Banten

Banten (6066)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2025 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (29/7/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa. Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di sejumlah daerah.

"Anak adalah masa depan bangsa, masa depan negara, dan harapan kita semua. Jangan sampai kasus kekerasan terhadap anak terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang," tegas Bupati Maesyal

Bupati juga menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional ini menjadi momentum semua pihak untuk menguatkan semangat melindungi anak-anak sebagai generasi harapan bangsa. Untuk itu, salah satu kriteria penilaian terhadap kinerja camat ke depannya akan mencakup sejauh mana upaya dalam menangani dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak di wilayah masing-masing.

"Ke depannya, salah satu kriteria penilaian terhadap kinerja camat ke depannya akan mencakup upaya dalam menangani dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak di kecamatan masing-masing," jelasnya

Dia menambahkan melalui tema "Anak Hebat, Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045", diharap menjadi semangat juga bagi anak-anak Kabupaten Tangerang untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia. Pihaknya pun mengajak para pelajar untuk berani, giat belajar dan menghormati orang tua serta para guru.

"Kalau kita ingin meraih cita-cita, menjadi pemimpin, pengusaha, atau tokoh masyarakat, kuncinya adalah belajar dan berprestasi. Tambah wawasan, rajin belajar, dan hormati orang tua serta guru kalian," pesannya kepada para siswa yang hadir.

Di akhir sambutannya, dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan HAN dan mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2025.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat Hari Anak Nasional Tahun 2025. Semoga anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh menjadi generasi yang positif, kreatif, dan membanggakan." pungkasnya

Pada kesempatan tersebut Bupati bersama Wakil Bupati Tangerang dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid juga berinteraksi dengan anak-anak dan meninjau langsung berbagai rangkaian puncak kegiatan HAN yang dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari siswa-siswi tingkat PAUD hingga SMP. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati halaman Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Huda Putra, Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, mengikuti Pengajian Umum dan Zikir Bersama (Ziber), Minggu (27/7/25)

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan iman, serta menambah wawasan keagamaan di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, hari ini saya bisa hadir di acara pengajian umum dan dzikir bersama

Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Huda Putra. Selain untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan iman, juga menjadi momen untuk menjaga akhlak di era modern," ujar Wabup Intan

Menurutnya, pengajian dan zikir bukan sekadar tradisi, tetapi sarana introspeksi diri dan penguatan nilai-nilai keagamaan agar senantiasa berada di kalan yang didhai Allah SWT

“Kegiatan pengajian dan zikir seperti ini bukan hanya bagian dari tradisi keagamaan yang mulia, tetapi juga menjadi sarana introspeksi diri agar kita senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan spiritual menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berakhlakul karimah. Dzikir dan pengajian tersebut bukan hanya membentuk pribadi yang saleh atau salehah secara spiritual, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang damai dan berakhlak mulia.

"Hal ini adalah fondasi untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.

Dia juga menandaskan bahwa Pemkab Tangerang menyadari betul peran besar pondok pesantren sebagai benteng moral di tengah tantangan zaman. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong dan menguatkan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan dan akhlak yang kuat.

“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mari kita jadikan pesantren sebagai benteng moral dan spiritual. Dan mari kita jadikan kegiatan dzikir dan pengajian ini sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan serta memperkuat persatuan dan kerukunan,” pesannya.

Sementara itu, Camat Gunung Kaler, Udin turut menyampaikan rasa syukur dapat menghadiri acara tersebut bersama jajaran pemerintah desa dan tokoh agama. Ia berharap agar acara ini dapat berlangsung dengan baik dan menanamkan nilai yang baik kepada masyarakat.

“Saya juga mohon dukungan sebagai camat baru agar program-program pembangunan di wilayah ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Adapun Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Huda Putra, Sobari mengungkapkan, kegiatan Ziber ini rutin dilaksanakan setiap bulan sebagai wadah penguatan iman dan ilmu. Jamaah yang hadir tidak hanya dari Gunung Kaler, tetapi juga dari berbagai kecamatan di Tangerang, seperti Kronjo, Kresek hingga Pontang, Tirtayasa yang terletak di Kabupaten Serang

"Tujuan kami mengadakan pengajian ini sederhana, supaya jamaah punya waktu untuk zikir dan menambah ilmu, tidak hanya sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Harapannya, kegiatan ini meningkatkan persatuan, ukhuwah islamiyah, dan kualitas ibadah,” jelasnya.

