KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Kontingen Senam Gymnastic Kota Tangerang kembali menunjukkan kesiapannya menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Banten 2026. Sebanyak 13 atlet terbaik diberangkatkan menuju Kota Cilegon untuk berlaga pada kompetisi olahraga pelajar bergengsi tingkat Provinsi Banten yang akan berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2026.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Ketua Senam Gymnastic Kota Tangerang, Sumarti, didampingi Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Heru serta Pelatih Senam Gymnastic, Suhenda.
Keberangkatan para atlet ini menjadi bukti komitmen Kota Tangerang dalam melakukan pembinaan olahraga pelajar, khususnya cabang Senam Gymnastic yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung medali dalam berbagai kejuaraan tingkat daerah maupun provinsi.
Ketua Senam Gymnastic Kota Tangerang, Sumarti, mengaku optimistis timnya mampu kembali mempertahankan tradisi prestasi dengan merebut gelar juara umum seperti pada penyelenggaraan POPDA sebelumnya.
"Dalam ajang POPDA ini kami siap mempertahankan gelar juara umum Senam Gymnastic seperti tahun-tahun sebelumnya. Atlet-atlet yang berangkat sudah dipersiapkan secara maksimal untuk bersaing di setiap nomor yang dipertandingkan dan kembali membawa pulang gelar juara umum tahun ini," ujar Sumarti usai melepas keberangkatan atlet.
Sementara itu, Binpres Heru menjelaskan bahwa persiapan kontingen telah dilakukan jauh hari melalui program latihan intensif, uji coba pertandingan, hingga pembinaan mental bertanding.

Menurutnya, 13 atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat dan memiliki kemampuan terbaik di masing-masing nomor pertandingan.
"Anak-anak sudah kami tempa secara fisik, teknik, dan mental. Kami tidak hanya menargetkan medali, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa pembinaan Senam Gymnastic di Kota Tangerang berjalan secara konsisten dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi," kata Heru.
Di sisi lain, Pelatih Senam Gymnastic Kota Tangerang, Suhenda, menegaskan bahwa kondisi para atlet saat ini berada dalam performa terbaik menjelang pertandingan.
Fokus latihan terakhir, kata dia, diarahkan pada penyempurnaan teknik, kerapihan gerakan, ekspresi artistik, serta meminimalisasi kesalahan-kesalahan kecil yang dapat memengaruhi penilaian juri.
"Kami meminta anak-anak tampil lepas namun tetap fokus. Penilaian juri pada POPDA sangat detail, sehingga setiap gerakan harus dilakukan dengan bersih dan sempurna. Target kami jelas, berusaha menguasai seluruh nomor yang dipertandingkan," tegas Suhenda.
POPDA Banten 2026 di Kota Cilegon tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi tingkat daerah, tetapi juga menjadi salah satu tahapan seleksi atlet pelajar menuju kompetisi tingkat nasional. (Sumarna)