LEBAK | lensafokus.id — Perkumpulan Urang Banten (PUB) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan bertajuk “Baduy Lestari”. Dalam kegiatan tersebut, PUB menyerahkan secara simbolis 70 ribu bibit pohon kepada Desa Adat Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (25/10/2026).
Penyerahan bibit berlangsung di kediaman Kepala Desa Adat Kanekes, Jaro Oom. Program ini diarahkan untuk mendukung penghijauan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat upaya pelestarian lingkungan di wilayah adat Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar.
Penyerahan puluhan ribu bibit pohon tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian vegetasi di kawasan Kanekes. Pelaksanaannya juga perlu memperhatikan karakteristik lingkungan dan ketentuan adat yang selama ini menjadi pedoman masyarakat Baduy dalam menjaga alam.
Bagi masyarakat Baduy, alam memiliki kedudukan penting dalam tatanan kehidupan. Karena itu, upaya penghijauan tidak hanya berkaitan dengan penambahan tutupan vegetasi, tetapi juga perlu berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Gerakan “Baduy Lestari” mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, hingga sektor usaha.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Gubernur Banten, Wakil Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, Kapolda Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Danrem 064 Maulana Yusuf, serta Sekretaris Daerah Provinsi Banten.
Dari tingkat Kabupaten Lebak, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lebak dan Ketua DPRD Kabupaten Lebak.
Dukungan teknis juga datang dari Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum-Ciliwung serta Manager Pusat Pembibitan Rumpin, Bogor. Keterlibatan unsur tersebut diharapkan dapat mendukung kesesuaian program penghijauan dengan kondisi lingkungan setempat.
Sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan juga hadir, termasuk Ketua ICMI Banten, Ketua NU Banten, Ketua MUI Banten, serta perwakilan pengurus PWI Banten.
Dari sektor ekonomi dan perbankan, hadir pimpinan Bank Indonesia di Serang, Bank Banten, serta sejumlah pimpinan perusahaan swasta.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas lembaga dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberadaan kawasan adat Baduy.
Program “Baduy Lestari” diharapkan tidak berhenti pada seremoni penyerahan bibit. Keberlanjutan kegiatan, mulai dari penentuan lokasi, pemilihan jenis tanaman, proses penanaman, hingga pemeliharaan, menjadi faktor penting agar program memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Pemilihan jenis pohon juga perlu disesuaikan dengan kondisi geografis dan ekologis kawasan Kanekes serta dikonsultasikan dengan masyarakat adat agar pelaksanaannya tetap menghormati aturan dan kearifan lokal.
Setelah prosesi penyerahan bibit, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi para tokoh dan pemangku kepentingan untuk mempererat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta warisan budaya masyarakat Baduy. (C2p)