Banten

Banten (6091)

Tangerang, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja membuka ruang Himpunan Mahasiswa Tangerang Barat (Himatangbar) untuk berkolaborasi dalam bentuk penelitian, inovasi, maupu program pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Soma Atmaja bersama Ketua DPRD Kabupaten Tangerang dan Anggota DPRD Fraksi Golkar menghadiri pelantikan Pengurus Himatangbar di Ruang Rapat Bola Sundul Gedung Usaha Daerah (GUD) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/9/25).

"Kami membuka ruang yang seluas-luasnya kepada para mahasiswa untuk berkolaborasi dalam bentuk penelitian, inovasi, maupu program pemberdayaan masyarakat," ujar Soma

Dia juga menyampaikan bahwa pergantian pengurus bukan hanya sekedar seremonial, melainkan wujud regenerasi serta cerminan dari semangat mahasiswa yang terus bergerak dan berkembang mengikuti dinamika zaman.

"Sebagai calon pemimpin masa depan dan agen perubahan, kita yakin Himatangbar memiliki peran strategis untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda menandaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar, baik sektor pertanian, kerajinan, industri kreatif, hingga UMKM dan digital. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para mahasiswa untuk berkarya dan memciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri maupun bagi orang lain.

"Tidak hanya kritis, kita percaya Himatangbar dapat melahirkan mahasiswa berdaya saing, cerdas, kreatif, produktif dan solutif. Mampu melihat peluang untuk menciptakan lapangan sendiri maupun untuk orang lain," tandasnya.

Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus baru Himatangbar dan berharap kepada kepengurusan yang baru agar dapat membawa perubahan positif, membangun budaya organisasi yang solid, mengembangkan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Tangerang.

“Dekatlah dengan masyarakat, jangan jadikan organisasi mahasiswa hanya eksis di ruang akademik namun mampu memberikan manfaat yang nyata di tengah masyarakat," pungkasnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD-KWRI) Provinsi Banten, H. Edi Murpik, mengecam keras ucapan Kepala Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Buharta, yang diduga melecehkan profesi wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) melalui sebuah video berdurasi 48 detik yang diunggah di akun TikTok miliknya, @jaro.abu.

Dalam video tersebut, Buharta berbicara menggunakan bahasa Sunda dengan nada merendahkan dan menuding wartawan serta LSM. Berikut penggalan ucapannya: “Euh bagong aing ngabangun jalan kadatangan wartawan ieu budak hahahaha… LSM Rajol, ieu yeuh haduh, moal anggeus-anggeus, heh mobil bae geh genep, kali sajuta genep setengah, sapoe tilu puluh juta, boga duit genep puluh juta mah dua poeun, ngarang. Haduh bingung aing euweuh bereunana aing ieu aya LSM, jigana dijieun pemberitaan aing ku media ieu, Carik aya media duaan yeuh.” ucapnya dalam video.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ucapan tersebut bermakna: “Heh, babi, saya membangun jalan, datang wartawan dan LSM banyak, haduh, tidak bakal beres-beres. Mobil saja enam dikali Rp1,6 juta, satu hari Rp30 juta, jadi punya uang Rp60 juta hanya dua hari saja. Bingung saya, tidak ada yang bisa saya kasih. Ada LSM. Kayaknya saya dibuat pemberitaan oleh media ini. Carik (Sekdes) ada media berdua." 

Menurut H. Edi Murpik, pernyataan itu sangat tidak pantas diucapkan seorang kepala desa yang seharusnya menjadi teladan dan pengayom masyarakat. “Ucapan itu jelas melecehkan profesi wartawan dan LSM. Wartawan adalah pilar keempat demokrasi yang dilindungi undang-undang, sementara LSM merupakan lembaga kontrol sosial yang juga diakui dalam sistem demokrasi. Pernyataan semacam itu tidak bisa dianggap candaan,” tegas Edi Murpik, Jumat (5/9/2025).

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Panggarangan, Buharta, melalui sambungan seluler maupun WhatsApp pada Jumat (5/9/2025) petang, tidak mendapatkan jawaban. Nomor telepon milik yang bersangkutan tidak aktif.

Sementara itu, Camat Panggarangan, Ahmad Faidullah, saat dihubungi melalui WhatsApp, hanya menjawab singkat. “Mangga pak, bisa konfirmasi langsung ke Kepala Desa Panggarangan, pas jam kantor,”. Ujarnya.

Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah, dan Kepala Dinas PMD Lebak, Oktavianto Arief Ahmad, yang dimintai tanggapan juga belum memberikan jawaban.

