Resmi, 179 ASN Kabupaten Tangerang Dilantik Bupati Maesyal Rasyid

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 179 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Acara tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Rabu (24/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang baru saja dilantik. Ia berharap agar seluruh ASN dapat mengemban tugas dan tanggung jawab dengan dedikasi dan integritas tinggi.

"Selamat bertugas kepada seluruh ASN yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan dedikasi dan tanggung jawab demi kemajuan pelayanan publik di Kabupaten Tangerang," ucap Bupati Maesyal.

Ia mengungkapkan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut, merupakan bagian dari proses penyerahan, pelantikan, dan pengambilan sumpah/janji Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS dari lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II, formasi Tahun Anggaran 2024.

Adapun jumlah ASN yang dilantik sebanyak 179 orang ASN yang terdiri dari 2 orang CPNS lulusan IPDN Formasi TA 2024, 93 orang PPPK tenaga kesehatan, 4 orang PPPK tenaga guru, dan juga 80 orang PPPK tenaga teknis.

"Proses pengangkatan ini sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku, yaitu para CPNS yang lulus Latsar dan dinyatakan sehat, serta PPPK yang lolos seleksi kompetensi melalui sistem CAT BKN, kini resmi bergabung sebagai ASN Kabupaten Tangerang," jelasnya

Ia menambahkan bahwa pengambilan sumpah/janji bukan hanya prosesi formal, tetapi juga merupakan ikrar moral dan bentuk tanggung jawab terhadap bangsa, negara, dan masyarakat. Untuk itu, dia juga meminta para ASN yang dilantik dan diambil sumpahnya untuk jadi seorang ASN yang berintegritas, disiplin, dan profesional.

"Jadilah ASN yang berintegritas, disiplin, dan profesional. Jauhi tindakan indispliner yang bisa mencoreng citra pribadi maupun instansi. Pengabdian kalian adalah bagian penting dari ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang Benny Rahmat menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan tahapan akhir dari proses panjang rekrutmen ASN, yang dimulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi, hingga pemberkasan.

"Proses yang telah dilalui seluruh ASN yang dilantik hari ini menunjukkan komitmen dan keseriusan mereka dalam menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan yang bersih dan melayani," ujar Benny.

Ia juga menambahkan, seluruh ASN yang baru saja dilantik akan segera ditempatkan sesuai dengan kebutuhan perangkat daerah masing-masing, berdasarkan kompetensi dan formasi yang tersedia.

"Kami harapkan para ASN ini bisa segera menyesuaikan diri di unit kerja masing-masing, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tangerang," tambahnya. (Red)

Bupati Tangerang Paparkan Inovasi Jaminan Ketenagakerjaan di Ajang Paritrana Awards 2025

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memaparkan capaian dan inovasi program Jaminan Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang di hadapan tim juri tingkat nasional dalam ajang Paritrana Awards 2025. Penilaian dilakukan secara berani dari Kantor Askab PSSI Kabupaten Tangerang, Rabu (24/9/25).

Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan Pemkab Tangerang dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 3 juta jiwa bersama BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang dan BPJS Provinsi Banten terus melakukan terobosan-terobosan untuk memperluas jangkauan perlindungan tenaga kerja, baik pekerja penerima upah, bukan penerima upah, hingga pekerja rentan.

“Saat ini 78 persen telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam melindungi pekerja, terutama yang rentan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati mengungkapkan bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Tangerang tidak hanya bersumber dari APBD, tetapi juga melibatkan APBDes dan kepesertaan mandiri. Tahun 2025, untuk perlindungan pekerja rentan, mencakup lebih dari 562 ribu pekerja.

Selain capaian tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai inovasi daerah, di antaranya: Program 1 ASN 1 pekerja rentan, yang akan dimulai pada tahun 2026 sebagai bentuk gotong royong ASN dalam melindungi pekerja serta optimalisasi perlindungan bagi pekerja Ad Hoc Pemilu dan Pilkada.

