Kota Tangerang, lensafokus.id - Kota Tangerang resmi ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) Banten II yang akan berlangsung pada 7 hingga 10 November 2026.
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini menjadi momentum penting bagi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang untuk menggerakkan budaya hidup aktif, sehat dan gembira di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menerangkan, KORMI hadir sebagai penggerak olahraga masyarakat yang terbuka untuk seluruh kalangan.
Dalam sistem perhelatan olahraga masyarakat, terdapat jenjang agenda besar mulai dari tingkat nasional (FORNAS), tingkat provinsi (FORPROV), hingga tingkat kota (FORKOT).
"Festival Olahraga Masyarakat merupakan perhelatan yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai inti kegiatan, bukan semata-mata mengejar prestasi kompetitif. Olahraga diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup yang aktif, sehat, rekreatif, inklusif, dan membangun kebersamaan," tegas Kaonang.
Ia menambahkan, keberhasilan festival tidak hanya dinilai dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari tingkat partisipasi, antusiasme, interaksi sosial, serta dampaknya terhadap pembentukan budaya olahraga secara berkelanjutan.
"Kami menyiapkan lokasi strategis mulai dari Stadion Benteng Reborn, kawasan Puspem, GOR, hingga beberapa mal agar perhelatan ini mudah diakses dan dapat dinikmati seluruh masyarakat," kata Kaonang.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Tangerang Sulfi Afriadi, menyampaikan kesiapan kontingen Kota Tangerang dalam menyambut perhelatan besar ini. Di bawah naungan KORMI Kota Tangerang, terdapat 45 Induk Olahraga (INORGA) yang terhimpun dan siap berpartisipasi aktif.
"Pada FORPROV Banten II ini, kami menerjunkan sebanyak 745 meliputi Pegiat, Pelatih, Asisten Pelatih olahraga. Setelah sukses meraih juara umum pada 2024 lalu, kami optimis dan memasang target tinggi," terang Sulfi.
Secara filosofis, FORPROV mengusung tiga dimensi utama, yakni aspek sportif yang menjunjung kompetisi sehat, aspek rekreatif yang menghadirkan suasana menyenangkan, serta aspek partisipatif yang membuka ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
Ia menyebutkan, ajang ini akan menghadirkan berbagai rumpun olahraga masyarakat yang bervariasi, mencakup olahraga kebugaran, olahraga rekreasi, esports, hingga permainan tradisional seperti bakiak, egrang dan layang-layang.
"Target kami adalah meraih 171 medali emas, 90 perak, dan 70 perunggu. Dengan target yang ambisius ini, kami berharap adanya perhatian dan apresiasi nyata dari Pemerintah Kota Tangerang berupa skema bonus bagi para pegiat olahraga yang berhasil mencetak prestasi," harapnya.
Perhelatan FORPROV Banten II diharapkan menjadi sarana sosial untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup masyarakat yang sehat, aktif, sportif, dan guyub, sekaligus memperkuat jejaring komunitas di daerah. Lebih dari itu, momentum ini juga diproyeksikan untuk mengembangkan potensi olahraga masyarakat agar menjadi akar pembentukan prestasi di tingkat pelajar. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Petugas UPTD Puskesmas Cisoka melaksanakan kunjungan rumah kepada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Cisoka, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Selapajang, Desa Caringin, dan Desa Cisoka.
Kunjungan rumah pasien ODGJ merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari upaya Puskesmas Cisoka dalam melakukan pemantauan kesehatan pasien secara berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah serta memberikan obat kepada pasien sesuai kebutuhan dan terapi yang telah ditetapkan.
Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat, petugas juga memberikan edukasi serta melakukan pemantauan untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan secara teratur. Kunjungan langsung ke rumah diharapkan dapat membantu petugas dalam mengetahui kondisi pasien dan memberikan pendampingan yang diperlukan bersama keluarga.
Kepala UPTD Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, menjelaskan bahwa kunjungan rutin ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Puskesmas untuk memastikan pasien ODGJ tetap mendapatkan pemantauan dan pengobatan secara berkesinambungan.