6fea5c4b1fab94f3aac037afc504df8a XL

H. Edi Murpik menutup pernyataannya dengan mengingatkan agar pejabat publik menjaga etika dalam berbicara.
“Kami minta aparat hukum menindaklanjuti kasus ini secara serius. Jangan sampai pejabat publik seenaknya merendahkan profesi wartawan dan LSM lalu bersembunyi di balik kata maaf. Ini soal marwah profesi yang harus dijaga,” pungkasnya.

Ucapan Buharta memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Koalisi Aktivis Bersatu menyatakan akan segera melaporkan dugaan pelecehan profesi tersebut ke aparat penegak hukum (APH).

Ketua LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) Lebak, Fam Fuk Tjhong, menegaskan pihaknya telah mengantongi bukti video tersebut.

“Bukti sudah kita pegang dan kita kaji. Ini indikasi kuat perbuatan yang disengaja. Tidak bisa seenaknya membuat video berisi tuduhan dan fitnah terhadap profesi wartawan dan LSM lalu diunggah ke TikTok. Profesi kami dilindungi undang-undang, dan apa yang dilakukan oknum kades ini melukai martabat kami,” tegas Tjhong, seperti dilansir Jurnal Klik, 5 September 2025 dan media lainya.

Ia menambahkan, tindakan itu berpotensi dijerat dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 434 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.

Senada, Ketua Pergerakan Relawan Pembela Masyarakat (RPM), Imam Apriyana, juga mengecam keras ucapan Buharta. “Kepala desa, membuat video merendahkan profesi wartawan dan LSM. Ini sikap yang tidak pantas dari pejabat publik. Kami bekerja sesuai aturan dan etika, bukan seperti yang dituduhkan,” ujarnya.

Di tengah sorotan publik, Buharta akhirnya membuat video klarifikasi dan permintaan maaf yang tersebar di grup WhatsApp Forum Wartawan.

“Saya Kepala Desa Panggarangan, mohon maaf kepada semua pihak, terutama rekan-rekan media, apabila ada yang tersinggung dengan ucapan saya. Saya tidak ada maksud untuk melecehkan profesi mitra kerja saya,” kata Buharta—(red)

Tangerang, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Banten bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KWRI Kabupaten Tangerang menggelar audiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Kamis (4/9/2025).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wabup itu disambut baik sebagai langkah memperkuat sinergitas dan kolaborasi antara insan pers dengan pemerintah daerah.

Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyambut positif kehadiran organisasi pers tersebut. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan dan kebijakan daerah kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan KWRI. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, kita butuh sinergi dengan media sebagai penyampai informasi dan juga sebagai kontrol sosial. Harapan saya, melalui kolaborasi ini, pembangunan di Kabupaten Tangerang bisa semakin cepat tersampaikan ke masyarakat dengan baik,” ujar Intan.

Sementara itu, Ketua DPD KWRI Banten, H. Edi Murfik, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjaga profesionalitas dan independensi dalam menjalankan fungsi pers.

“Audiensi ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara KWRI dan pemerintah daerah. Kami di KWRI Banten siap mendukung program-program Pemkab Tangerang, tentunya dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan semangat independensi,” tegas Edi Murfik.

Hal senada disampaikan Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Mad Sutisna, S.Kom., M.M., yang akrab disapa Anoy. Ia menilai bahwa sinergi antara insan pers dan pemerintah merupakan modal besar dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan transparan.

“KWRI Kabupaten Tangerang berkomitmen menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah daerah. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang benar dan berimbang. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin pembangunan di Kabupaten Tangerang bisa berjalan lebih optimal,” ungkap Anoy. (Asp)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya kondusif. Melalui program Gerakan Pangan Murah, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan Perum Bulog menghadirkan beras bersubsidi dengan harga terjangkau untuk masyarakat.

Program ini digelar di Kecamatan Tigaraksa, yang menjadi titik ketiga pelaksanaan setelah sebelumnya menyasar kecamatan lain di wilayah Kabupaten Tangerang, Kamis (4/9/25).

Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah pun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut yang diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan harian.

“Alhamdulillah, hari ini kita menghadirkan Gerakan Pangan Murah di Tigaraksa. Ini sudah menjadi titik ketiga, dan insyaAllah akan terus berlanjut ke kecamatan lain. Dengan harga Rp55.000 per 5 kilogram, tentu sangat membantu, apalagi di pasaran harga beras sudah menyentuh Rp76.000 hingga Rp80.000. Program ini disubsidi oleh pemerintah agar masyarakat bisa sedikit lega dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar wabup Intan.

Sebanyak 400 paket beras ukuran 5 kilogram disediakan untuk masyarakat dengan harga hanya Rp55.000 perpaket. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang saat ini berada di kisaran Rp76.000 hingga Rp80.000.