Selain zikir bersama, jamaah juga mengikuti kajian kitab kuning dan fikih, serta sesi tanya jawab interaktif. “Melalui sesi ini, jamaah bisa langsung bertanya kepada ustaz tentang berbagai permasalahan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, wawasan keislaman mereka semakin luas,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Empat preman yang secara paksa mengusir penumpang taksi online di Stasiun Tigaraksa kini meringkuk di tahanan. Insiden yang terekam kamera dan viral di media sosial ini tak hanya mengejutkan publik, namun juga menyeret A (53), N (52), J (63), dan JU (49) ke balik jeruji besi atas tuduhan pemaksaan disertai ancaman kekerasan. Peristiwa yang terjadi Jumat (25/7/2025) lalu ini menjadi bukti nyata bahwa hukum tak akan tunduk pada aksi premanisme jalanan.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, dalam konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Selasa (29/7/2025), menegaskan bahwa penetapan tersangka ini merupakan hasil penyelidikan intensif dan gelar perkara yang mendalam.

IMG20250729101910

"Setelah menerima laporan dari korban, kami langsung meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan," ujar Indra Waspada.

Keempat tersangka, yang merupakan oknum opang (ojek pangkalan) ini, terekam jelas dalam video viral sedang melakukan intimidasi. Mereka membentak, memaksa, dan bahkan membuka paksa pintu mobil taksi online. Lebih parah lagi, salah seorang dari mereka bahkan membawa pecahan selkon (bata ringan) untuk menakut-nakuti korban.

"Ada yang mengancam akan mengempiskan ban jika penumpang tidak mau turun," tambah Indra Waspada, menggambarkan betapa nekadnya aksi para tersangka.

Momen paling mengiris hati adalah ketika korban SM, yang sedang menggendong bayi berusia 6 bulan, memohon agar para pelaku mengedepankan kemanusiaan. Terlebih, saat itu hujan deras mengguyur. Namun, permohonan tersebut diabaikan.

Para oknum opang ini tetap memaksa korban dan bayinya untuk turun. Ketakutan meliputi, korban pun akhirnya menyerah, berjalan kaki di bawah guyuran hujan lebat. Sungguh potret keberanian sang ibu dan kebrutalan para pelaku.

Insiden ini sontak menjadi buah bibir di media sosial. Beruntung, Polresta Tangerang bergerak cepat. Pada Minggu (27/7/2025) pagi, informasi viral tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sembilan orang telah diperiksa, termasuk sekuriti stasiun, saksi mata, pengemudi taksi online, serta pasangan korban IA dan SM. Keempat tersangka yang kala itu masih berstatus saksi, juga turut dimintai keterangan.

"Sebelum korban membuat laporan, peristiwa ini sudah kami tangani secara serius. Ketika laporan dibuat, kami semakin memperdalam penyelidikan," tegas Indra Waspada.

Kini, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan. Selain itu, Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan juga melengkapi jeratan hukum mereka, dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berniat melakukan aksi premanisme di ruang publik. Hukum akan bekerja, dan keadilan akan ditegakkan, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi umum. (Asp)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melalukan kick off pertandingan grand final Open Turnamen Sepak Bola Dua Putra Banten 2025. Acara tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola Ciputra Desa Cijantra Kec. Pagedangan, Minggu sore (27/7/25)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan selamat kepada 2 tim yang berhasil mencapai puncak yaitu Denis FC Tangsel dan Aper FC dari Kec. Cisauk yang akan memperebutkan juara 1 dan 2.

"Sore ini berkumpul semua di sini untuk menyaksikan final sepak bola antara Denis FC Tangsel dan juga Aper FC yang berbasis di Kecamatan Cisauk. Dari seluruh pertandingan tinggal dua nih yang memperebutkan juara 1 dan juara 2," ujar Wabup Intan

Dia berpesan kepada seluruh ofisial, pemain, pelatih dan para pendukung kedua tim yang bertanding final tersebut untuk bertanding secara jujur dan sportif, tidak mudah terpancing emosi berlebihan yang pada akhirnya akan merugikan semua pihak.

