Banten

Banten (6091)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, untuk melihat lebih dekat kondisi pengelolaan sampah di wilayah tersebut, Senin (7/4/2025),

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Tangerang menata ulang sistem pengelolaan sampah demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat menuju tata kelola yang lebih baik dan berkelanjutan.

"TPA Jatiwaringin ini memiliki luas lahan sekitar 31 hektare, dengan sekitar 6 hektare yang masih belum terisi. Pemkab bersama dengan berbagai pihak terkait ingin menyiapkan dan menerapkan berbagai solusi pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Pihaknya mengakui bahwa saat ini masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pembuangan sampah, terutama terkait akses jalan yang masih menggunakan sistem satu pintu untuk keluar dan masuk kendaraan di TPA Jatiwaringin.

“Kita masih menggunakan satu jalur untuk akses masuk dan keluar. Ke depan akan kita perbaiki agar tidak terjadi antrean panjang,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di tingkat kecamatan. Pemkab Tangerang berencana memperluas pemanfaatan TPS 3R agar volume sampah yang dibuang ke TPA bisa dikurangi secara signifikan nantinya.

“Di beberapa kecamatan, TPS 3R akan kita manfaatkan secara maksimal agar bisa mengurangi jumlah sampah yang harus dibawa ke TPA,” tambahnya.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk di sungai atau pinggir jalan.

“Kita minta masyarakat buang sampah pada tempatnya. Nantinya kami juga akan tambah tempat pembuangan sementara agar masyarakat lebih mudah menjangkau dan tidak membuang di sembarang tempat,” tegasnya.

Lanjut dia, Pemkab Tangerang juga berencana menambah 30 armada truk sampah tahun ini untuk memperkuat sistem pengangkutan sampah dari wilayah kecamatan.

“Insya Allah tahun ini akan kita tambah 30 armada truk agar penanganan sampah bisa lebih cepat dan efektif,” pungkasnya. (Red)

Teluknaga, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid terjun langsung membersihkan tumpukan sampah di Sungai Golden (anak Sungai Cisadane) yang membentang diantara dua desa yaitu Desa Pangkalan dan Desa Kampung Melayu Barat Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Minggu, (6/04/25).

Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.23, Bupati Maesyal turun langsung membersihkan sampah bersama masyarakat di dua desa tersebut. Dibantu oleh alat eskavator dan armada truk pengangkut sampah, Bupati Maesyal bergotong-royong bersama warga turun membersihkan sampah yang menumpuk di Sungai Golden.

Dia menandaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Untuk itu, pihaknya menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang tentang pentingnya menjaga lingkungan dan saling membantu memberikan teladan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan.

"Saya mohon kepada masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya masyarakat Teluknaga, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi persoalan sampah menjadi tanggung jawab kita bersama, artinya saya minta bantuan masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah sembarangan," tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Sekitar 3 jam, tumpukan sampah yang menutupi aliran sungai bisa dibersihkan dan tidak lagi menutupi aliran sungai. Bupati berharap masyarakat di sekitar sungai dapat menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengakibatkan banjir di lingkungan Desa Pangkalan dan Desa Kampung Melayu Barat.

"Saya tegaskan tidak lagi membuang sampah ke sungai, tidak lagi membuang sampah ke pinggir jalan supaya apa, supaya wilayah kita bersih, dan kalau sudah bersih Insyaallah sehat semua masyarakat," ujarnya

Pada kesempatan tersebut hadir pula Camat Teluknaga Zam Zam Manohara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Fahruroji, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Hendri Hermawan, Kepala Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Iwan Firmansyah dan beserta Muspika Kecamatan Teluknaga. (Red)

Lebak, lensafokus.id - Paska Hari Raya Idhul Fitri 1446 H/2025 M Harga ikan (TPI) Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, mengalami lonjakan tajam. Ikan banyak diburu para pengunjung yang liburan ke pantai, padahal stok ikan sendiri masih terbatas, disebabkan masih banyak nelayan yang belum melaut paska hari raya Idhul Fitri. Akibatnya, pasokan ikan di pasar menurun drastis menyebabkan harga naik signifikan.

