Pemkab Tangerang Gelar Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru Inklusi

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi membuka kegiatan Pengembangan Kompetensi Pelatihan Guru Inklusi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang di Gedung Diklat Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (19/8/2025).

Dalam sambutannya, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Prima Saras Puspa menyampaikan pentingnya peran guru dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif secara optimal.

"Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, tanpa terkecuali. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa para guru tidak hanya memahami prinsip-prinsip inklusi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas," ujar Prima Saras Puspa.

Menurut dia, pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan pemahaman guru terhadap peserta didik berkebutuhan khusus, hingga minimnya sarana dan metode pembelajaran yang adaptif di sekolah.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya, baik dari segi pemahaman prinsip-prinsip inklusi, kemampuan mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, hingga keterampilan menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI).

"Saya berharap Bapak/Ibu guru dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini dengan serius, disiplin dan bertanggung jawab. Tetap semangat dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan penuh kepedulian," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang, Benny Rahmat, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh dua angkatan dengan total peserta sebanyak 40 orang guru Sekolah Dasar.

"Kami juga bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai narasumber pelatihan. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Tangerang," ujar Benny.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang inklusif, adil, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (Red)

Kolaborasi Pemkab Tangerang dan Koperasi BMI Hadirkan Rumah Layak Huni di Momen HUT ke-80 RI

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong-royong melalui kegiatan sosial dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI. Salah satunya dengan melaksanakan Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) bersama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Selasa (19/8/25).

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Agustus adalah bulan penuh makna bagi bangsa Indonesia. Dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga mendorong upaya nyata dalam mewujudkan kemerdekaan yang hakiki.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga mewujudkan kemerdekaan yang hakiki bagi masyarakat, termasuk hak untuk memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman,” kata dia di lokasi.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa program HRSH yang dilaksanakan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) ini merupakan wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat. “Rumah layak huni bukan sekadar bangunan, tetapi juga sumber ketenangan, kebahagiaan, dan pondasi kehidupan yang lebih sejahtera. Inisiatif seperti ini adalah bukti nyata kolaborasi yang bermanfaat,” imbuhnya.

Dirinya pun mengajak semua pihak, baik pemerintah, koperasi, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, untuk terus bergandeng tangan memperluas cakupan program rumah layak huni yang dapat membantu masyarakat lebih sejahtera.

“Mari jadikan momentum ini sebagai gerakan peduli terhadap sesama. Pembangunan rumah layak huni harus menjadi gerakan bersama demi masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Grup, Radius Usman menjelaskan bahwa penyerahan hibah rumah siap huni bukan hal baru bagi BMI, melainkan program yang sudah dijalankan secara rutin. Menurutnya, koperasi hadir juga guna mewujudkan kesejahteraan anggota dalam arti yang sesungguhnya.

“Tujuan utama koperasi adalah mensejahterakan anggotanya. Karena itu, hibah rumah ini sudah menjadi agenda rutin. Anggota yang berhak menerima harus berusia minimal 55 tahun, belum memiliki rumah sendiri, dan rumah lama yang ditempati sebelumnya sudah tidak layak,” ungkap Radius.

Ia menambahkan bahwa koperasi ingin semua warga bisa merasakan arti kemerdekaan melalui keanggotaan BMI. Contohnya di Desa Margamulya, anggota koperasi ada sekitar 400 orang, sementara jumlah kepala keluarga mencapai 3.000.

"Harapan kami lebih banyak warga yang bergabung menjadi anggota koperasi, sehingga manfaat kesejahteraan bisa dirasakan bersama. Merdeka itu artinya saling bantu, rakyatnya sejahtera,” tutur dia.

Program HRSH hanyalah salah satu dari sekian banyak bentuk kepedulian Koperasi Syariah BMI. Radius menjelaskan bahwa koperasi juga menyediakan berbagai layanan lain yang mendukung kesejahteraan anggotanya.

“Harapan kami, penerima manfaat semakin mencintai BMI dengan rajin menabung. Kalau butuh modal usaha bisa melalui BMI, kalau butuh barang kebutuhan seperti HP, kulkas, atau TV juga tersedia, baik tunai maupun kredit,” tandasnya. (Red)

Festival Budaya Karaton Sumedang Larang 2025: Menyulam Spirit Maulid Nabi dengan Warisan Budaya Sunda

Sumedang, lensafokus.id – Karaton Sumedang Larang akan menggelar Festival Budaya Karaton Sumedang Larang, yang akan dilaksanakan pada 25 Agustus hingga 6 September 2025. Agenda tahunan pada bulan Maulid (Rabiul Awal) ini sekaligsu memperingati hari lahirnya, Nabi Muhammad SAW--memadukan unsur keagamaan dengan budaya Sunda dalam satu kesatuan yang harmonis.

“Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga jalan untuk menyambung rasa syukur, menghormati warisan leluhur, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW,” kata Ketua Pelaksana Mahapatih Karaton Sumedang Larang, Rd. Lily Djamhur Soemawilaga, saat berbincang dengan BantenGate.id di Karaton Sumedang Larang, Sabtu (16/8/2025).

Acara yang digelar rutin setiap tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga wujud pelestarian warisan budaya dan keagamaan. Setiap rangkaian kegiatan sarat dengan filosofi luhur Sunda yang berpadu dengan semangat Islam—sebagai pengingat bahwa agama dan budaya dapat berjalan beriringan dalam harmoni.

Festival tahun ini menghadirkan empat agenda utama yang sarat nilai spiritual dan budaya:

1. Nyuguh Ageung, akan dilaksanakan pada Ahad 24 Agustus 2025. Nyuguh Ageung adalah tradisi leluhur ini menjadi bentuk ngajugjug syukur ka Gusti Allah (menghaturkan rasa syukur kepada Allah SWT). Makanan dan hasil bumi disajikan sebagai lambang berkah, rezeki, serta doa keselamatan bagi masyarakat Sumedang.

2. Kirab Pusaka / Kirab Alit. Pusaka karaton diarak keliling kota dengan penuh khidmat. Kirab ini bukan sekadar menampilkan benda sejarah, melainkan simbol ngajaga amanah karuhun (menjaga warisan leluhur) yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

3. Jamasan Pusaka (Ngumbah Pusaka). Acara ini akan dilaksanakan pada Senin 25 Agustus 2025. Jamasan Pusaka, adalah prosesi membersihkan pusaka yang dimaknai sebagai simbol penyucian diri sekaligus lambang menjaga jati diri. Bagi masyarakat Sunda, merawat pusaka sama artinya dengan merawat nilai kehidupan yang luhur.

4. Pasanggiri Duta. Acara ini akan dilaksanakan pada 5 September – 7 September 2025. Pasanggiri yaitu kegiatan perlombaan putra/puteri Karaton Sumedang Larang.

5. Tausyiah Maulid Nabi Muhammad SAW. Puncak acara akan diisi dengan tausyiah, mengingatkan masyarakat akan keteladanan Rasulullah SAW: kasih sayang, kejujuran, dan kepemimpinan yang penuh hikmah, yang akan digelar padaa 5 September 2025.

Selain itu, Festival Karaton Sumdang Larang, juga diramaikan dengan Bazar/Pameran UMKM lokal yang menampilkan kuliner khas Sumedang, kerajinan tangan, batik, hingga produk kreatif masyarakat.

Ketua Pelaksana Festival Karaton Sumedang Larang, Mahapatih Karaton Sumedang Larang Rd. Lily Djamhur Soemawilaga, menuturkan bahwa festival ini adalah momentum menyatukan umat.

“Lewat Nyuguh Ageung kita belajar berbagi, lewat Kirab Pusaka kita belajar menjaga amanah, lewat Jamasan kita belajar menyucikan hati, dan lewat Maulid kita belajar meneladani Rasulullah. Semua ini harus terus diwariskan,” ujarnya.

Sementara, Penasehat Festival Karaton Sumedang Larang, Radya Anom Karaton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga, mengajak semua pihak untuk mendukung dan berpartisipasi, agar Festival dapat berjalan baik dan lancar. “Kami berharap doa, dukungan moral, dan bantuan dari berbagai pihak, karena festival ini persembahan untuk masyarakat sekaligus amanah dari karuhun.” harapnya.

Pelindung acara, Sri Radya Karaton Sumedang Larang H. Rd. Ikik Lukman Soemadisoeria, menambahkan, Karaton Sumedang Larang tidak bisa dipisahkan dari masyarakatnya. Tradisi ini adalah warisan bersama, milik urang Sumedang sadayana.

Festival Budaya Karaton Sumedang Larang adalah wujud pepatah Sunda: “Ngindung ka waktu, mibapa ka jaman, mulang ka asal.” Meski hidup mengikuti perkembangan zaman, masyarakat tidak boleh melupakan asal-usul dan warisan leluhur. (Red)

Sportivitas dan Kebersamaan Warnai Lomba 17-an Korem 064/MY

Serang, lensafokus.id - Dalam Rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 064/MY menggelar lomba 17-an yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas di Stadion Ciceri, Serang.