“Melalui kunjungan rumah secara rutin, kami dapat memantau kondisi kesehatan pasien secara langsung sekaligus memastikan obat yang diberikan dapat diterima dan diminum sesuai anjuran. Dukungan dan pendampingan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan secara teratur,” jelas Reta.
Kegiatan kunjungan rumah ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga kondisi kesehatan pasien ODGJ dapat terpantau dengan baik dan pengobatan dapat berjalan secara optimal. Puskesmas Cisoka juga mengajak keluarga untuk terus memberikan dukungan kepada pasien serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila terdapat perubahan kondisi atau kendala dalam pengobatan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan IKM Padat Karya dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Industri Daerah. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 23–24 September 2026 ini bertempat di Hotel Grantage BSD.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, 11 kawasan industri yang telah berizin, serta pelaku usaha untuk memperkuat kepatuhan perizinan, pelaporan industri, pembinaan tenant, dan penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan penguatan industri padat karya memiliki peran penting terhadap perekonomian daerah. Industri tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat rantai industri di Kabupaten Tangerang.
“Keberadaan industri padat karya memiliki arti yang sangat penting, terutama dalam memberikan kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat rantai industri di daerah,” ujar Resmiyati, pada Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, perkembangan industri harus diikuti dengan peningkatan produktivitas, kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, tertib administrasi, serta pemenuhan kewajiban pelaporan sektor perindustrian. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi agar pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dapat memahami ketentuan sekaligus membahas kendala secara langsung.
Resmiyati berharap kegiatan tersebut menghasilkan solusi yang dapat diterapkan oleh pelaku industri. “Apabila masih terdapat kendala dalam pelaksanaan perizinan, pelaporan, maupun penyelenggaraan kegiatan industri di kawasan, mari kita komunikasikan bersama dan mencari solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mendorong pengelola kawasan industri untuk aktif melakukan pembinaan dan koordinasi dengan perusahaan yang berada di dalam kawasan masing-masing. Menurutnya, perusahaan padat karya perlu memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun kebutuhan informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan industri.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Industri Disperindag Kabupaten Tangerang, Samsul Romli, menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan 11 kawasan industri yang telah memiliki izin. Masing-masing kawasan diminta memaparkan kondisi kawasan, mulai dari aspek perizinan dan utilitas hingga kewajiban dalam melakukan pembinaan terhadap tenant.
“Konsep acaranya kita expose masing-masing kawasan industri, mulai dari aspek perizinan, kemudian juga utilitas, kemudian juga expose terkait masalah dan kewajiban sebagai kawasan industri untuk membina tenant-tenantnya,” jelas Samsul.
Samsul mengatakan forum tersebut juga ditujukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kawasan industri di Kabupaten Tangerang. Dari 11 kawasan yang diundang, masih terdapat kawasan yang belum memenuhi kewajiban pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS), sehingga pembinaan diarahkan agar kewajiban tersebut segera dipenuhi.
“Kita harapkan mereka dengan acara pada hari ini memacu untuk memenuhi kewajiban untuk pelaporan di SIINAS,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga ingin mengetahui keluhan dan kebutuhan tenant agar dapat membantu menciptakan iklim investasi yang mendukung peningkatan produktivitas industri.
Samsul menuturkan Kabupaten Tangerang memiliki sekitar 3.141 industri yang tersebar di 11 kawasan industri. Besarnya aktivitas tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan agar keberadaan investasi tidak hanya berkembang secara jumlah, tetapi juga semakin produktif dan mampu memperkuat daya tarik industri daerah.
Dari sisi pemerintah pusat, Kepala Subdirektorat Sektor Industri Berbasis Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Cakra Indra Andyanto, menilai forum tersebut penting karena memungkinkan pemerintah memperoleh informasi langsung dari pelaku usaha. Menurutnya, masukan dari lapangan dapat membantu pemerintah memahami persoalan secara lebih detail sebelum menyusun pengembangan sistem maupun kebijakan.