Tak hanya itu, dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda yang berkelanjutan, terutama di tengah ketidakpastian harga pangan. “Walaupun kondisi masih belum sepenuhnya kondusif, insyaAllah gerakan ini bisa membantu masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih menuturkan bahwa total beras yang disediakan untuk warga mencapai 2 ton yang disalurkan untuk masyarakat di kecamatan-kecamatan dengan tujuan menjaga stabilisasi harga di pasaran.

“Karena memang kita tahu akhir-akhir ini harga beras naik cukup tinggi dan pasokannya agak sulit. Dengan adanya program ini, kami ingin masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Resmiyati.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. “Harapannya, seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang dapat merasakan ketersediaan beras dengan harga yang lebih stabil dan sesuai kemampuan mereka,” tegasnya.

Kehadiran Gerakan Pangan Murah di Tigaraksa mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak pagi, warga sudah terlihat mengantre untuk mendapatkan paket beras murah tersebut. Banyak di antara mereka yang mengaku terbantu dengan adanya subsidi dari pemerintah, terlebih harga beras di pasar tradisional dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat.

Seorang warga Tigaraksa, Ninis, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mendapatkan beras murah yang diadakan Pemkab Tangerang. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kalau beli di pasar harganya sudah tinggi sekali, bisa sampai Rp80 ribu. Dengan harga Rp55 ribu, saya bisa hemat untuk kebutuhan lain,” katanya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forkopimda menggelar istigosah untuk keselamatan umat dan daerah di Masjid Agung Al-Amjad, Puspemkab Tangerang, Kamis (4/9/25). Acara umum tersebut menghadirkan Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Forkopimda, unsur TNI, Polri, ASN dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa istigasah merupakan ikhtiar spiritual dan wujud nyata kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk memohon perlindungan dan keselamatan umat serta mohon kekuatan dalam menjaga stabilitas dan ketenangan umat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Kegiatan doa bersama ini juga merupakan wujud ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan serta bagi bangsa Indonesia, khususnya di tengah berbagai dinamika sosial yang sedang berlangsung,” ungkap Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menggambarkan situasi nasional yang belakangan ini diwarnai dengan gelombang aksi pembekuan di berbagai daerah. la mengakui bahwa pendapat adalah hak, namun ia juga menyayangkan terjadinya sosial yang timbul akibat beberapa tindakan tersebut.

“Mari kita hindari penyebaran berita bohong, kebencian, dan segala sesuatu yang berpotensi memecah belah. Kita jaga Kabupaten Tangerang ini sebagai rumah bersama, tempat di mana perbedaan harus dihormati dan kebersamaan tetap dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah situasi dan kondisi pasca unjuk rasa beberapa waktu yang lalu, semua pihak harus bisa menahan diri dan menciptakan suasana yang sejuk dan tenang.

“Pagi ini kita hadir dengan penuh kerendahan hati untuk memohon pertolongan dan bimbingan Allah SWT agar bangsa Indonesia diberi kekuatan untuk kembali bersatu, dipenuhi kesabaran dalam menghadapi perbedaan, dan dijauhkan dari fitnah, hasutan, serta tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Peran dan dukungan dari para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting dan dibutuhkan dalam menanamkan nilai-nilai persatuan.

“Peran para ulama dan tokoh agama sangat penting dalam menerapkan nilai-nilai kesabaran, musyawarah, serta ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menyikapi setiap persoalan,” tutupnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, di mana seluruh hadirin memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan dijauhkan dari segala bentuk perpecahan. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Keamanan dan kenyamanan daerah menjadi perhatian bersama, termasuk bagi kelompok Jawara Benteng yang berkomitmen mendukung pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga aset-aset penting di Kota Tangerang.

Bersama jajaran TNI, Polri, dan masyarakat, Jawara Benteng turut serta dalam pengamanan gedung-gedung pemerintahan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan anarkis yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah, terutama terhadap fasilitas dan aset milik daerah.

IMG 20250904 WA0059

Ketua Jawara Benteng, Sampitung, menegaskan bahwa pihaknya akan selalu siap untuk menjaga stabilitas wilayah. Ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar ikut peduli dan terlibat dalam upaya menjaga ketertiban daerah.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Kota Tangerang, khususnya para pemuda, agar ikut menjaga keamanan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai ada yang membuat onar, kerusuhan, apalagi pembakaran aset daerah dengan dalih menyampaikan aspirasi. Itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai putra daerah untuk membantu pemerintah menjaga dan mencegah tindakan tidak terpuji,” ujar Sampitung.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterlibatan Jawara Benteng bukan dilandasi oleh kepentingan pribadi, melainkan murni panggilan hati untuk menjaga ketertiban wilayah.

“Kepedulian kami semata-mata bukan untuk mencari ketenaran, penghasilan, atau pencitraan. Kami terpanggil untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat Kota Tangerang, khususnya melindungi aset-aset pemerintah daerah,” tegasnya. (Red)

Page 65 of 610
Go to top