Salah Seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Nunung (42), mengatakan bahwa harga ikan naik hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum Lebaran.

“Biasanya ikan tongkol bisa kami jual Rp13.000-15.000 rebu satu ekor ukuran sedang, sekarang mencapai Rp 25.000 rebu satu ekor. Ikan layang yang sebelumnya Rp 18.000-20.000 rebu paling mahal, kini mencapai Rp 30.000 per kg, paling anjlok lagi harga cumi yang biasanya Rp 30.000-35.000 rebu per kg, sekarang mencapai Rp 55.000-60.000 per kg,” ujarnya Minggu (6/4/2025).

Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh minimnya pasokan ikan akibat sebagian besar nelayan masih beristirahat setelah Idul Fitri. “Banyak perahu yang belum melaut, sehingga ikan yang masuk ke TPI Binuangeun tidak ada. Akibatnya, harga Ikan melonjak,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sadil, seorang nelayan setempat. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan nelayan untuk tidak melaut selama beberapa hari setelah Lebaran sudah menjadi tradisi. “Biasanya kebanyakan dari kami baru kembali melaut sekitar seminggu setelah Lebaran. Ini dilakukan untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan hari raya,” katanya.

Lonjakan harga ini membuat sebagian pedagang ikan memilih tidak berjualan karena kesulitan mendapatkan pasokan ikan dengan harga yang terjangkau. Di pinggiran pasar tradisional Binuangeun, jumlah lapak ikan yang buka pun terlihat lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasa.

Salah satu pembeli, Refida (32), mengaku terkejut dengan kenaikan harga ikan yang signifikan. “Mau tidak mau, tetap beli walaupun mahal. Tapi kalau begini terus, kami harus mencari alternatif lain seperti ayam atau tahu tempe,” ujarnya.

Kenaikan harga merupakan yang lazim sebab masih dalam suasana lebaran idul Fitri sehingga banyaknya masyarakat melakukan mudik dan berkumpul bersama keluarga. (Cecep)

Serang, lensafokus.id - Dalam rangka mengamankan arus mudik dan libur Lebaran 2025, Polda Banten menggelar Ops Ketupat Maung 2025, yang melibatkan berbagai posko dan pos yan di wilayah hukum Polda Banten.

Serang, lensafokus.id - Dalam rangka mengamankan arus mudik dan libur Lebaran 2025, Polda Banten menggelar Ops Ketupat Maung 2025, yang melibatkan berbagai posko dan pos yan di wilayah hukum Polda Banten.

Lebih lanjut, Kabiddokes Polda Banten menyampaikan bahwa selain memberikan pelayanan kesehatan kepada personel agar tetap prima. "Kami tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada personel agar tetap prima, tetapi juga memberikan pelayanan kepada pemudik di Pelabuhan Merak serta masyarakat yang berwisata di Pantai Anyer hingga Carita," ujar Kabiddokes Polda Banten.

Di akhir Kabiddokes Polda Banten berharap Dengan adanya pos-pos ini, seluruh personil yang bertugas dapat menjalankan tugasnya dengan optimal. "Dengan adanya pos-pos ini, kami berharap seluruh personil yang bertugas dapat menjalankan tugasnya dengan optimal dan masyarakat dapat merasa lebih aman dan sehat," tutup Kabiddokes Polda Banten. (red)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Sepanjang libur Lebaran, pelayanan publik di Kota Tangerang tetap beroperasi. Salah satunya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tetap siaga 24 jam penuh yang melayani kegawatdaruratan di Kota Tangerang. Tercatat, hingga H+3 Lebaran 2025, BPBD Kota Tangerang melayani 34 pengaduan pelayanan masyarakat. 

Plh Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, dari 34 pengaduan pelayanan yang masuk tujuh diantaranya ialah kebakaran. Seperti, kebakaran warung di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung yang terjadi akibat korsleting listrik ditinggal mudik.

