TANGERANG, lensafokus.id – Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Markas Komando (Mako) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Jumat (11/9/2026). Kunjungan pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut membahas kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III, Wahidin Halim, mengapresiasi kesiapan BPBD Kota Tangerang dalam melakukan penanganan bencana. Ia menilai sistem penanganan yang diterapkan Pemerintah Kota Tangerang telah berjalan dengan baik dan semakin modern.
“Ini bagus, penanganannya sudah sistemis, sudah berjalan. Jauh lebih modern, jauh lebih baik,” ujar Wahidin.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII juga menyoroti kesiapan Kota Tangerang menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk ancaman kekeringan.
Jajaran BPBD Kota Tangerang memaparkan berbagai langkah mitigasi, prosedur penanganan, serta pola koordinasi lintas sektor yang disiapkan untuk memastikan keselamatan masyarakat saat terjadi kondisi darurat.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, mengatakan Pemkot Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari BBWS, Perumda Tirta Benteng, masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana, hingga pemerintah pusat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam hal penanganan dan mitigasi bencana. Untuk response time yang secara nasional ditentukan 15 menit, Kota Tangerang mampu berada di angka 10 menit,” kata Maryono.
Ia juga mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap BPBD Kota Tangerang. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas penanganan bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan cepat saat kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan BNPB dalam kesempatan tersebut turut memberikan sejumlah perlengkapan secara simbolis untuk mendukung operasional penanganan bencana.
“Ke depan, BPBD Kota Tangerang akan mengusulkan kebutuhan peralatan tambahan yang diperlukan untuk memperkuat operasional, termasuk kendaraan logistik dan sarana komunikasi,” jelas Mahdiar.
Sementara menghadapi potensi kekeringan, BPBD Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait. Salah satu langkah mitigasi yang tengah dikaji yakni penguatan sumber air melalui pembangunan atau pemanfaatan sumur dalam di sejumlah titik kelurahan.
Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat Kota Tangerang dalam menghadapi ancaman kekeringan. (Sumarna)