TANGERANG, lensafokus.id – Memasuki hari ke-11 penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan kebakaran telah berhasil dipadamkan secara menyeluruh.
Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan serta investigasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan
"Alhamdulillah, sesuai laporan dan hasil pemeriksaan di lokasi TPA Jatiwaringin serta investigasi BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan, per hari ini pukul 15.00 WIB seluruh titik api, hotspot, maupun asap sudah tidak ditemukan lagi. Setelah dilakukan survei hingga ke titik-titik yang sebelumnya terbakar, kondisinya sudah benar-benar padam," ujar Bupati Maesyal Rasyid saat memberikan keterangan di TPA Jatiwaringin, Jumat (10/7/26).
Bupati Maesyal Rasyid menambahkan meski sudah padam, proses penanganan belum sepenuhnya dihentikan. Sesuai arahan BNPB, para petugas akan terus melakukan pendinginan dan pembasahan area TPA untuk memastikan tidak ada potensi munculnya kembali titik api kembali
"Kami masih akan melaksanakan pendinginan dan penyiraman sebagai langkah antisipasi agar benar-benar dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga 14 Juli 2026 sesuai masa tanggap darurat yang telah ditetapkan. Setelah itu akan kami evaluasi kembali apakah status tanggap darurat perlu diperpanjang atau dinyatakan selesai," jelasnya.
Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BNPB, Gubernur Banten, BPBD Kabupaten Tangerang, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, DKI Jakarta, seluruh unsur TNI-Polri, Manggala Agni, para relawan, serta perusahaan-perusahaan yang turut membantu proses pemadaman
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama proses pemadaman berlangsung. Semoga segala ikhtiar dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," ucapnya.
Ia juga memberikan penghargaan secara khusus kepada tim helikopter BNPB yang selama delapan hari berturut-turut melaksanakan operasi water bombing serta kepada personel Manggala Agni yang bekerja siang dan malam memadamkan api di lapangan.
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono menilai keberhasilan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah serta komponen lainnya yang terlibat
"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen, mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil," ungkap Suharyono.
Lanjut dia, personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan telah bertugas selama delapan hari dan seluruhnya dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh hotspot telah dinyatakan bersih.
"Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai. Kami berharap keberhasilan ini menjadi contoh bahwa penanganan bencana seperti ini harus dilakukan dengan semangat kolaborasi karena persoalan sampah bukan hanya menjadi masalah Kabupaten Tangerang, tetapi juga tantangan bersama di Indonesia," ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan BNPB, Riswandi. Ia memastikan hasil pemantauan menggunakan drone thermal menunjukkan tidak lagi ditemukan titik api maupun hotspot di kawasan TPA Jatiwaringin. Fokus selanjutnya adalah proses pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali,
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing. Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," ungkapnya. (Red)