“Forum-forum seperti ini jadi mendatangkan langsung dari pelaku usaha, dapat diketahui titik langsung permasalahannya ada di mana,” kata Cakra. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti diagnosis yang membutuhkan informasi berulang agar pemerintah dapat memahami variasi persoalan dan menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat.
Cakra juga mendorong forum penjaringan masukan tersebut dilakukan secara berkala, baik secara tatap muka maupun daring. “Kalau memang menjadi kendala bagi para pelaku usaha maupun dari Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan alokasi pertemuan langsung, bisa dilakukan secara online,” ujarnya. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Dalam Negeri RI
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima langsung penghargaan yang disaksikan oleh Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia X Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat. Kamis (24/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih tersebut dan berharap penghargaan tersebut dapat memberikan dorong semangat untuk terus meningkatkan transformasi layanan digital keuangan yang lebih cepat, efektif dan efisien serta transparan.
"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Bapak Menko Bidang Perekonomian juga dari Bapak Menteri Dalam Negeri," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maeysal pun mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Bapenda dan OPD lainnya atas sinergi dan kolaborasi yang telah dijalankan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan program digitalisasi transaksi keuangan daerah yang lebih cepat, efektif, efisien dan transparan
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang kita raih hari ini. Penghargaan ini adalah bukti nyata teman-teman dari Bapenda dan OPD lainnya telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga atas partisipasi masyarakat yang telah melaksanakan program ini," ujarnya
Menurut dia, berbagai aplikasi program digitalisasi transaksi keuangan daerah, masyarakat bisa mengakses secara langsung tanpa harus datang ke Bapenda. Masyarakat juga bisa melihat langsung kewajiban dan membayar pajaknya melalui kanal-kanal pembayaran yang telah ditentukan pada aplikasi tersebut.
"Alhamdulillah fungsi pelayanan ini bermanfaat. Kecepatan, transparansi dan kemudahan dari sistem kemudahan bisa dirasakan langsung masyarakat. Semoga program digitalisasi transaksi keuangan ini terus ditingkatkan lagi oleh Bapenda dan OPD terkait lainnya," imbuhnya
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Rakornas Pengendalian Inflasi dan Pencapaian Perluasan Digitalisasi Daerah tersebut merupakan momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pusat-daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital ke depan.
"Ekonomi kita di semester I, alhamdulillah relatif solid dengan pertumbuhan 5,45% dan inflasi 3,19%. Ini harus terus kita sinergikan antara pusat dan daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, terutama juga untuk mendorong ekspor daripada sektor riil," ujar Airlangga
Pemerintah pusat juga akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi, seperti : PKH tahap ketiga, bagi 27,13 juta keluarga penerima manfaat, bantuan beras yang dilanjutkan untuk Oktober sampai dengan Desember 2026 seberat 10 kg perbulan bagi 33,2 juta penerima dan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan bersama dengan Bank Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Mendagri, Tito Karnavian menambahkan saat ini Kementerian Dalam Negeri sedang mengembangkan penguatan peran daerah dalam rangka memperkuat konsumsi rumah tangga, menjaga belanja daerah dan menstimulasi swasta yang diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi
"Selanjutnya adalah mempermudah perizinan dalam rangka untuk memperkuat investasi, dan bagaimana mendorong hilirisasi daerah dengan ini ide-ide kreatif daerah sehingga ada potensi ekspor kita dari daerah untuk ke luar. Jadi ekspor kita diharapkan lebih tinggi daripada impor agregat dari semua daerah," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting membuahkan hasil. Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, resmi terpilih menjadi salah satu dari 30 nominasi Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Pencapaian tersebut ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) di Desa Sodong, pada Kamis (24/09/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan capaian Desa Sodong terbilang luar biasa karena berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk masuk dalam 30 besar nasional.
"Desa Sodong ini luar biasa. Mengalahkan ratusan dan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk menjadi salah satu dari 30 desa yang dinilai dalam konvergensi penurunan stunting ini," ujar Soma.