“Kami juga terus memperkuat kolaborasi dengan desa dan kecamatan dalam memperluas kepesertaan, penguatan regulasi melalui Perda dan Perbup yang mendukung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta pembentukan tim terpadu untuk memastikan ekosistem perlindungan sosial berjalan lestari,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemkab Tangerang juga berkomitmen meningkatkan layanan publik dengan menghadirkan gerai pelayanan BPJS di mall dan pusat pelayanan terpadu. Upaya ini dilakukan agar pelayanan itu lebih mendekati masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja di Kabupaten Tangerang terlindungi, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan memiliki jaminan sosial yang layak. Upaya ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung tercapainya jaminan sosial universal di Indonesia,” tutupnya. (Red)

Monitoring di Teluknaga, Wabup Intan Dorong P3S Lebih Kreatif dan Tepat Sasaran

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Intan terus mendorong kecamatan-kecamatan untuk melakukan terobosan kreatifitas dan inovasi dalam Program Percepatan Penurunan Stunting (P3S).

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat melakukan monitoring langsung pelaksanaan P3S di Kecamatan Teluknaga (24/09/25)

"Alhamdulillah untuk di kecamatan Teluknaga ada penurunan sekitar 4%. Saya mohon kecamatan-kecamatan bisa lebih berkreasi dan berinovasi untuk percepatan penurunan Stunting di setiap wilayahnya," ujar Wabup Intan

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah membuat program mengintervensi ibu hamil dengan gizi kurang atau Kurang Energi Kronis (KEK), dengan memberikan makanan bergizi selama 120 hari plus vitamin untuk anak-anak yang terindikasi gizi buruk dan mengintervensi selama 90 hari memberikan makanan bergizi dan juga vitamin untuk mengatasi Stunting.

Intervensi yang telah dilakukan tersebut harus terus dipantau secara berkala dan berkelanjutan terkait sejauh mana hasilnya dan dicatat betul apa saja hambatan yang ditemui di lapangan. Menurut dia, keakuratan data yang dimiliki merupakan sebuah dokumen penting dalam merumuskan dan menentukan kebijakan lanjutan yang lebih baik.

"Tugas saya sebagai Ketua TPPS memantau data yang disajikan nanti sudah sinkron dengan data yang di dinas atau tidak. Setelah diintervensi apakah anak yang gizi buruk tersebut sudah kembali normal atau tidak, kalau tidak ada perkembangan ini yang harus dipikirkan apabila tidak ada perubahan, harus ada strategi-strategi lain yang pemerintah siapkan supaya ada perubahan," tandasnya

Pihaknya juga meminta kecamatan dan Puskesmas agar bisa rutin dan secara berkala memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para kader PKK dan Posyandu tentang gizi dan bagaimana membuat menu makanan tambahan yang tidak hanya bergizi tapi juga enak dan menarik bagi anak-anak.

"Sekarang juga banyak buku-buku resep dan ke depannya pemerintah daerah akan mengajarkan juga pola menu sehat dan makan bergizi gratis tapi enak buat anak-anak. Ibu-ibu kader harus dilatih bagaimana mengkreasikan makanan bergizi untuk anak-anak, supaya mereka tertarik dan mau makan," imbuhnya

Selain, dia juga meminta Puskesmas bisa lebih aktif terjun langsung kepada masyarakat bersama para kader untuk memberikan sosialisasi apa saja acuan yang harus dipegang dan bagaimana membuat makanan tambahan sederhana dari bahan-bahan yang mudah didapat dan tersedia di sekitar lingkungan rumah. (Red)

Dewan Pendidikan Rekomendasikan Penerapan JBM untuk Lingkungan Peduli Pendidikan

Tangerang, lensafokus.id - Kurangnya bimbingan dan kontrol orang tua terhadap anak, menjadi tantangan yang dihadapi di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan fokus Grup Diskusi (FGD) yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Rabu (24/09/25).

Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang melihat perlunya sebuah gerakan atau program untuk menciptakan suasana kondusif bagi anak anak dalam menumbuhkan budaya belajar dan melakukan hal positif di malam hari.

Jam Belajar Masyarakat (JBM) menjadi salah satu rekomendasi dalam kegiatan FGD yang diikuti berbagai stakeholder dan organisasi masyarakat.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang Prima Saras Puspa, mewakili unsur pemerintah menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Pendidikan.

