Banten

Banten (6091)

Tangerang, lensafokus.id - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang, Mad Sutisna, membantah adanya keterlibatan organisasi tersebut dengan sebuah pabrik tahu. Penolakan ini disampaikan setelah munculnya pemberitaan tentang spanduk KWRI yang ditemukan di pabrik tahu tersebut.

Mad Sutisna menegaskan bahwa KWRI Kabupaten Tangerang tidak pernah bekerja sama, berafiliasi, atau terkait dengan pabrik tahu manapun. "Kami tegaskan, DPC KWRI Kabupaten Tangerang tidak pernah bekerja sama, berafiliasi, atau terkait dengan pabrik tahu manapun," kata Mad Sutisna.

Mad Sutisna juga menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui asal-usul spanduk tersebut dan akan segera menelusuri lebih lanjut. "Adapun terkait spanduk tersebut, kami sendiri tidak mengetahuinya, spanduk itu dapat dari mana dan akan kami telusuri," tegasnya. Sabtu (26/7/2025).

Mad Sutisna menyayangkan sikap wartawan yang menulis berita tersebut tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi. Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang mewajibkan wartawan untuk memberitakan secara berimbang dan memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan.

Mad Sutisna berharap para jurnalis dapat bekerja lebih profesional dengan selalu berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik. "Hak jawab dan konfirmasi itu penting, agar masyarakat mendapat informasi yang benar, bukan sekadar opini," tutup Mad Sutisna. (Lingga)

Tangerang, lensafokus.id - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-27, Forum Silaturahmi Istri Anggota Fraksi PKB (FSI PKB) DPR RI menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis untuk masyarakat di Desa Tegal Kunir Lor, Kabupaten Tangerang, Sabtu. (26/07/2025). Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata Partai PKB di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.

Ketua FSI PKB, Hj.Halimatus Sa’diah, istri dari Ketua Fraksi Partai PKB DPR RI Jazilul Fawaid, menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Sosial dan pengobatan gratis yang digagas oleh FSI PKB adalah salah satu bentuk kepedulian FSI terhadap masyarakat. Halimatus Sa’diah berharap kegiatan ini dapat membantu dan memberikan pelayanan kesehatan gratis yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

"Ini menjadi kontribusi nyata kita di tengah masyarakat, kita laksanakan baksos. Insyaallah kita bisa laksanakan secara kontinu dan bermanfaat," ujarnya.

Pembina FSI Eneng Cucun Syamsurijal yang merupakan Istri dari Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis dalam rangka harlah ke 27 PKB mendapat dukungan penuh dari para suami dari anggota Fraksi PKB. Ia juga berharap FSI bersama ibu-ibu lainnya dapat terus berbagi bersama masyarakat, baik dalam kegiatan kesehatan, kebencanaan, maupun kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu.

"Apalagi disupport juga oleh suami-suami kita yang dari DPR juga untuk melaksanakan setiap kegiatan, mau di pas Harlah PKB ataupun di luar Harlah," jelas Eneng.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Rafiudin Akbar L.C, Ketua Fraksi Partai PKB Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua Panji Bangsa Kabupaten Tangerang. Rafudin Akbar L.C., juga menyoroti keistimewaan pengobatan gratis kali ini, dimana masyarakat bisa melakukan tes dan pengobatan gigi yang difasilitasi oleh Maesa Grup.

"Alhamdulillah antusias masyarakat sangat besar karena ada pengobatan gratis. Biasanya pengobatan hanya gula darah saja, tes kesehatan saja. Tapi ini ada yang khusus, yakni tes gigi dan kesehatan gigi dari Maesa Grup," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Rafiudin Akbar juga menyampaikan harapannya agar PKB terus menjadi partai yang besar dan senantiasa mewujudkan definisi politik yang sesungguhnya.

"Politik adalah memberdayakan, menghidupkan, dan kemaslahatan untuk umat," pungkasnya.

Kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis ini diharapkan menjadi langkah awal bagi FSI PKB dan Partai PKB secara keseluruhan untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Tangerang dan Bunda literasi Kecamatan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (25/7/25).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Tangerang dan Kecamatan ini sejalan dengan misi yakni mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan mencerdaskan generasi penerus, salah satunya melalui membaca buku.

"Saya mengapresiasi langkah dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang yang membentuk Bunda literasi yang hari ini dikukuhkan dalam rangka akeselerasi peningkatan minat baca literasi di Kabupaten Tangerang," kata Bupati Maesyal Rasyid.