Ia menegaskan, masuknya Desa Sodong ke jajaran 30 besar nasional merupakan cerminan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang berjalan optimal di lapangan.
"Terpilihnya Desa Sodong sebagai nominasi tingkat nasional ini adalah capaian yang patut disyukuri bersama. Ini bukan sekadar keberhasilan satu desa, melainkan cerminan kerja keras dan konvergensi seluruh elemen masyarakat, kader, hingga pemerintah daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas Pemkab Tangerang karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia generasi penerus. Menurutnya, penurunan stunting bukanlah perkara mudah dan harus diselesaikan secara bersama-sama.
"Tidak mudah untuk menurunkan stunting. Ini adalah masalah kita bersama yang harus kita selesaikan juga secara bersama. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, dan desa-desa lainnya agar berprestasi seperti Desa Sodong," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala desa dalam merumuskan strategi penanganan stunting yang tepat sasaran. Guna memastikan penanganan berjalan efektif, Pemkab terus memperkuat peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
"Stunting bukan semata-mata persoalan gizi, melainkan menyangkut kualitas SDM generasi mendatang. Kepemimpinan seorang kepala desa itu sangat penting, karena di sinilah bagaimana strategi untuk menuntaskan penanganan stunting bisa dilakukan. Oleh karena itu, TPPS di semua tingkatan terus dioptimalkan agar intervensinya benar-benar terkonvergensi," tambahnya.
Dalam proses verifikasi ini, Pemkab Tangerang telah menyiapkan seluruh data, dokumen administrasi, serta keterlibatan langsung TPPS desa, kecamatan, hingga kader Posyandu dan PKK guna menyajikan gambaran capaian program secara transparan dan komprehensif.
Melalui verifikasi ini, Pemkab Tangerang berharap rekomendasi dari tim penilai pusat dapat menjadi bahan evaluasi berkelanjutan demi mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas dan bebas stunting. (Red)
SERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Tiga perwakilan dari Kabupaten Tangerang sukses memborong penghargaan dalam ajang Anugerah Corporate Social Responsibility (CSR) dan Anugerah Inovasi Radar Banten Awards. Acara penyerahan penghargaan ini dilangsungkan secara meriah di Graha Pena Ballroom, Kota Serang, pada Rabu (23/09/2026).
Penganugerahan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Tangerang, legislatif, hingga aparatur di tingkat Kecamatan dalam menghadirkan inovasi pelayanan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Adapun tiga penghargaan membanggakan yang berhasil diraih oleh perwakilan Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut:
* Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, atas dedikasinya dalam peningkatan infrastruktur publik melalui program rekonstruksi jalan terpanjang di Provinsi Banten, yakni sepanjang 31 KM.
* Camat Tigaraksa ( H. Cucu Abdurrosyid, S.STP., M.Si.), yang berhasil meraih penghargaan pada kategori layanan sektor publik lewat program Inovasi "Mantap Jasa".
* Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Kholid Ismail, atas inisiatif dan dedikasinya dalam berkolaborasi dengan insan media di DPRD untuk melakukan pembinaan serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara bergengsi ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan berharap acara penganugerahan ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang.
"Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang penghargaan. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, terus tingkatkan prestasi. Kemajuan adalah sebuah keharusan yang membutuhkan kolaborasi dan sinergi positif dari semua pihak guna memajukan Banten," ucapnya.
Pencapaian yang diraih oleh DBMSDA, Camat Tigaraksa, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lainnya di Kabupaten Tangerang. Terus berinovasi dan berkolaborasi adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang.
Sebagai informasi, Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Radar Banten Awards 2026 diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan Swasta, serta Kepala Daerah dan Perangkat Daerah. Adapun dewan juri pada ajang tahun ini diisi oleh para ahli yang kompeten di bidangnya, yakni Sekretaris Bappeda Provinsi Banten, Pemimpin Redaksi Radar Banten serta Praktisi Hukum. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Kebakaran melanda sebuah gudang yang sudah tidak terpakai di wilayah Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Kamis (24/9/2026) sore. Kobaran api sempat membesar saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 15.40 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Tangerang mengerahkan 9 unit kendaraan pemadam kebakaran dengan kekuatan 40 personel untuk melakukan penanganan.
