KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan selama proses perbaikan Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari.
Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat selama pekerjaan perbaikan jalan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meminimalkan dampak kemacetan di sekitar lokasi proyek.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Achmad Suhaely, mengimbau para pengguna jalan untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Bayur – Jalan Kedaung Barat – Jembatan Gantung Kedaung Sepatan – Jalan Tangga Abu – Jalan Iskandar Muda, kemudian menuju Jalan Marsekal Suryadarma hingga Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Jalur tersebut juga berlaku untuk arah sebaliknya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar mulai memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan dan diarahkan. Adapun lokasi perbaikan akan terfokus di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Iskandar Muda, tepatnya di sekitar Kantor Kecamatan Neglasari," ujar Achmad Suhaely, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot Tangerang memastikan tidak akan melakukan penutupan total Jalan Iskandar Muda selama proyek perbaikan berlangsung. Pemerintah telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup.
Dengan skema tersebut, kendaraan kecil masih dapat melintasi Jalan Iskandar Muda secara terbatas, sementara kendaraan dengan volume dan ukuran lebih besar diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.
"Kami beberapa hari terakhir terus menggencarkan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Harapannya, skema rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif yang disediakan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat," tambahnya.
Selain itu, Dishub Kota Tangerang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan jalan ini berlangsung. Skema rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif yang disediakan semata-mata untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran bagi seluruh pengguna jalan," pungkas Achmad Suhaely. (Sumarna)