Kota Tangerang, lensafokus.id - Gubernur Banten Andra Soni membuka Kejuaraan Tenis Meja Nasional Gubernur Banten Cup 2026. Kejuaraan yang diikuti oleh 665 atlet dalam 11 kategori itu berlangsung pada 3 - 5 April 2026.
“Kenapa saya selalu mendukung kejuaraan olahraga di Provinsi Banten? Karena saya percaya sebuah daerah maju bisa dilihat dari prestasi olahraganya,” ucap Andra Soni di Gelanggang Olahraga (GOR) Gondrong, Jl Sawah Dalam RT 05/RW 01, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (03/4/2026).
Andra Soni juga memberikan apresiasi kepada panitia yang menghadirkan kejuaraan tenis meja level nasional di Provinsi Banten. Menurutnya, para atlet muda terus berlatih dan bertanding. Dalam pertandingan atau kejuaraan para atlet bersaing.
“Dan tetap bersahabat. Itu tanda-tanda daerah maju,” ucapnya.
Andra Soni juga mendoakan harapan dan cita-cita para orang tua atlet dalam mendidik anak-anaknya terwujud. “Semoga harapan bapak dan ibu menjadikan anak-anaknya sehat, cerdas, dan berbakti kepada orang tua terwujud,” ucapnya menambahkan.
Gubernur menyampaikan kesiapan dan upaya Provinsi Banten untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 bersama Provinsi Lampung. Menurutnya banyak lapangan olahraga di Provinsi Banten yang siap dan berstandar untuk melaksanakan PON.
“Insya Allah kalau Allah mengijinkan, Provinsi Banten siap menjadi tuan Tuan Rumah PON 2032 bersama Provinsi Lampung,” tegasnya.
Gubernur juga berharap, dengan berlatih dan banyak bertanding, para atlet muda Provinsi Banten mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Andra Soni mengisahkan ia memiliki sahabat yang juga teman SMA dan mendiang atlet tenis meja Davids Jacobs. Sahabatnya tersebut ajin berlatih dan bertanding tenis meja hingga menjadi atlet paralympic Indonesia. Davids Jacobs berhasil mempersembahkan medali perunggu pada Paralympic London Tahun 2012 dan Tokyo Tahun 2020.
Kedekatan Andra Soni dengan keluarga Davids Jacobs juga tampak saat ia bersama Tinawati Andra Soni pada pembukaan Kejuaraan Tenis Meja Nasional Piala Gubernur Banten Tahun 2026 kali ini. Tak hanya itu, gubernur bersama Tinawati juga nampak selalu membersamai Neelece Jacobs bunda dari mendiang sahabatnya tersebut
Seperti diungkap Neelece Jacobs, putranya bersahabat baik sejak masa SMA. “Bersama teman-temannya sering main ke rumah. David atlet tenis meja, Andra atlet hoky,” ucapnya.
“Dia sudah menganggap saya seperti ibunya,” ucap Neelice.
“Andra itu tumbuh dari bawah. Dari bekerja di perusahaan ekspedisi sampai mendirikan usaha ekspedisi sendiri. Sekarang jadi Gubernur” tambahnya.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Kejuaraan Tenis Meja Nasional Piala Gubernur Banten Tahun 2026 Thoria Marcia Rannu Jacobs mengatakan, kehadiran Gubernur Banten menandakan tenis meja mendapatkan perhatian serius Pemprov Banten.
Dikatakan kejuaraan bertujuan untuk menjaring atlet, meraih prestasi, dan menjalin silaturahmi antar atlet.
“Kejuaraan diikuti oleh 665 atlet tenis meja dari berbagai daerah. Juga ada peserta dari Korea Selatan dan Korea Utara. Terbagi dalam 11 kategori,” ungkap Ranu.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pertandingan eksebisi eksekutif, Gubernur Banten Andra Soni lawan Wali Kota Tangerang Sachrudin. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan kegiatan silaturahmi sekaligus halal bihalal bersama Forum RW, warga dan ibu ibu majlis taklim se-Kec. Pasarkemis dan Rajeg di Perumahan Tangerang Elok, Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (3/4/26).
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri para Ketua RW, RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung program pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Tangerang dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Panjang wilayah Kabupaten Tangerang sangat luas, mencapai sekitar 1.050 kilometer. Untuk itu masyarakat dimohon untuk bersabar mengingat selain kemampuan anggaran terbatas, juga harus melalui tahapan-tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang belum selesai mohon bersabar, karena kemampuan keuangan daerah juga terbatas. Namun kami bersama dinas terkait, khususnya Bina Marga, terus berupaya agar pembangunan bisa berjalan optimal dan merata,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mempercepat proses pembangunan infrastruktur, termasuk melalui percepatan lelang proyek agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan, seperti yang tengah dilakukan di wilayah Pakuhaji dan sekitarnya.