Melalui pembahasan rekomendasi penerapan JBM di kabupaten Tangerang, sejalan dengan misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

"Kami mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan Dewan pendidikan, semoga melalui FGD ini dapat menghasilkan kajian yang matang dan dapat di realisasikan di Kabupaten Tangerang," Ujarnya.

Sementara itu, ketua Dewan Pendidikan H. Mas Iman Kusnandar, menjelaskan keprihatiannya terhadap perkembangan generasi saat ini, pengawasannya yang abai pada setelah aktivitas belajar di sekolah.

Masih banyak di temui penggunaan handphone yang berlebihan, bahkan melakukan aktivitas diluar sampai larut malam.

Menjadi salah satu tanggung jawab Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk melakukan terobosan dalam menciptakan gaya hidup masyarakat agar lebih peduli pada pendidikan anak-anak khususnya penerapan jam belajar masyarakat di Kabupaten Tangerang, sekaligus mendukung persiapan menuju Indonesia emas 2045.

"Melihat situasi tersebut kami tidak boleh diam, semoga FGD ini dapat pemahaman bersama terhadap rekomendasi penerapan JBM dengan pendekatan yang sesuai di Kabupaten Tangerang, " Tutup dia. (Red)

Gerakkan Ekonomi Warga, Festival UMKM Ngider Hadir di Kecamatan Kronjo

TANGERANG, lensafokus.id - Kecamatan Kronjo menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival UMKM Ngider yang berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 September 2025. Kegiatan ini ditunjuk langsung oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang sebagai bagian program menggerakkan perekonomian lokal melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Camat Kronjo, Muhammad Mumu Mukhlis menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah, khususnya Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan produk mereka sekaligus memperluas pasar.

“Alhamdulillah, pada hari ini hingga lima hari ke depan, Kecamatan Kronjo ditunjuk oleh Dinas Koperasi sebagai lokasi Festival UMKM Ngider. Dengan hadirnya UMKM ini yang terdiri dari 25 stan, sebagian besar diisi oleh pelaku usaha dari wilayah Kecamatan Kronjo. Mudah-mudahan mampu meningkatkan roda perekonomian di wilayah kami,” ungkap Mumu di aula Kantor Kecamatan, Rabu (24/9/2025).

Mengenai persiapan penyelenggaraan, ia menyebutkan bahwa teknis kegiatan ditangani langsung oleh Dinas Koperasi yang menunjuk vendor pelaksana. Pihak kecamatan sendiri turut serta dalam mendukung jalannya festival dengan terus berkoordinasi bersama panitia agar kegiatan berjalan lancar.

Lebih lanjut, Mumu menyampaikan harapan besarnya terhadap keberlanjutan acara tersebut. Menurutnya, Festival UMKM Ngider tidak hanya bermanfaat bagi Kecamatan Kronjo, tetapi juga dapat dikembangkan di kecamatan lain di Kabupaten Tangerang.

“Karena tujuannya adalah untuk peningkatan ekonomi, kegiatan seperti ini bisa juga dilakukan di wilayah lain, dengan produk yang lebih beragam dan menarik, sehingga masyarakat semakin antusias. Tentunya, ketika masyarakat tertarik, otomatis ekonomi akan berputar,” ujarnya.

Festival UMKM Ngider diharapkan mampu menjadi sarana promosi bagi pelaku UMKM, memperkenalkan potensi produk lokal, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kecamatan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi warga untuk lebih mengenal dan mencintai produk buatan sendiri, yang tidak kalah bersaing dengan produk dari luar daerah.

“Harapannya, produk yang ditampilkan lebih banyak lagi, masyarakat semakin tertarik, dan otomatis ekonomi akan semakin berputar,” pungkasnya. (Red)

Pengurus Baru PDUI Banten Siap Jadi Rumah Bagi Dokter Umum

TANGERANG, lensafokus.id - Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Banten secara resmi membentuk kepengurusan baru untuk periode 2025-2028 pada Selasa, 23 September 2025. Acara pelantikan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, yang mendorong seluruh dokter umum di Banten untuk bergabung dengan PDUI Banten.

Ketua PDUI Banten terpilih, dr.H.Sugit Nugraha, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Ia berkomitmen untuk memajukan PDUI Banten dengan memperjuangkan kepentingan anggotanya, termasuk memastikan dokter dapat berpraktik secara optimal, baik secara fisik maupun digital, sesuai dengan perkembangan zaman.