Acara dihadiri oleh Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 064 PD III/Slw , Kasrem 064/MY Kolonel Inf Djohan Darmawan bersama Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 064 PD III/Slw beserta pengurus. Hadir pula para Pejabat Utama Korem, Komandan/Kepala Dinas Jawatan, Prajurit, PNS, dan keluarga besar Korem 064/MY beserta putra-putri, sehingga suasana berlangsung meriah, penuh semangat, dan keakraban.

Rangkaian lomba diwarnai dengan berbagai kegiatan menarik seperti tarik tambang, makan kerupuk, pukul guling, merias gapura, lomba kebersihan, hingga lomba-lomba kreatif seperti voli terpal, estafet balon, dan joget balon. Sorak sorai penonton dan dukungan keluarga menambah keceriaan di setiap perlombaan.

Dari seluruh rangkaian kegiatan, panjat pinang menjadi acara puncak yang paling seru dan menyedot perhatian. Para peserta dengan penuh semangat berusaha menaklukkan batang pinang licin untuk meraih hadiah di puncaknya. Sorakan, tawa, dan semangat gotong royong keluarga besar Korem membuat suasana semakin meriah. Lebih dari sekadar lomba, panjat pinang menjadi simbol perjuangan, kerja sama, dan pantang menyerah, nilai yang sejalan dengan semangat kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto menekankan pentingnya sportivitas, kebersamaan, serta menjaga faktor keamanan dalam setiap perlombaan.

"Lomba 17-an yang kita gelar ini sederhana, tapi maknanya besar. Mari kita isi dengan keceriaan, sportivitas, dan semangat juang. Namun ingat, dalam setiap perlombaan utamakan keselamatan. Jangan sampai ada yang cedera, karena yang terpenting bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana kita menjaga persatuan dan merayakan kemerdekaan dengan penuh syukur,” tegas Danrem.

Acara semakin semarak dengan hiburan dari Excellent Band serta sajian kuliner nusantara yang dinikmati bersama. Kehadiran Prajurit, PNS, Persit, dan anak-anak menjadikan perayaan ini bukan sekadar lomba, melainkan momentum mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa syukur, serta meneguhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. (Red)

Upacara Penurunan Bendera di Tangerang Berlangsung Meriah, Paskibraka Beraksi

Tangerang, lensafokus.id – Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia berlangsung meriah di Lapangan Raden Aria Yudhanegara Puspemkab Tangerang, pada Minggu (17/8/25) sore.

Tempat upacara kembali dipadati oleh para tamu undangan serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah bertindak langsung sebagai inspektur upacara tersebut.

Sebelum prosesi upacara penurunan dimulai, berbagai penampilan kreasi dan seni budaya daerah seperti penampilan tari-tarian daerah, pencak silat dari IPSI Kabupaten Tangerang dan juga Gita Wibawa Praja (GWP) Marching Band menyemarakan suasana

Warga sekitar yang memadati Lapangan Aria Yudhanegara terlihat antusias menyaksikan penampilan tersebut.

Sementara itu, penurunan bendera merah putih dalam perhelatan HUT Ke-80 RI dilakukan oleh 25 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Bertindak sebagai Komandan Upacara Kapten Infantri Beriaman Halawa Sementara yang bertindak sebagai Perwira Upacara yakni kapten Infantri Ali Maskuri.

Upacara penurunan bendera ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di Kabupaten Tangerang yang berlangsung sejak pagi hari, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir. (Red)

Bupati Pastikan Kenyamanan Masjid dan Musola Melalui Jumat Keliling

Tangerang, lensafokus.id - Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan program Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jami Nurul Hidayah, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, pada Jumat (15/8/2025). Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus bentuk kepedulian untuk menjaga dan meningkatkan kenyamanan sarana ibadah di Kabupaten Tangerang.

Dalam kunjungan ini, Bupati menyerahkan bantuan untuk mendukung perawatan masjid dan mushola, memastikan fasilitasnya tetap layak dan nyaman digunakan. “Kami ingin memastikan masjid dan mushola di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang terjaga dan dapat digunakan dengan nyaman oleh jamaah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid. Bantuan ini diharapkan dapat memberi manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi jamaah, tetapi juga masyarakat sekitar.

Program Jumling ini menjadi langkah nyata agar sarana ibadah tetap menjadi pusat kegiatan positif di tengah masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah, diharapkan masjid dan mushola tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan kebersamaan yang memperkuat persatuan warga. (Red)

Menimipas RI dan Pemkab Tangerang Salurkan 5.000 Paket Bansos untuk Warga Jambe

TANGERANG, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) RI, Agus Andrianto, menyalurkan ribuan paket bantuan sosial (bansos) kepada warga Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/8/2025).

