Print this page

Pemkot Tangerang Mulai Relokasi 273 Pedagang Pasar Anyar, Jalan dan Trotoar Ditargetkan Kembali Tertib

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai melakukan penataan dan relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani, kawasan Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (3/11/2026).

Langkah penertiban tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar sebagaimana mestinya, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Gedung Pasar Anyar sebagai pusat kegiatan perdagangan masyarakat.

Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangerang, Mulyani, mengatakan bahwa relokasi merupakan tindak lanjut dari rencana penataan kawasan Pasar Anyar yang sebelumnya telah melalui tahapan sosialisasi kepada para pedagang.

Dalam kebijakan tersebut, para pedagang yang sebelumnya menempati badan jalan diarahkan untuk berpindah ke lokasi lapak yang telah disediakan di dalam Gedung Pasar Anyar.

"Harapannya, kondisi di sekitar Pasar Anyar, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kiasnawi bisa kembali sesuai fungsinya. Jalan dan trotoar dapat digunakan sebagaimana mestinya, sementara para pedagang bisa berjualan di dalam Gedung Pasar Anyar yang sudah kita bangun," ujar Mulyani.

Berdasarkan pendataan Perumda Pasar Kota Tangerang, sebanyak 273 pedagang telah terdata untuk mengikuti proses relokasi. Pemkot berharap seluruh pedagang dapat segera menempati lokasi yang telah ditentukan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Mulyani menegaskan, penataan Pasar Anyar bukan sekadar memindahkan pedagang dari luar ke dalam gedung. Lebih dari itu, pemerintah ingin menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalam pasar dengan mendorong masyarakat, termasuk pegawai di lingkungan sekitar, untuk berbelanja di lokasi tersebut.

"Kita ingin Gedung Pasar Anyar ini lebih optimal dan ramai. Dengan begitu, perekonomian di kawasan pasar bisa tumbuh, sementara fungsi jalan dan trotoar kembali sebagaimana mestinya. Kita ingin Kota Tangerang menjadi kota yang tertib, aman, indah, dan memiliki estetika yang lebih baik," jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran relokasi, Pemkot Tangerang juga menyediakan armada pengangkutan bagi pedagang yang membutuhkan bantuan memindahkan barang dagangannya. Selain menggunakan fasilitas pemerintah, pedagang juga diperbolehkan melakukan pemindahan secara mandiri.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang, Dedi Ochen, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang, termasuk memberikan nomor lapak sesuai lokasi yang telah ditetapkan di dalam Gedung Pasar Anyar.

Ia memastikan para pedagang dapat menempati lapak tersebut tanpa dipungut biaya selama proses serah terima gedung dari pemerintah pusat kepada Pemkot Tangerang belum rampung.

"Selama ini masih gratis di Pasar Anyar. Tempatnya juga sudah bagus, bersih, dan nyaman. Apalagi sebentar lagi musim hujan, kalau berjualan di luar tentu berbeda dengan di dalam gedung," ungkap Dedi.

Dedi juga berharap proses persetujuan serah terima Gedung Pasar Anyar dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Tangerang dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, pengelolaan pasar dapat dilakukan secara penuh sehingga penataan dan pengembangan aktivitas perdagangan lebih optimal.

Proses penataan kawasan Pasar Anyar tersebut melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Satpol PP, unsur kecamatan, kelurahan, serta perangkat daerah terkait. (Sumarna)

Rate this item
(0 votes)