“untuk yang masih memerlukan SIP semoga bisa ikut mendaftar jadi anggota PDUI, pasti juga harus jadi anggota IDI dan kita akan menyusun e-health agar mereka bisa berpraktek baik secara datang fisik maupun mengembangkan praktek secara digital,” kata Sugit.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menekankan peran krusial dokter umum dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banten. Ia berharap PDUI Banten dapat menjadi "rumah" bagi para dokter umum dan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik dari segi jumlah maupun kapasitas.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, Ati juga berpesan kepada seluruh dokter umum yang belum bergabung untuk segera mendaftar hingga akhir Desember 2025. Hal ini agar mereka dapat merasakan manfaat penuh sebagai anggota PDUI.

“para dokter umum yang belum masuk PDUI saya kasih kesempatan dalam akhir desember ini harus sudah masuk semuanya. Dan saya yakin kalian akan mendapatkan kenyamanan dari sebuah keluarga yang bersatu untuk tercapainya derajat kesehatan di Banten,” tegas Ati. (Red)

Monitoring P3S, Wabup Intan Dorong Strategi Tekan Stunting dan Kemiskinan

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi Program Percepatan Penurunan Stunting (P3S) dan kemiskinan ekstrem di Kantor Kecamatan Tigaraksa, Selasa (23/09/2025).

Acara ini dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimcam, Kepala dan Jajaran Dinas DPPKB, kepala desa, ketua TP PKK desa dan kelurahan, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Kecamatan Tigaraksa atas upaya dan inovasi yang telah dilakukan dalam rangka percepatan penurunan Stunting dan kemiskinan ekstrim di Kecamatan Tigaraksa.

Dalam arahannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan Kecamatan Tigaraksa yang berhasil menurunkan sekitar 24 persen atau dari 2.151 kasus menjadi 1.632 kasus.

“Capaian ini patut diapresiasi. Namun data tetap harus dipilah lebih rinci, agar dapat membedakan mana kasus stunting dan mana yang termasuk gizi buruk. Dengan demikian, langkah intervensi yang diambil dapat lebih tepat sasaran,” ujar Wabup Intan.

Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi P3S tersebut bisa menjadi sarana untuk melihat langsung sejauh mana capaian yang telah dicapai, sekaligus memperkuat strategi dalam menekan angka stunting dan mengurangi kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kegiatan monitoring dan evaluasi ini penting. Pemantauan menyeluruh secara berkala di lapangan juga perlu terus diupayakan untuk memastikan adanya perubahan signifikan setelah intervensi,” tandasnya

Dia juga menghimbau kepada seluruh jajaran Puskesmas, kecamatan, desa dan kelurahan serta para kader untuk peka terhadap situasi perkembangan global seperti kondisi perekonomian yang tidak menentu dan dampak pemutusan hubungan kerja yang secara langsung bisa memicu semakin meningkatnya kemiskinan ekstrim.

“Saya mohon kepada pemerintah kecamatan, desa, kelurahan dan para kader untuk lebih aktif melakukan pemberdayaan masyarakat agar tetap memiliki penghasilan tambahan melalui pelatihan, pemanfaatan potensi lokal, serta kerja sama dengan pihak swasta,” pintanya

Selanjutnya, kapasitas kader PKK dan Posyandu juga perlu terus ditingkatkan secara berkala dan berkelanjutan. Para kader harus terus dibekali pemahaman dan pengetahuan yang lebih baik tentang pangan bergizi, termasuk pemafaatan bahan lokal yang kaya protein.