Selain infrastruktur jalan, Bupati juga menyoroti program sekolah gratis, beasiswa, bedah rumah bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak huni membutuhkan serta program lainnya yang bisa dirasakan dampak dan manfaatnya
“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat, terutama yang rumahnya sudah tidak layak. Itu menjadi perhatian serius kami,” tambahnya.
Terkait penanganan banjir, dia menyebutkan bahwa upaya normalisasi saluran air dan pembangunan tanggul terus dilakukan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tetap lancar.
“Alhamdulillah, beberapa titik yang sebelumnya rawan banjir di Elok Pasar Kemis kini sudah mulai teratasi. Ini berkat kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Pada momentum halal bihalal tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan dalam pelayanan dan pembangunan selama dirinya menjabat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat, dan ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Tangerang agar semakin maju dan sejahtera.
"Kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ini diharapkan selain mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, juga memperkuat sinergi agar peran aktif masyarakat semakin meningkat," pungkasnya
Sementara itu, perwakilan warga, Suyanti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Bupati yang dinilai dekat dan peduli dengan masyarakat.
“Kami merasa bersyukur memiliki Bupati yang begitu peduli terhadap masyarakat, khususnya di Pasar Kemis. Kehadiran beliau membawa perubahan nyata bagi lingkungan kami,” ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk memperluas cakupan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu yang memiliki anak-anak berprestasi.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara Halal Bihalal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kecamatan Pagedangan di SDN III Cihuni, Kamis (02/04/26)
“Pemerintah daerah akan terus memperluas program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, bahkan ke luar negeri. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Kabupaten Tangerang yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah investasi masa depan,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada para guru dan tenaga pendidik yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa. Menurut dia, guru dan para tenaga pendidik lainnya memiliki peran yang sangat mulia dan penting serta menentukan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, dan itu ada di tangan para guru. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh guru dan para tenaga pendidik yang telah menjalankan tugas mulia, mencerdaskan dan mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya
Pihaknya pun berharap melalui kegiatan halal bihalal terserbut, sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam rangka mewujudkan Pendidikan yang berkualitas
“Melalui halal bi halal ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta Kabupaten Tangerang yang semakin maju dan gemilang,” harapnya
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Firman Maulana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Tangerang di tengah keluarga besar PGRI Kecamatan Pagedangan. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan momentum Idulfitri sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan meningkatkan etos kerja, khususnya dalam pelayanan di bidang pendidikan.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah, memperkuat sinergi, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan,” ujarnya.
Firman juga mengapresiasi berbagai program Pemerintah Kabupaten Tangerang, termasuk pembangunan infrastruktur pendidikan serta program sekolah gratis yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan jajaran PGRI Kabupaten Tangerang, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Firman Maulana, Camat Pagedangan, Kepala Desa Cihuni, Ketua dan jajaran PGRI Kecamatan Pagedangan selaku panitia, para tokoh masyarakat, tokoh agama, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Pagedangan, serta para guru TK, SD, SMP, SMA dan sederajat se-Kecamatan Pagedangan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Soma Atmaja menghadiri Halal Bihalal Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tangerang di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/4/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Soma menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat sinergi antar guru RA di Kabupaten Tangerang.
“Momentum halal bi halal ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan hati, memperkuat kebersamaan, dan memperkokoh sinergi di antara kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru Raudhatul Athfal yang telah berperan besar dalam membentuk karakter generasi masa depan sejak usia dini.
“Bapak/Ibu adalah sosok luar biasa yang berada di garis terdepan dalam membentuk karakter generasi masa depan sejak usia dini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa menjadi pendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan yang tidak semua orang mampu melakukannya, meskipun peran tersebut sering kali terlihat sederhana.
“Apa yang Bapak/Ibu lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki dampak yang sangat besar bagi masa depan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, Soma menuturkan bahwa para guru RA memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan, mulai dari pengetahuan hingga pembentukan akhlak anak.
“Di ruang-ruang kelas RA, sedang dibangun fondasi generasi yang beriman, berakhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, serta mendorong para guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam literasi digital.
