Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) tentang bahaya judi online, pinjaman online ilegal, dan praktik rentenir di Gedung Serba Guna Kantor Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kamis (21/05/26).
Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menyampaikan apresiasi kepada PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) yang dinilai konsisten menghadirkan program edukatif bagi masyarakat. Menurut dia, literasi keuangan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial yang semakin canggih dan marak terjadi.
Ia menjelaskan, perkembangan layanan keuangan digital memang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai risiko, seperti judi online, pinjaman online ilegal, hingga praktik rentenir yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
“Fenomena ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga bisa memicu persoalan sosial, kriminalitas, bahkan menghancurkan masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ditegaskan pula oleh Soma, masyarakat perlu memiliki pemahaman dan kesadaran yang baik agar mampu memilih layanan keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab.
Untuk itu, Soma mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha dengan memanfaatkan layanan keuangan resmi dan terpercaya.
"Akses terhadap layanan keuangan yang sehat, resmi dan terpercaya akan membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan dan lebih mandiri secara ekonomi," katanya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, Soma Atmaja juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman cepat tanpa memahami legalitas dan risikonya. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk membangun kewaspadaan dan kesadaran bersama terhadap berbagai modus kejahatan finansial yang terus berkembang.
“Kita harus bersama-sama memperkuat pengawasan dan edukasi di lingkungan masing-masing. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Umum SDM dan Kepatuhan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Deni Setia Wahyudi, mengatakan kegiatan literasi tersebut difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya pinjaman online ilegal, khususnya bagi pelaku UMKM serta pengurus RT dan RW di wilayah Kecamatan Curug.
Menurut Deni, edukasi tersebut penting dilakukan karena masih banyak masyarakat yang terjebak pinjaman ilegal maupun praktik bank keliling atau “bank emok”. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak BPR dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit calon nasabah yang telah memiliki tunggakan atau kredit macet akibat pinjaman online ilegal sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendapatkan akses pembiayaan resmi dari perbankan.
“Kami ingin masyarakat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan memastikan pinjaman yang diambil benar-benar digunakan untuk kebutuhan produktif, khususnya modal usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi keuangan terus diperkuat agar masyarakat juga semakin memahami risiko pinjaman ilegal dengan bunga tinggi yang dapat memberatkan kondisi ekonomi keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Uus Mustaudie, mengungkapkan pihaknya telah menghadirkan program “Kredit Mikro Raharja” sebagai solusi pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.
"Layanan ini menerapkan sistem jemput bola, mulai dari proses pengajuan hingga pembayaran angsuran yang dapat dipilih secara harian, mingguan, maupun bulanan dengan tenor maksimal satu tahun," ungkap Uus
Saat ini, program Kredit Mikro Raharja telah dimanfaatkan sekitar 600 pelaku UMKM dengan rata-rata pinjaman mencapai Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Ia berharap kehadiran BPR Kerta Raharja sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. (Red)