Print this page

Sirine Pintu Air 10 Cisadane Berbunyi 10 Kali, BPBD Kota Tangerang Pastikan Sesuai SOP dan Status Siaga 3

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menegaskan bahwa bunyi sirine sebanyak 10 kali di Pintu Air 10 Sungai Cisadane merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dijalankan saat terjadi kenaikan debit air.

Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiyar, menjelaskan bahwa aktivasi sirine tersebut menandakan adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan. Namun demikian, kondisi Pintu Air 10 saat ini masih berada pada status Siaga 3.

“Bunyi sirine itu merupakan SOP ketika debit air meningkat. Saat ini kondisi Pintu Air 10 masih dalam status siaga 3,” ujar Mahdiyar, Jumat (23 Januari 2026).
Ia menambahkan, pihak BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi Pintu Air 10 di wilayah Koang Jaya untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sesuai prosedur.

“Kami memastikan aktivasi sirine dilakukan sesuai SOP. Saat ini tahapan pengamanan berjalan dengan baik karena statusnya masih siaga 3,” jelasnya.

Menurut Mahdiyar, hingga saat ini Pintu Air 10 telah dibuka sebanyak tiga pintu guna mengendalikan aliran air. Meski begitu, terdapat potensi kenaikan debit air yang lebih tinggi, terutama dari wilayah hulu, khususnya di daerah hulu Cisadane seperti wilayah Bogor dan sekitarnya, yang diperkirakan dapat berdampak ke wilayah hilir pada malam hari.

BPBD Kota Tangerang pun mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar Koang Jaya dan bantaran Sungai Cisadane, agar tetap tenang dan tidak panik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta petugas di lapangan. Bunyi sirine ini adalah peringatan kesiapsiagaan, bukan tanda kondisi darurat ekstrem,” imbuhnya.

Dalam upaya penanganan, BPBD Kota Tangerang terus mengerahkan relawan dan petugas untuk melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah evakuasi bagi warga di wilayah rawan terdampak. Penanganan difokuskan pada antisipasi curah hujan yang masih berpotensi tinggi dan dapat menyebabkan banjir. (Sumarna)

Rate this item
(0 votes)