun benturan di lapangan.
"Kami berupaya menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Cisoka. Karena itu setiap langkah dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan dialog agar proses penataan berjalan tanpa gejolak," katanya.
Sumartono mengungkapkan, memasuki hari ketiga pelaksanaan penertiban dan penataan ruang kawasan Eks TPPS Cisoka, perkembangan yang terjadi cukup signifikan. Lapak-lapak pedagang yang sebelumnya berdiri di lokasi kini mulai dibongkar secara bertahap.
"Alhamdulillah hari ini mulai terlihat hasil yang signifikan. Bangunan dan lapak para pedagang sudah mulai dibongkar secara bertahap. Selanjutnya para pedagang akan menempati pasar modern yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang," jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan penertiban, mulai dari aparat keamanan, OPD terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga insan pers yang turut mengawal jalannya proses penataan kawasan tersebut.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Satpol PP, TNI, Polri, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan media memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas dan menjalankan fungsi sosial kontrol. Terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan baik sehingga penertiban dapat berjalan lancar dan aman," ungkapnya. (Mala)