Salah satu inovasi yang akan didorong ke depan adalah demo masak dan lomba masak berbahan pangan alternatif hasil penelitian, seperti tempe semangit, yang mengandung protein tinggi dan dapat digunakan sebagai substitusi pangan bergizi untuk balita maupun ibu hamil, imbuhnya

Pihaknya berharap dengan semakin kutanya komitmen bersama lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media, pada tahun 2029 Kabupaten Tangerang dapat mencapai Zero Stunting sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan. (Red)

Wabup Intan Nurul Sambut Delegasi Binzhou untuk Perkuat Kolaborasi

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menerima kunjungan resmi delegasi dari Kota Binzhou, Tiongkok, yang dipimpin oleh Deputy Mayor Qu Yuekuan, bersama perwakilan Indonesia–China Business Council (ICBC) Jakarta. Acara penerimaan delegasi dari Kota Binzhou tersebut dilakukan di Ruang Rapat Wareng Gedung Kantor Bupati Tangerang, Selasa (22/09/25)

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan dari Binzhou. Ia menegaskan bahwa hubungan antar daerah lintas negara bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, melainkan sebuah langkah strategis untuk saling memperdalam pemahaman, berbagi pengalaman pembangunan, serta merancang program kerja sama nyata yang saling menguntungkan

"Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kerja sama internasional, membuka jalur komunikasi yang lebih erat, serta mengeksplorasi potensi kolaborasi di berbagai sektor strategis," ungkap Wabup Intan

Dia menambahkan ada beberapa sektor utama yang menjadi pembahasan bersama antara lain: promosi pariwisata dan budaya, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lewat program pendidikan, pelatihan, dan penguatan kompetensi generasi muda serta pertukaran pelajar dan pemuda sebagai upaya menumbuhkan ikatan persahabatan.

“We hope this visit will foster new enthusiasm to realize concrete programs that are mutually beneficial and sustainable. Semoga kunjungan ini melahirkan semangat baru dalam merealisasikan program nyata yang saling menguntungkan serta berkelanjutan," ujarnya

Dia juga menandaskan kerjasama antara Kabupaten Tangerang dengan Kota Binzhou akan memperkuat jembatan persahabatan, menghadirkan manfaat nyata, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

Sementara itu, Deputy Mayor Qu Yuekuan dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia menilai Kabupaten Tangerang sebagai mitra strategis, baik karena posisi geografisnya, potensi pasar dan ekonomi kreatif, serta sumber daya manusia yang makin berkembang. Kota Binzhou Tiongkok sendiri memiliki berbagai keunggulan, mulai dari sektor industri manufaktur, perikanan, hingga produk pertanian.

Pihaknya percaya dengan kerjasama yang lebih erat bersama Kabupaten Tangerang akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan dan bermanfaat.

"Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang erat bersama Kabupaten Tangerang, akan tercipta pertukaran pengalaman, peluang bisnis, serta pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat kedua wilayah," kata Qu Yuekuan yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kota Binzhou sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan melakukan forum teknis dan agenda bersama yang lebih konkret. Pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi pijakan awal bagi penyusunan program jangka panjang, mulai dari penguatan ekonomi daerah, peningkatan daya saing global, hingga perluasan jejaring investasi. (Red)

Bupati Tangerang Tekankan Pendampingan Kesehatan dan Pendidikan Anak SM

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid kembali mengunjungi SM, seorang anak berusia 5 tahun yang menderita retinoblastoma (kanker mata) di Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo, Selasa, (23/9/25).

Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya melihat anak SM yang sudah kembali ceria dan tersenyum menyambut kedatangan Bupati yang didampingi Kadinkes, Camat dan Kepala Puskesmas, Kepala Desa serta tokoh masyarakat.

"Alhamdulillah adinda SM sudah bisa tersenyum dan ceria sesudah menjalani operasi dan kembali dirumah, walaupun masih menjalankan rawat jalan terkait dengan perawatan penyakit yang dideritanya," ujarnya

Dia menjelaskan bahwa operasi mata SM sudah berjalan sesuai rencana, dan saat ini anak SM masih harus menjalani proses pengobatan lanjutan dan pemulihan di rumah. Untuk itu, dia meminta pihak kecamatan, Puskesmas dan desa untuk terus memantau perkembangan baik kesehatan maupun psikologis anak SM

"Saya mohon kepada camat, dokter Puskesmas, kepala desa dan tentu saja keluarga dan warga lingkungan sekitar untuk terus mendampingi rawat jalannya, pantau bagaimana perkembangannya sampai sembuh dan pulih kembali," serunya

Lanjut dia, selain hal kesehatan dan pemulihan anak SM, hal lainnya yang perlu mendapat perhatian bersama adalah tentang pendidikan anak SM. Dia juga meminta semua pihak untuk dapat membantu agar anak SM nantinya bisa semakin kuat semangat belajarnya dan bisa sekolah serta bersosialisasi dengan baik bersama teman-temannya.