"Hampir setiap hari, ada kejadian kebakaran. Selebihnya, pelayanan yang diberikan petugas ialah permohonan lepas cincin, penolongan hewan, pohon tumbang hingga sarang tawon," jelas Mahdiar, Jumat (4/4/25). 

Ia pun menegaskan, menghadapi arus balik dan libur Lebaran yang masih berlangsung, seluruh petugas terus disiagakan dengan sistem siaga on call. Petugas disiagakan 24 jam penuh untuk merespons keadaan darurat secara cepat dan efektif.  

"Setiap hari personel dalam kondisi on call dan siap turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan bencana dengan sigap," tegasnya. 

Mahdiar juga mengimbau pemudik atau wisatawan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.  

"Mari selalu waspada di mana pun berada dan berdoa agar perjalanan tetap aman dan lancar. Kami pun berharap arus mudik dan balik mudik serta libur Lebaran 2025 dapat berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat," tutupnya. (Red)

Sepatan, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid membantu renovasi rumah tidak layak huni milik ibu Asmunah (60) warga Kampung Kayu Bongkok RT. 007 RW 001 Desa Kayu Bongkok Kecamatan Sepatan, Jum'at (04/04/25).

Di tengah cuti bersama libur Idulfitri 1446 H, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meninjau dan mengecek langsung kondisi rumah kumuh tidak layak huni milik warga di Kampung Kayu Bongkok Kec. Sepatan. Kondisi rumah, atap terbuka, lantai tanah dan kurang nyaman untuk ditempati terlebih di musim penghujan saat ini

"Hari ini, kita hadir di sini di rumah ibu Asmunah, untuk melihat dan mengecek langsung kondisi rumahnya. Ternyata benar rumah bu Asmunah sangat memprihatinkan dan perlu segera kita bantu mengingat kondisinya kurang layak terlebih di musim penghujan ini," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Setelah berkomunikasi dengan pihak kecamatan, desa, binamas, babinsa dan tokoh masyarakat setempat, Bupati Maesyal Rasyid memutuskan untuk secara gotong royong merenovasi rumah milih Ibu Asmunah. Dirinya tidak hanya membantu secara pribadi tetapi juga ikut terlibat langsung membongkar rumah tersebut bersama masyarakat.

"Kita sudah tinjau dan langsung kita putuskan, gotong royong bersama masyarakat, Camat, Kades, RT, RW membongkar. Mulai atap rumah yang sudah lapuk yang kita bongkar hingga lantai rumah juga dapur agar lebih sehat dan nyaman," ungkapnya

Menurut dia, kekompakan dan kebersamaan warga mencerminkan bahwa rasa kepedulian dan kemanusiaan terjaga dengan sangat baik dan perlu terus dijaga agar masyarakat tetap harmonis.

"Kebersamaan, kegotong-royongan ini harus terus kita jaga sampai kapanpun agar masyarakat tetap harmonis, saling asah, saling asih dan saling asuh, peka dan peduli terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan" tandasnya

Dirinya berharap renovasi rumah tidak layak huni tersebut bisa segera diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga segera bisa ditempati pemiliknya dengan nyaman.

Sementara Camat Sepatan Abudin menambahkan selain bedah rumah, pihaknya juga akan melengkapi kebutuhan lainnya di rumah Ibu Asmunah, mulai dari tempat tidur dan kondisi atap kita ganti dan dinding yang mulai rapuh kita perbaiki agar layak.

"Pokoknya rapihkan semuanya, kita juga lihat kebutuhan lainnya di rumahnya agar lebih layak dihuni oleh ibu asmunah," kata Camat Sepatan Abudin.

Pada kesempatan meninjau rumah ibu asmunah, Bupati bersama Camat, Babinsa, Binamas berdialog dengan masyarakat Kampung Kayu bongkok agar terus meningkatkan kepekaan sosial kepada masyarakat lain yang memiliki keterbatasan baik secara ekonomi maupun akses lainnya. (Red)

Page 129 of 610
Go to top