"Petugas mendapati kondisi api sudah cukup besar saat tiba di lokasi. Selain itu, akses menuju bangunan sempat terkendala karena pagar dalam kondisi terkunci," ujar Andia.
Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan pengendalian kobaran api. Bangunan yang terbakar diketahui merupakan gudang yang sudah tidak digunakan.
Menurut Andia, kondisi bangunan yang kosong membuat petugas dapat lebih fokus melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.
"Hingga Kamis sore, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas terus melakukan penyemprotan air dan pengendalian titik api untuk memastikan kobaran dapat dipadamkan secara menyeluruh," katanya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas juga memprioritaskan pencegahan rambatan api ke permukiman warga. Upaya tersebut berhasil dilakukan sehingga kobaran api tidak menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Andia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Kondisi gudang yang tidak terpakai dan terkunci saat petugas tiba turut membantu memastikan tidak ada orang yang terjebak di dalam bangunan," tuturnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
BPBD Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk pada bangunan kosong maupun gudang yang sudah tidak digunakan. (Sumarna)
LEBAK, lensafokus.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas bisnis melalui penguatan tata kelola usaha, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pemanfaatan teknologi digital.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Kadin Banten, Mochammad Azzari Jayabaya, dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Banten bertema "Ekonomi Kerakyatan untuk Banten Maju, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Berkualitas" di Hotel Grand Keisha Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Azzari mengatakan, UMKM perlu ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pembangunan ekonomi, bukan sekadar penerima program. Menurut dia, penguatan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha memiliki kemampuan mengembangkan bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
"UMKM tidak boleh hanya menjadi objek program. Kita harus mendorong agar UMKM menjadi subjek dalam pembangunan ekonomi," kata Azzari, Kamis(24/09/2026).
Ia menjelaskan, proses menaikkan kelas UMKM tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kemampuan dalam mengelola keuangan, produksi, pemasaran, kualitas produk, hingga membaca perubahan kebutuhan konsumen.
"Kalau ingin UMKM naik kelas, kita harus melihat usaha itu secara utuh. Bukan hanya modalnya, tetapi juga kemampuan orang yang menjalankannya," ujarnya.
Menurut Azzari, pencatatan keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam pengelolaan usaha. Pembukuan yang tertib membantu pelaku UMKM mengetahui arus kas, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi.
"Pelaku usaha perlu memahami berapa biaya produksinya, berapa pemasukan dan pengeluarannya, serta bagaimana memisahkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi," katanya.
Selain tata kelola, akses pembiayaan dinilai penting untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha. Namun, pembiayaan harus disertai kemampuan pengelolaan agar modal yang diperoleh dapat digunakan secara produktif dan sesuai dengan kemampuan bisnis.
"Ketika usaha ingin berkembang, tentu membutuhkan pembiayaan. Tetapi akses pembiayaan itu harus diikuti kemampuan mengelola usaha agar modal benar-benar digunakan secara produktif," ujar Azzari.
Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat pola pemasaran dan pengelolaan usaha ikut berubah. Karena itu, pelaku UMKM didorong memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.
Azzari menilai digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan promosi melalui media sosial atau perdagangan elektronik. Teknologi juga dapat digunakan untuk pencatatan keuangan, pengelolaan persediaan, komunikasi dengan pelanggan, promosi, hingga membangun identitas usaha.
"Kita tidak ingin UMKM tertinggal hanya karena tidak mengikuti perubahan teknologi," katanya.
Ia menekankan, peningkatan kemampuan digital perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
"Kadin harus ikut mendorong UMKM naik kelas. Tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, mendorong digitalisasi dan memberikan training yang sesuai kebutuhan," ujarnya. (C2p)