“Teknologi boleh berkembang, tetapi sentuhan nilai, akhlak, dan kasih sayang dari seorang guru tidak akan pernah tergantikan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Soma menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung para pendidik serta mengajak seluruh guru menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai penguat komitmen bersama. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan langsung ke salah satu rumah tidak layak huni di Desa Sukawali Kecamatan Pakuhaji, dan srcara langsung memberikan bantuan pembangunan rumah agar menjadi layak huni Rabu (1/4/26).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kunjungannya tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap masyarakat yang masih tinggal di hunian yang tidak layak dan memprihatinkan
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat langsung kondisi masyarakat kita yang membutuhkan bantuan. InsyaAllah, pemerintah daerah akan membantu pembangunan rumah ini agar menjadi layak huni dan memberikan kenyamanan bagi penghuninya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir seperti Kec. Pakuhaji.
Selain memberikan bantuan, Bupati juga menginstruksikan kepada jajaran terkait agar segera melakukan pendataan dan percepatan proses pembangunan sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah yang lebih layak dan nyaman
"Saya instruksikan kepada kecamatan dan pihak terkait lainnya untuk segera melakukan pendataan dan percepatan pembangunan dan bisa segera ditempati dengan layak dan nyaman bagi seluruh penghuninya," pintanya
Sementara itu, pemilik rumah, Subhan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Bupati Tangerang.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah datang langsung melihat kondisi rumah kami dan memberikan bantuan. Semoga pembangunan rumah ini bisa segera selesai dan kami sekeluarga bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” ungkap Subhan haru. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Pakuhaji dan Sukadiri, Rabu (1/4/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perhubungan Jaenudin, serta jajaran terkait menyampaikan bahwa pembangunan jalan telah mulai dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat.
“Hari ini alhamdulillah Bina Marga Kabupaten Tangerang telah memulai pembangunan dan perbaikan jalan dari pertigaan Tanah Merah hingga Kramat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara bertahap persegmen guna mengurangi dampak kemacetan. Dari total penanganan sekitar 2,89 kilometer, saat ini difokuskan pada pembangunan sepanjang kurang lebih 720 meter yang akan dilanjutkan secara bertahap hingga Gandu Kramat.
“Metode ini dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Kita bangun bertahap dan berkelanjutan sampai seluruh ruas terselesaikan,” jelasnya.
Dia berharap pembangunan dengan metode betonisasi ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sepatan dan Pakuhaji. Ia juga mengapresiasi jajaran Dinas Bina Marga, camat, dan lurah yang telah memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah membantu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk bersabar. Pembangunan ini adalah yang sudah lama dinanti-nantikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut nantinya dapat memperlancar arus transportasi serta meningkatkan kenyamanan masyarakat. Terkait manajemen lalu lintas, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas potensi kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung. Untuk itu, dia meminta dukungan dari unsur Forkopimcam, termasuk kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengaturan lalu lintas.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila terjadi kemacetan. Kami juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu pengaturan lalu lintas agar tetap kondusif,” ungkapnya.
Lanjut dia, dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap. Tahun 2026 ini menjadi bagian dari penanganan awal, sementara sisanya akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Insyaallah perbaikan jalan ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Targetnya, seluruh jalan di Kabupaten Tangerang dapat dalam kondisi lebih baik ,” tandasnya.
Selain di Pakuhaji, Pemkab Tangerang juga melaksanakan pembangunan jalan di Sukadiri. Dari total kerusakan sekitar 2,7 kilometer, pada tahun 2026 ini ditangani sepanjang 1,157 kilometer, dengan tahap awal pembangunan sepanjang 687 meter.
Bupati menjelaskan, sisa ruas jalan yang belum tertangani akan dilakukan pemeliharaan sementara dan dilanjutkan dengan betonisasi pada tahun 2027.
“Karena keterbatasan anggaran dan banyaknya titik jalan rusak di wilayah lain, maka penanganan dilakukan bertahap. Namun kami pastikan semuanya akan dituntaskan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menambahkan bahwa pembangunan jalan Pakuhaji dan Sukadiri merupakan program prioritas daerah yang telah masuk dalam skema lelang dini, sehingga pengerjaan dapat segera dilaksanakan di awal tahun 2026.
“Kedua ruas jalan ini menjadi prioritas dan sudah masuk lelang dini, sehingga bisa lebih cepat dikerjakan. Sementara itu, ruas-ruas jalan lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang tetap berjalan dan dalam proses penanganan secara bertahap,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, rekonstruksi jalan merupakan bagian dari program strategis daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Berdasarkan perencanaan, total penanganan ruas Gardu Tanah Merah mencapai 2,916 kilometer yang dibagi dalam beberapa segmen.
