TANGERANG, lensafokus.id — PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terus mendorong peningkatan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar melalui program One Student One Account (OSOA). Program yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat, khususnya pelajar, sekaligus membangun kebiasaan menabung dan mengenalkan layanan keuangan formal sejak usia sekolah.
Komitmen tersebut diwujudkan PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) melalui kegiatan pembukaan rekening dan edukasi menabung bagi pelajar di SMP Negeri 5 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kegiatan diikuti oleh 317 pelajar kelas 7 dan 280 pelajar kelas 8.
Dalam kegiatan tersebut, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) membagikan formulir pembukaan rekening kepada para siswa, memberikan bimbingan teknis mengenai tata cara pengisian formulir, hingga menerbitkan buku tabungan yang dapat digunakan sebagai sarana bagi siswa untuk mulai menabung secara rutin.
Kepala Cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) Wilayah Tigaraksa, Eka Ratna Juwita, mengatakan program tabungan pelajar di Bank Kerta telah berjalan sejak 2008 dan hingga saat ini telah mencatat sekitar 3.262 pelajar aktif menabung.
Menurutnya, jangkauan program tersebut kini telah mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dengan dukungan enam kantor cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) serta satu cabang operasional di Kota Serang.
“Kami ingin membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar tidak hanya sebagai aktivitas menyisihkan uang, tetapi menjadi bagian dari pendidikan finansial sejak dini. Dengan memiliki rekening sendiri, siswa dapat belajar mengenal perbankan, mengelola uang saku, serta memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan di masa mendatang,” ujar Eka.
Lebih lanjut, Eka menyampaikan bahwa program OSOA tidak hanya berorientasi pada pembukaan rekening, tetapi juga menjadi sarana edukasi keuangan bagi siswa dengan melibatkan lingkungan pendidikan.
“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif anak. Karena itu, melalui OSOA kami berupaya bersinergi dengan sekolah agar budaya menabung dapat dilakukan secara konsisten. Harapannya, kebiasaan sederhana yang dimulai dari menyisihkan uang saku dapat berkembang menjadi kemampuan mengelola keuangan secara bijak ketika mereka dewasa,” katanya.
Untuk mempermudah akses transaksi bagi para pelajar, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) menyediakan layanan Mobil Kas Keliling yang hadir langsung ke sekolah sesuai jadwal. Dengan layanan tersebut, siswa tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor cabang untuk melakukan transaksi tabungan.
"kami mengajak para orang tua murid untuk mendampingi putra-putrinya dalam membangun kebiasaan menabung serta memanfaatkan kantor cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terdekat apabila ingin membuka rekening tabungan anak secara mandiri," Pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 5 Tigaraksa, Neneng Hasanah, menyatakan pihak sekolah sangat mendukung pelaksanaan program tersebut karena memberikan manfaat langsung bagi siswa, khususnya dalam mengenalkan cara mengelola uang saku.
“Bukan cuma gerakan menabung, tetapi ini edukasi bagi anak-anak tentang bagaimana cara mereka mengatur uang jajan yang diberikan orang tua,” ungkapnya.
Menurut Neneng, kebiasaan mengelola uang sejak sekolah diharapkan dapat membentuk sikap disiplin dan bertanggung jawab pada siswa dalam menggunakan uang yang mereka miliki.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu siswa kelas 7B, Maulida Ashifa, mengaku senang dapat memiliki rekening tabungan sendiri dan berencana menabung secara rutin setiap minggu.
Hal senada disampaikan Angelita, siswa lainnya. Ia mengaku mulai menabung untuk mempersiapkan kebutuhan kegiatan sekolah, seperti berenang dan jalan-jalan.
Melalui program OSOA, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) berharap semakin banyak pelajar yang memiliki rekening dan terbiasa menyisihkan sebagian uang sakunya secara rutin. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perbankan, sekolah, dan orang tua dalam membangun generasi yang lebih melek dan bijak dalam mengelola keuangan. (Red)