Selain itu, Bupati menegaskan Literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Peran Bunda Literasi sangat krusial untuk menanamkan dan mendorong kecintaan membaca di kalangan anak-anak dan remaja kita.

"Jadi harapannya dengan dikukuhkannya Bunda Literasi Kabupaten Tangerang yang terdiri dari ibu-ibu PKK dari 29 kecamatan dan Ketua tim penggerak PKK ini bisa meningkatkan minat baca dan literasi untuk masyarakat Kabupaten Tangerang semakin tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang Hj Nurul Hayati mengungkapkan, yang akan dikukuhkan sebagai Bunda Literasi adalah ibu Bupati selaku Bunda Literasi tingkat kabupaten, Ibu Sekretaris Daerah dan ibu camat 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang

"Pengukuhan ini adalah untuk lebih meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat dan menumbuhkembangkan kegemaran membaca di kalangan anak-anak, dewasa dan orang tua," jelas Nurul.

Menurut dia, nantinya Bunda Literasi ini akan bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya untuk terus meningkatkan minat baca dan literasi di Kabupaten Tangerang. Mereka akan menjadi sosok panutan dan influenser yang mampu menginspirasi berbagai elemen masyarakat.

"Bunda Literasi diharapkan mampu menjadi sosok panutan yang mampu menjadi motivator inspirator katalisator dan influenser dalam aspek minat baca dan kegemaran membaca di kalangan masyarakat," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) juga menyerahkan bantuan buku bermutu sebanyak 22.000 judul buku untuk 22 perpustakaan desa yang tersebar di 14 Kecamatan. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Inspektorat menggelar kegiatan pengawasan semester 1 tahun 2025 dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berdampak nyata bagi masyarakat, Kamis (24/07/25).

Kegiatan yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Tangerang serta seluruh Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa/Kelurahan, Sekolah dan BUMD mengusung tema mewujudkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik melalui tindak lanjut secara digitalisasi dan integrasi dalam pelayanan publik.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam sambutannya menyampaikan, Inspektorat memiliki peran strategis dalam menjaga integritas, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program serta penggunaan anggaran di seluruh sektor pemerintahan. Sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) menjadi pilar penting dalam sistem pemerintahaan.

"Melalui gelar pengawasan ini, mari kita memperkuat komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan terpercaya. Karena hanya dengan pengawasan yang kuat, kita dapat memastikan bahwa seluruh pembangunan dan pelayanan publik benar-benar berjalan sesuai harapan masyarakat," ungkap Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Menurut dia, gelar pengawasan ini mempunyai beberapa tujuan penting yang ingin dicapai bersama. Pengawasan yang konsisten dan objektif akan meminimalkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang merugikan daerah. Agar setiap rupiah anggaran yang digunakan betul-betul sampai pada sasaran dan membawa manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

"Kita selaku pelayan masyarakat maka semua bentuk pelayanan pemerintah harus mampu memberikan dampak positif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas serta program dan kegiatan harus dijalankan secara tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan," tandasnya.

Selain itu, pihaknya berpesan jadikan pengawasan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai bagian dari mekanisme kontrol yang melekat dalam proses pengambilan keputusan, agar setiap kebijakan benar-benar dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai aturan yang berlaku.

"Manfaatkan Gelar Pengawasan ini sebagai forum evaluasi bersama, untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program dan kegiatan, serta merumuskan solusi yang tepat dan berorientasi pada perbaikan," imbaunya.

Di kesempatan yang sama Inspektur Kabupaten Tangerang, Tini Wartini menjelaskan bahwa Inspektorat merupakan garda terdepan dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntable serta berjalan sesuai aturan. Bahwa pengawasan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengawasan selama semester I Tahun 2025.

"Acara ini menjadi wadah penting untuk menyampaikan hasil pengawasan dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Tini Wartini.

Pihaknya berharap melalui gelar pengawasan daerah semester I Tahun 2025 ini, semua pihak bisa terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan Inspektorat untuk terus mendorong transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam mendukung pembangunan daerah.

