Print this page

PMI Tangerang Siaga Penuh Evakuasi dan Distribusi Bantuan Pangan bagi Korban Banjir

TANGERANG, lensafokus.id – Upaya evakuasi korban banjir terus dilakukan tim relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang. Di Kecamatan Sukamulya dan Kecamatan Kresek, para relawan tanpa mengenal lelah berjibaku dengan banjir untuk membantu warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman setelah rumah mereka terendam air.

Berbekal perahu karet serta koordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat, tim relawan menyisir pemukiman warga yang masih terendam banjir. Sejumlah warga diketahui masih bertahan di rumah masing-masing dengan berbagai alasan, mulai dari kekhawatiran meninggalkan hewan peliharaan hingga peralatan dan perabot rumah tangga yang dianggap sayang jika ditinggalkan.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang, Suparji Rustam, mengatakan instruksi Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, disampaikan secara tegas dan lugas kepada seluruh relawan di berbagai tingkatan untuk terus bersiaga. PMI telah siaga sejak sepekan sebelumnya, saat banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Kita memusatkan penanganan di beberapa titik kecamatan, seperti Kronjo, Sukamulya, Kresek dan Kemiri. Di titik tersebut, kondisi banjir masih membutuhkan pertolongan, evakuasi, serta bantuan logistik bagi warga terdampak" ujar Rustam, Senin (26/1).

Rustam menjelaskan, di Desa Legok, Kecamatan Kemiri, tercatat 540 kepala keluarga di empat RT terdampak banjir, yakni RT 10, 11, 12 dan 14. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 160 sentimeter dan masih merendam pemukiman warga.

"Hasil asesmen di lapangan menunjukkan banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi selama beberapa hari, ditambah meluapnya Sungai Cipasilian. Sungai ini terhubung dengan Kecamatan Kemiri, Sukamulya, dan Kronjo, sehingga dampaknya dirasakan di wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.

Selain melakukan evakuasi, PMI juga mendistribusikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan darurat warga selama banjir berlangsung.

“Bantuan berupa makanan siap saji, mi instan, beras, dan telur kami salurkan melalui pengurus RT dan RW untuk dikelola secara swadaya,” tegas Rustam.

Ia menambahkan, penanganan kebencanaan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan menjadi cepat dan efektif.

“PMI bersama unsur relawan lainnya seperti BPBD, Tagana, serta elemen kemasyarakatan lainnya terus bersiaga di lokasi untuk membantu warga terdampak banjir,” pungkasnya. (Red)

Rate this item
(0 votes)