"Untuk kegiatan lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri–Jati Gintung tahun 2026, pekerjaan meliputi rekonstruksi rigid beton sepanjang 687 meter dengan lebar 7 meter dan ketebalan beton 25 cm. Proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan kondisi mantab jalan dari sebelumnya sekitar 4,025 km menjadi 5,182 km pada tahun 2026,"
Pihaknya berharap, melalui pembangunan ini, kualitas infrastruktur jalan semakin baik sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua, dan kami juga menghimbau kepada masyarakat apabila Jalan dalam proses pengerjaan untuk jangan dulu dilalui dan diinjak apabila belum waktunya untuk dipergunakan karena bisa merusak jalan yang sudah dibangun," pungkasnya. (Red)
Paloh, lensafokus.id - Lembaga Kursus Pendidikan Permata Paloh secara resmi diresmikan hari ini, menandai langkah penting dalam pengembangan pendidikan di Paloh, Sambas, Kalimantan Barat. Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekda Kabupaten Sambas, Bapak Ir. Haji Fery Madagaskar M.S.I., yang mewakili Bupati Sambas, Kepala Dinas Pendidikan Singkawang, Bapak Asmadi S.Pd, M.S.I., dan Ketua Dewan Pengawas PTK Indonesia, Bapak Tjhai Leonardi.
Dalam sambutannya, Bapak Ir. Haji Fery Madagaskar M.S.I. menyampaikan harapannya agar lembaga ini dapat menjadi pusat pendidikan yang berkualitas, memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pendidikan di Paloh dan sekitarnya.
"Kami berharap lembaga ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya di Paloh dan sekitarnya," ujarnya. Selasa (31/3/2026).
Lembaga Kursus Pendidikan Permata Paloh menawarkan kursus bahasa Mandarin dan Inggris, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat lokal dalam berkompetisi di tingkat lokal dan global.
"Ide untuk membangun lembaga kursus bahasa Mandarin dan Inggris di Paloh adalah contoh yang bagus memulai dari pendidikan dan menuju industri," kata Bapak Tjhai Leonardi.
Acara peresmian ini dimeriahkan oleh artis ibu kota dan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan. Papan ucapan selamat membanjiri jalan raya, menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat setempat. Dan yang paling spesial, pendaftaran tidak dipungut biaya, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengikuti kursus yang ditawarkan.
Malam harinya, masyarakat Paloh dan sekitarnya berkumpul untuk menghadiri hiburan yang diselenggarakan dalam rangka peresmian lembaga kursus ini. Jalan raya dipenuhi dengan manusia yang ingin menyaksikan pertunjukan dan merayakan langkah penting ini dalam pengembangan pendidikan di Paloh.
Dengan diresmikannya Lembaga Kursus Pendidikan Permata Paloh, diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Paloh dan sekitarnya, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berkompetisi di tingkat lokal dan global. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara halal bihalal yang digelar di Aula Lt. 3 RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (01/04/26).
Dalam sambutannya, Bupati maesyal Rasyid menekankan bahwa kegiatan halal bihalal bukan hanya bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi namun juga momentum untuk memperkuat sinergi dan produktifitas dalam melayani masyarakat
"Dengan silaturahmi ada tiga poin yang kita dapat. InsyaAllah yang pertama akan menambah persaudaraan, kedua pastinya akan nambah rezeki, ketiga insyaAllah juga panjang umur. Ini juga momentum bagi kita untuk semakin memperkuat sinergi dan produktifitas," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengapresiasi seluruh jajaran RSUD Kab. Tangerang atas prestasi dan kemajuan yang telah diraih selama ini sebagai wujud nyata peningkatan pelayanan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
"Rumah sakit di Kabupaten Tangerang sudah berkurang keluhannya. Ini merupakan salah satu wujud nyata bahwa kita mementingkan urusan orang lain terlebih dahulu dan senantiasa berbenah," ungkapnya
Selain mengapresiasi RSUD Kab. Tangerang, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh manajemen, dokter, tenaga medis dan pegawai atas dedikasi, ketulusan dan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat
"Saya dengan bu wakil ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Tangerang dan rumah sakit lainnya yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya, mementingkan urusan umum mementingkan kesehatan orang lain dari pada dirinya," ucapnya
Dia juga memberikan pesan agar seluruh pegawai tanpa kecuali untuk terus semangat dan senantiasa mengedepankan sisi humanis, informatif dan solusi dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan
"Mari kita terus tingkatkan semangat dan motivasi kita untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya yang dirawat di sini supaya mereka pulang dengan penuh senyuman dan juga sehat," pintanya
Pihaknya memohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan yang dilakukan dan mendoakan agar para dokter, tenaga medis dan seluruh pegawai rumah sakit pemerintah dan Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan profesional dan bertanggung jawab.
