LEBAK, lensafokus.id – Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang Nomor 25/G/2026/PTUN.SRG yang disebut memenangkan Kepala Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Ricki Jaenal Abidin, diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan dan memperkuat persatuan masyarakat.
Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang dikenal dengan sapaan King Badak, mengajak masyarakat Desa Kerta, khususnya warga yang selama ini berbeda pandangan atau tidak setuju dengan kepemimpinan Ricki Jaenal Abidin, untuk menyikapi putusan tersebut dengan lapang dada.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa merupakan hal yang wajar. Namun, setelah adanya putusan pengadilan, ia berharap masyarakat dapat kembali mengutamakan kerukunan dan kepentingan bersama.
“Warga Kerta yang saya hormati, terutama saudara-saudara saya yang kemarin mungkin kecewa, mungkin tidak suka, atau mungkin kontra dengan Pak Ricki. Saya memahami perasaan itu. Dalam demokrasi desa, perbedaan itu wajar. Tapi hari ini, pengadilan negara sudah memutuskan. PTUN sudah berkata bahwa Pak Ricki harus dipulihkan,” ujar King Badak.
Ia menegaskan, sikap menerima hasil proses hukum bukan berarti seseorang mengalami kekalahan, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Legowo itu mulia. Legowo itu bukan kalah. Legowo artinya kita mengutamakan Desa Kerta di atas rasa suka dan tidak suka pribadi. Kalau terus bertengkar, yang rugi adalah anak-anak masyarakat, pembangunan desa akan berhenti. Kalau legowo dan bersatu, yang untung adalah semua,” jelasnya.
King Badak juga mengajak masyarakat untuk membuka lembaran baru dan memberikan kesempatan kepada Ricki Jaenal Abidin untuk melanjutkan tugasnya dalam membangun Desa Kerta. Ia menilai, kritik dan pengawasan terhadap pemerintahan desa tetap penting, selama dilakukan secara konstruktif dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Mari buka lembaran baru. Lupakan perbedaan kemarin. Beri kesempatan kepada Pak Ricki Jaenal Abidin untuk melanjutkan tugasnya membangun Desa Kerta. Kalau ada kekurangan, mari kita kritik dengan cara yang baik, kita awasi bersama, kita bangun bersama. Jangan dengan kebencian,” imbuhnya.
Selain mengajak warga untuk berdamai, King Badak menitipkan pesan kepada Ricki Jaenal Abidin agar tidak menyimpan dendam terhadap pihak-pihak yang sebelumnya berbeda pandangan. Menurutnya, kepala desa harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan maupun sikap politik warga.
“Saya juga sudah berpesan kepada Pak Ricki, kalau nanti sudah kembali menjabat, jangan ada dendam. Rangkul semua, bahkan yang kemarin kontra sekalipun. Jadikan mereka sahabat membangun desa. Jadilah Kades untuk semua warga Kerta, bukan hanya untuk pendukungnya saja,” katanya.
Ia menilai, keberhasilan membangun kerukunan di tengah masyarakat merupakan capaian penting yang harus menyertai proses penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.
“Menang di PTUN itu baru kemenangan hukum. Tapi menang yang sebenarnya adalah ketika warga yang dulu bermusuhan bisa duduk ngopi bareng lagi di warung, bisa sholat berjamaah lagi di masjid yang sama. Itulah kemenangan Desa Kerta yang hakiki,” pungkas King Badak.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen warga untuk berperan aktif menjadi jembatan perdamaian demi menjaga keharmonisan di Desa Kerta.
“Mari yang kontra untuk legowo dan yang pro untuk tidak sombong. Kita satukan kembali Desa Kerta. Karena Kerta adalah rumah bersama,” tutupnya. (C2P)