"Satu lagi saya mohon kepada keluarga, camat, pak kades dan tetangga terkait pendidikannya. Bantu adik kita ini agar terus menguat semangatnya. Jika anak ini sudah pulih dan normal, semangat belajarnya jadi makin tinggi dan bisa sekolah di lingkungan terdekat," tandasnya

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Camat Kronjo, Puskesmas, Kades Pagenjahan dan warga sekitar yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil kepada keluarga dan anak SM

"Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada Camat, Kades, Puskesmas dan para warga yang telah memberikan bantuan dan dorongan baik moril maupun materiil. Semoga menjadi amal ibadah dan kebaikan bagi semuanya yang membantu," pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Dorong RSUD Balaraja Jadi Rumah Sakit Terbaik Nasional

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menghadiri apel pagi dalam rangka HUT ke-14 RSUD Balaraja yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Pelayanan Pengantaran Obat Ramah Lansia (Pelatran Omah Lansia) dan pemberian santunan kepada anak yatim. Acara tersebut dilaksanakan di Halaman RSUD Balaraja, Selasa (23/9/25)

Dalam amanatnya Bupati Maesyal Rasyid meminta kepada seluruh jajaran RSUD Balaraja untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan terbaiknya kepada seluruh masyarakat.

“Di hari jadinya yang ke-14 ini, saya minta kepada seluruh jajaran RSUD Balaraja untuk terus meningkatkan layanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat,” seru Bupati Maesyal Rasyid

Dia mengatakan bahwa usia 14 tahun merupakan usia yang sedang beranjak dewasa menuju kemandirian. Untuk itu, Hari Jadi ke-14 RSUD Balaraja tersebut hendaknya menjadi momentum bersama untuk menjadikan RSUD Balaraja menjadi rumah sakit terbaik secara regional maupun nasional sebagaimana visi dan misi yang telah ditetapkan.

“Dengan bahagia dan penuh keceriaan ini, jadikanlah momentum hari jadi ini untuk terus memperkuat komitmen bersama menjadikan RSUD Balaraja menjadi yang mandiri dan terbaik secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.

“Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, mengucapkan selamat atas hari jadi ke-14 RSUD Balaraja kepada segenap jajaran Direksi, dokter, tenaga kesehatan, pegawai dan seluruh keluarga besar RSUD Balaraja,” ucapnya

Dia juga menyebut visi, misi, moto dan mars RSUD Balaraja bermuara pada tugas utama yaitu keselamatan dan kesehatan jasmani dan rohani pasien. Visi, misi dan moto tersebut jangan hanya menjadi slogan semata, namun harus tertanam dan mengakar kuat pada setiap pegawai, dokter, tenaga medis dan seluruh jajaran direksi RSUD Balaraja

"Ketulusan dan keiklasan dalam melayani masyarakat harus tertanam betul-betul dan dijalankan dengan baik. Semua harus cepat,

tanggap, santun dan peduli dalam menangani pasien, khususnya pasien yang darurat. Jangan melihat darimana dan siapa pasien yang datang. Lakukan tindakan terbaik untuk semua pasien," tandasnya

Menurut dia, ketulusan, keiklasan, kecepatan, kesantunan serta kepedulian yang dilakukan sangat mempengaruhi tingkat kesembuhan dan kepulihan pasien yang dirawat.

“Pasien cepat sehat, kita ada kepuasan batin karena pasien sehat dan kepercayaan masyarakat juga meningkat. Terima kasih atas ketulusan dan kesan dalam melayani pasien yang telah dijalankan,” ucapnya

Pihaknya juga mengajak seluruh jajaran RSUD Balajara untuk tidak berpuas diri atas prestasi yang diraih dan terus meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga mampu menginspirasi rumah sakit lainnya.

“Terus berjuang untuk meningkatkan kinerja, jangan berpuas diri dengan predikat yang telah diraih. Pertahankan dan tingkatkan terus predikat yang telah diraih sehingga mampu menginspirasi lainnya,” serunya. (Red)

Page 42 of 243
Go to top