Kami atas nama pemerintah daerah sebagai pemilik sebagai yang bertanggung jawab seluruh teman-teman yang ada di RSUD, Puskesmas, Dinkes dan semuanya
"Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Ibu Wakil bersama Pak sekda, para asisten, para kepala OPD, dengan ketulusan keikhlasan, kami menyampaikan Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin. Kami mendoakan supaya para dokter dan seluruh jajarannya tetap semangat dan profesional serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya," pungkasnya
Sementara itu, Direktur RSUD Kab. Tangerang, dr. Endang Widyastiwi mengatakan bahwa kegiatan halal bi halal bukan hanya sekedar tradisi tapi juga sarana untuk saling memaafkan mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi.
"Sejalan dengan tema kegiatan tema Sinergi Tanpa Batas Mempererat Silaturahmi dan Tingkatkan Produktivitas, kami menekankan pentingnya kolaborasi komunikasi yang harmonis dan tentunya kerjasama yang solid, baik rumah sakit umum daerah maupun dengan seluruh pihak eksternal agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan profesional," ungkapnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Mengutip dari detik.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan harga BBM tidak akan mengalami kenaikan.
Sudah ada koordinasi antara pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan bisa diambil mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," tegas Prasetyo.
Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menyampaikan, informasi yang beredar terkait kenaikan harga BBM telah diklarifikasi oleh pemerintah pusat. Berdasarkan rilis resmi, tidak ada penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.
“Pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, kami turut mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” tegas Ruta, melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/26).
Ia juga menegaskan bahwa perilaku panic buying maupun penimbunan BBM justru dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk potensi kelangkaan di lapangan serta risiko pelanggaran hukum.
”Selain itu, Pemkot Tangerang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait guna memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap berjalan lancar di wilayah Kota Tangerang,” katanya.
Masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta selalu mengacu pada sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif. Tidak perlu panik, karena kondisi BBM masih aman dan stabil,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka acara Pramusrenbang Tematik Stunting (Rembuk Stunting) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Yasmin, Senin (30/03/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa masalah Stunting merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan semata, namun juga menyangkut masa depan generasi bangsa.
"Stunting ini bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan generasi kita. Anak-anak yang mengalami stunting akan menghadapi tantangan dalam tumbuh kembang, kecerdasan, hingga produktivitas di masa depan," tandas Wabup Intan
Menurut dia, keberhasilan program percepatan penanganan dan penanggulangan Stunting tidak cukup hanya dengan regulasi, namun juga tergantung pada pelaksanaan program yang terintegrasi, ketepatan sasaran berbasis data yang akurat dan faktual.
"Yang paling penting adalah bagaimana implementasi di lapangan dan intervensi yang benar-benar tepat sasaran, sesuai dengan data yang akurat serta terintegrasi, lintas program dan multisektor," tegasnya
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya konvergensi dan kolaborasi bersama untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Pihaknya berharap Rembug Stunting tersebut bisa menjadi momentum bersama untuk menyatukan presepsi dan langkah konkret untuk percepatan penanganan dan penanggulangan Stunting di Kabupaten Tangerang.
"Kegiatan rembuk stunting ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, dan memperkuat komitmen kita dalam merencanakan program yang lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan optimal," ujarnya
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perangkat daerah, para camat, para pemangku kepentingan dan seluruh pihak atas kerja keras dan dedikasinya dalam rangka pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.
"Atas nama pribadi dan pemerintah, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga apa yang telah kita capai ini bisa semakin memperkuat semangat gotong royong dan mari kita pastikan bahwa setiap program yang direncanakan benar-benar berdampak dan dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya
Sementara itu, Plt. Sekretaris Bappeda, Sri Indriastuti mengatakan bahwa pramusrenbang Rembuk Stunting tahun 2026 bertujuan untuk membahas hasil kinerja konvergensi stunting sebagai bahan untuk menyusun rencana kerja percepatan penurunan dan pencegahan stunting tahun berikutnya dan mempertajam sasaran utama penerima manfaat.
"Percepatan penurunan stunting sasaran utamanya adalah ibu hamil, balita, baduta, remaja putri calon pengantin dan semua rumah tangga atau masyarakat terutama mereka yang masuk di dalam keluarga risiko stunting. Jadi intervensinya tidak hanya kepada anak balitanya tetapi mulai kepada mereka yang masih remaja putri, menjadi calon pengantin, ibu hamil dan seterusnya," jelasnya. (Red)