Soma, mewakili Bupati Tangerang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan bakti sosial (baksos) Kemenimipas untuk masyarakat Jambe. "Atas nama pribadi, pemerintah, dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Menteri beserta jajaran. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dan komitmen untuk hadir langsung menyapa serta memberikan semangat bagi masyarakat kami, khususnya di Kecamatan Jambe," tuturnya.

Menurut Soma, baksos ini merupakan wujud nyata semangat kemerdekaan yang tidak hanya dirayakan dalam bentuk seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat kurang mampu. "Sekitar 5.000 warga menerima manfaat langsung dari kegiatan ini. Angka tersebut luar biasa dan menjadi bukti bahwa kolaborasi antarinstansi dapat membawa dampak besar bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas. “Semoga sinergi yang terjalin antara Kemenimipas dan Pemkab Tangerang terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, tidak hanya di Jambe tetapi juga di wilayah lainnya di Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) RI, Agus Andrianto mengatakan, pemberian bansos dalam rangka HUT ke-80 RI ini tidak hanya dilakukan di Kabupaten Tangerang, tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Program tersebut selaras dengan prioritas pembangunan nasional yang telah dilaksanakan kementeriannya.

"Kurang lebih sekitar 15 juta penerima manfaat telah kami salurkan melalui program MBG, ketahanan pangan, Koperasi Merah Putih, dan berbagai program lainnya," ujarnya.

Agus menegaskan, keberhasilan berbagai program Kemenimipas tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. "Semua yang telah dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini tentu tidak akan ada hasilnya tanpa dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah. Terima kasih atas segala dukungan yang telah terjalin selama ini," tambahnya.

Penyaluran bansos di Kecamatan Jambe ini berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga yang antusias. Selain pembagian paket sembako, kegiatan juga diisi dengan ramah tamah, hiburan rakyat, dan dialog langsung antara Menteri dengan warga penerima manfaat. (Red)

Pemkab Tangerang Mantapkan Gerakan PAUD Berkualitas untuk Generasi Emas 2045

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meneguhkan komitmen membangun fondasi pendidikan sejak usia dini. Hal ini diwujudkan melalui pelantikan Kelompok Kerja (POKJA) Bunda PAUD Kabupaten Tangerang dan pengukuhan 29 Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (14/8/2025).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir bersama Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah menegaskan momentum ini merupakan upaya harmonisasi program peningkatan mutu layanan PAUD demi mewujudkan generasi emas 2045. Ia mengingatkan bahwa usia dini adalah periode emas perkembangan anak yang tidak tergantikan.

“Usia 0–6 tahun adalah masa di mana otak anak berkembang sangat pesat. Inilah saat yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai dasar, mulai dari agama, moral, hingga keterampilan sosial dan kognitif,” ujar Bupati Maesyal di lokasi.

Bupati menambahkan, Pemkab terus berupaya mendorong program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebagai bagian dari Wajib Belajar 13 Tahun. "Ini agar setiap anak benar-benar siap secara mental dan akademik sebelum memasuki jenjang sekolah dasar," jelasnya.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan peran penting Bunda PAUD bukan hanya simbolis. Para Bunda PAUD harus menjadi motor utama penggerak dalam layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di wilayahnya masing-masing.

“Bunda PAUD harus menjadi motor penggerak dalam membangun layanan PAUD yang berkualitas. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menginspirasi dan mendorong partisipasi masyarakat,” tandasnya.

Dia menambahkan bahwa acara tersebut merupakan awal untuk menciptakan generasi emas. Dirinya pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menguatkan komitmen untuk mencetak generasi sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing global.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari kerja besar bersama. Mari kita jadikan momentum ini sebagai komitmen untuk mencetak generasi sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid juga turut menegaskan posisi penting Bunda PAUD di semua tingkatan. Ia menekankan perlunya kolaborasi berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, organisasi profesi, penyelenggara PAUD, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.

“Bunda PAUD adalah figur ibu bangsa yang menjalankan peran strategis dalam menciptakan layanan PAUD holistik dan integratif yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana menjelaskan bahwa pelantikan ini adalah kewajiban struktural yang harus dilakukan Bunda PAUD kabupaten untuk membentuk dan mengukuhkan struktur kerja di bawahnya.

“Harapannya, ini bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih mengarahkan anak-anak mengikuti pendidikan anak usia dini sebelum masuk sekolah dasar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sesuai arah kebijakan ke depan, masuk SD akan diwajibkan didahului pendidikan PAUD, baik melalui lembaga PAUD maupun kelompok-kelompok bermain. Setelah ini, Bunda PAUD kecamatan akan melantik Bunda PAUD desa, sedangkan POKJA kabupaten akan melakukan advokasi dan asistensi kegiatan PAUD di setiap wilayah.