"Saya berharap semua peserta mainnya fair dan sportif ya, tidak main kasar, siapapun yang menang artinya mereka adalah yang terbaik. Mudah-mudahan ini juga bisa jadi cikal bakal atlet Persita ke depannya. Ya siapa tahu ada pemain kita yang jago di sini bisa kita ambil juga untuk jadi atlet pemain bola di Persita," tandasnya

Wabup Intan juga mengungkapkan rada bangga dan bahagianya bisa hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Desa Cijantra yang sangat antusias menyaksikan pertandingan final.

Menurut dia, kekompakan, semangat dan atusiasme warga merupakan bukti bahwa olahraga bukan hanya hiburan, tetapi juga perekat sosial dan pemicu semangat kemajuan di tengah masyarakat.

"Saya merasa bangga dan berbahagia berada di tengah-tengah masyarakat Desa Cijantra yang penuh semangat, kompak, dan antusias. Ini adalah bukti nyata bahwa olahraga bukan hanya hiburan, tetapi juga perekat sosial dan pemicu semangat kemajuan di tengah masyarakat," ungkapnya

Mengakhiri sambutannya, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia turnamen dan seluruh masyarakat atas dukungan dan partisipasinya dalam Turnamen Sepak Bola Dua Putra Banten 2025. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Sebelumnya, seorang ibu dan bayi diduga mendapat perlakuan persekusi oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan (opang) di Stasiun Kereta Api. Ibu dan balita itu dipaksa turun dari taksi online yang sudah dia pesan dan diminta untuk naik opang. Peristiwa itu terekam dalam cuplikan video yang viral di media sosial.

Polsek Cisoka Polresta Tangerang, telah mengamankan kembali satu dari tiga terduga pelaku yang sebelumnya telah diamankan setelah viral video penghadangan Taksi Online di Stasiun Tigaraksa Desa Cikasungka Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang.

Adapun status ke empat opang yang diamankan itu, masih sebagai terperiksa.

Para terduga pelaku diduga telah melakukan penghadangan terhadap taksi online yang membawa penumpang Seorang ibu dan balita, pada Senin (27/07/2025).

Sebelumnya, S korban penumpang dari taksi online belum melaporkan setelah kejadian penghadangan tersebut. Namun, pada hari ini Selasa (28/07/2025) Suami dari korban telah membuat laporan ke Polsek Cisoka. (Lingga)

Tangerang, lensafokus.id - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang, Mad Sutisna, membantah adanya keterlibatan organisasi tersebut dengan sebuah pabrik tahu. Penolakan ini disampaikan setelah munculnya pemberitaan tentang spanduk KWRI yang ditemukan di pabrik tahu tersebut.

Mad Sutisna menegaskan bahwa KWRI Kabupaten Tangerang tidak pernah bekerja sama, berafiliasi, atau terkait dengan pabrik tahu manapun. "Kami tegaskan, DPC KWRI Kabupaten Tangerang tidak pernah bekerja sama, berafiliasi, atau terkait dengan pabrik tahu manapun," kata Mad Sutisna.

Mad Sutisna juga menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui asal-usul spanduk tersebut dan akan segera menelusuri lebih lanjut. "Adapun terkait spanduk tersebut, kami sendiri tidak mengetahuinya, spanduk itu dapat dari mana dan akan kami telusuri," tegasnya. Sabtu (26/7/2025).

Mad Sutisna menyayangkan sikap wartawan yang menulis berita tersebut tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi. Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang mewajibkan wartawan untuk memberitakan secara berimbang dan memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan.

Mad Sutisna berharap para jurnalis dapat bekerja lebih profesional dengan selalu berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik. "Hak jawab dan konfirmasi itu penting, agar masyarakat mendapat informasi yang benar, bukan sekadar opini," tutup Mad Sutisna. (Lingga)

Page 79 of 607
Go to top