Tangerang, lensafokus.id – Guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian, khususnya lahan baku sawah (LBS) eksisting dan lahan non rawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melaksanakan kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang menyasar enam kelompok tani (Poktan) penerima manfaat.
Lahan non rawa merupakan hamparan lahan pertanian yang tidak selalu tergenang air sepanjang tahun. Lahan ini dapat berupa lahan basah non rawa maupun lahan kering.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa merupakan program yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
“Bentuk kegiatannya meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), perbaikan sistem tata air dan pintu air, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembangunan jalan usaha tani, serta konservasi air,” ujar Ujang saat menghadiri acara lepas sambut dan serah terima jabatan di lingkungan DPKP Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11).
Ia menambahkan, kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa memiliki sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), meningkatkan hasil produksi pertanian, serta memperbaiki infrastruktur pengairan dan kondisi lahan. Dengan demikian, ketersediaan air untuk lahan pertanian dapat lebih terjaga sehingga risiko kekeringan maupun genangan air dapat diminimalkan.
Berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Pertanian RI, pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan dilakukan oleh kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), maupun Brigade Pangan yang telah ditetapkan.
“Dalam program ini, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK). Dana ditransfer langsung ke rekening kelompok melalui UPKK untuk selanjutnya dikelola dan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Adapun luas lahan yang menjadi sasaran kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Tangerang mencapai 245 hektare. Lahan tersebut tersebar di enam kelompok tani yang berada di Kecamatan Sindang Jaya, Rajeg, Kronjo, Kresek, dan Sukamulya
Berikut enam kelompok tani penerima manfaat kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa di Kabupaten Tangerang:
Kelompok Tani Silih Asuh, Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, dengan ketua kelompok H. Aca. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
Kelompok Tani Sabrang Mandiri, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, dengan ketua kelompok Warnoto. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
Kelompok Tani Bunga Mekar, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, dengan ketua kelompok Kartono. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan sumur bor.
Kelompok Tani Mandiri Tani, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, dengan ketua kelompok Maksudi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan sumur bor.
Kelompok Tani Pribumi III, Desa Lembangsari, Kecamatan Rajeg, dengan ketua kelompok Rusdi Wijaya. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan irigasi perpipaan.
Kelompok Tani Blukbuk Luwung, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, dengan ketua kelompok Supiadi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan irigasi perpompaan.
Melalui program Optimalisasi Lahan Non Rawa ini, Pemkab Tangerang berharap produktivitas lahan pertanian semakin meningkat, infrastruktur pengairan semakin baik, serta ketersediaan air bagi petani dapat lebih terjamin guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah. (Red)