"Semoga nantinya dapat meningkatkan efektivitas pengawasan daerah dan meningkatkan koordinasi dan sinergi antar Perangkat Daerah (PD) dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan di lingkungan Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Dalam acara tersebut diberikan beberapa penghargaan kepada perangkat daerah,Kecamatan, Desa/Keluarahan sebagai bentuk apresiasi dalam pengelolaan anggaran yang sudan dijalankan. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengunjungi Pondok Pesantren Bani Asyifa di Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Jumat (25/7/2025). Ponpes Asyifa pada Kamis (24/7/2025) mengalami musibah kebakaran.

Kegiatan Indra Waspada itu merupakan implementasi Program Bakso Urat atau Bakti Sosial Untuk Rakyat. Indra Waspada yang merumuskan Tangerang Sigap, ingin mendorong anggota untuk santun, berintegritas, dan tanggap.

"Dengan memberikan kepedulian kepada sesama, dalam hal ini pondok pesantren yang mengalami musibah kebakaran, ini adalah bagian dari sikap tanggap anggota atas kebutuhan masyarakat," kata Indra Waspada.

IMG 20250725 WA0027

Indra Waspada menerangkan, kedatangannya juga untuk memberikan dukungan moril kepada pengasuh dan santri di pondok pesantren itu. Dia berharap, peristiwa itu tidak menyurutkan semangat para ustaz untuk menyebarkan ilmu dan para santri untuk menimba ilmu.

Pada kegiatan itu, Indra Waspada memberikan bantuan logistik kepada pengasuh dan santri. Langkah Indra Waspada itu menuai reaksi positif dari masyarakat. Hal itu karena respons cepat kepolisian untuk hadir membantu di tengah peristiwa tidak menyenangkan yang dialami masyarakat.

"Kami akan bantu upayakan agar pondok pesantren dapat berdiri kembali sehingga bisa melanjutkan kegiatan syiar agama," pungkas Indra Waspada.

Pengasuh Ponpes Bani Syifa Ustaz Suheri mengapresiasi kepedulian Polresta Tangerang dan juga Polsek Cisoka. Ustaz yang biasa disapa Ustaz Tile ini mengaku bersyukur atas dukungan moril dan bantuan yang diberikan.

"Terima kasih untuk Bapak Kapolresta Tangerang atas kepeduliannya. Semoga berkah dan manfaat," ucap Ustaz Suheri.

Pada kegiatan itu, Indra Waspada yang didampingi Wakapolresta Tangerang AKBP Christian Aer, Kabag Ops Kompol Andri Surya Kurniawan dan Kapolsek Cisoka Iptu Anggio Pratama. (Lingga)

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah membuka Pelatihan Kewirausahaan Pembukuan Usaha Mikro yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung di Fame Hotel Gading Serpong, Kamis (24/7/2025).

Dalam kesempatannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendorong penguatan kapasitas para pelaku usaha mikro, yang menjadi pilar penting dalam perekonomian daerah.

"Sektor usaha mikro merupakan tulang punggung perekonomian daerah bahkan nasional, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengurangi angka pengangguran," ujar Intan.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan dan pembukuan usaha yang baik bagi keberlangsungan UMKM. Masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memahami manfaat pencatatan keuangan secara sederhana.

“Salah satu penyebab UMKM sulit berkembang adalah sistem akuntansi yang belum terkelola dengan baik, yang disebabkan karena keterbatasan pemahaman maupun karena anggapan bahwa pencatatan keuangan hanyalah hal rumit yang tidak perlu diprioritaskan,” jelasnya.

Wabup berharap pelatihan ini mampu membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan dalam menyusun laporan keuangan dengan baik dan benar, sehingga dapat mengoperasikam usahanya secara lebih tertib dan profesional.

"Laporan keuangan yang baik sangat diperlukan oleh semua jenis usaha, termasuk UMKM. Dengan pembukuan yang baik, pelaku usaha akan memiliki data yang akurat untuk menganalisis perkembangan usahanya," tutup Intan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin terhadap pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Dengan laporan keuangan yang baik, tentu akan memudahkan mereka untuk mendapatkan permodalan dari perbankan, baik melalui program PUR maupun program-program lainnya, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang,” tambahnya.

Anna juga menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu UMKM agar dapat membuat pembukuan yang tertib dan rapi, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas dan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga perbankan.

“Dengan laporan keuangan yang baik, tentu akan memudahkan mereka untuk mendapatkan permodalan dari perbankan, baik melalui program PUR maupun program-program lainnya, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang,” tambahnya. (Red)

Page 82 of 610
Go to top