Sebagai informasi, acara pelantikan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, serta disambut antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan ini bukan sekadar prosesi formal, tetapi momentum penting membangun sinergi lintas sektor demi menciptakan layanan PAUD yang terencana, terukur, dan berdampak nyata. (Red)

Bupati Tangerang Ajak Kolaborasi Atasi Banjir, Minta Warga Jaga Kebersihan

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan pemantauan langsung kondisi Kali Cirarab yang melintasi kawasan Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/8/25).

Dalam tinjauannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah terukur untuk menormalisasi Kali Cirarab secara menyeluruh sekaligus merumuskan langkah penanganan banjir di wilayah tersebut,

“Langkah pertama adalah melakukan normalisasi dari hulu sampai hilir Kali Cirarab, dimulai dari wilayah Curug hingga ke bagian hilir. Selanjut bersama pihak-pihak terkait kita akan merumuskan langkah penanganan selanjutnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Pihaknya juga akan mengundang dan berkoordinasi pihak pengembang untuk memaksimalkan kolam-kolam yang mereka miliki untuk mengurangi dampak banjir yang lubih luas

"Yang kedua, kami akan berkoordinasi dengan pihak PT Paramount untuk memaksimalkan fungsi kolam retensi yang mereka miliki untuk mengurangi dampak yang lebih luas” jelasnya

Menurutnya, penanganan banjir di wilayah Kadu Jaya tersebut tidak bisa ditangani secara sepihak. Kolaborasi dan sinergi dari pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sangat dibutuhkan.

"Penanganan banjir ini tidak bisa sepihak, tapi memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak lintas sektor sehingga langkah yang diambil bisa memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga," tandasnya

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat bisa bersama-sama aktif, bergotong royong menangani banjir dengan tidak membuang sampah pada tempatnya, mengaktifkan kembali gerakan-gerakan kebersihan di lingkungan masing-masing

"Kepada masyarakat saya menghimbau, aktif dan giatkan kembali gerakan-gerakan kebersihan lingkungan dan jangan buang sampah seenaknya," pungkasnya. (Red)

Kemenag Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Inovatif SIBELAKU

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang Ade Baijuri meluncurkan program “Kemenag Berdampak” di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis (14/8/25).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang mengapresiasi program inovatif Kementerian Agama Kabupaten Tangerang yang tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan semata, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, pemerintahan, dan sosial kemasyarakatan.

“Program yang dirumuskan oleh Kementerian Agama ini bukan sebatas urusan keagamaan secara umum, tetapi juga dari sisi pendidikan dan kontribusi terhadap tugas-tugas pemerintahan. Kolaborasi ini penting agar urusan pemerintahan dan keagamaan dapat berjalan bersama demi kepentingan umat di Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Kabupaten Tangerang atas program “SIBELAKU” (Siswa Madrasah Belajar Kitab Kuning) yang diharapkan menjadi modal dasar umat Islam untuk melestarikan ajaran Nabi Muhammad SAW serta membentuk generasi berakhlak mulia.

“Semoga program 'Kemenag Berdampak' ini membawa manfaat luas, mempererat hubungan emosional antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan masyarakat, serta mewujudkan Kabupaten Tangerang Gemilang, Indonesia Maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, Ade Baijuri, menjelaskan bahwa “Kemenag Berdampak” merupakan wujud implementasi Hasta Prasetya Kementerian Agama RI. Program ini mencakup: SIBELAKUNING (Siswa Madrasah Belajar Kitab Kuning), Gerakan Ibadah Umat bagi Siswa, Ekoteologi Pondok Pesantren, Sosialisasi Kurikulum Cinta kepada Allah, Rasulullah, dan sesama dan kelima Pemberian 1.000 Bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI sebagai bentuk cinta tanah air.

Program ini juga merupakan upaya memperkuat kerukunan umat beragama, mencintai lingkungan, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah di Kabupaten Tangerang," ungkapnya.

Pihaknya pun memgucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta seluruh perangkatnya yang terus mendukung dan berkolaborasi dengan Kemenag dalam setiap pelaksanaan program yang dilaksanakan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati Tangerang beserta seluruh perangkatnya yang selalu memberikan dukungan penuh. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, ulama, akademisi, dan berbagai pihak membuat program ini dapat berjalan optimal,” ujarnya. (Red)

Page 55 of 243
Go to top