Print this page

Home Visit Jadi Strategi Pemkot Tangerang Jangkau Anak Tidak Sekolah

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pendekatan langsung kepada anak dan lingkungan keluarganya.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah pelaksanaan home visit atau kunjungan langsung ke rumah bersama perangkat kewilayahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi setiap anak secara lebih mendalam sekaligus mencari solusi agar mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, program home visit menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum atau tidak melanjutkan sekolah.

“Untuk akses pendidikan, kita akan coba menjangkau ATS secara prioritas melalui program home visit dengan perangkat kewilayahan,” ujar Wahyudi, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pendekatan langsung kepada keluarga memungkinkan pemerintah berinteraksi secara lebih dekat dengan orang tua maupun anak. Dengan demikian, berbagai persoalan yang menjadi penyebab anak tidak sekolah dapat diketahui secara lebih konkret.

Selain persoalan akses pendidikan, pemerintah juga menemukan adanya faktor demotivasi anak serta kurangnya pemahaman lingkungan keluarga mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan.

Melalui home visit, perangkat kewilayahan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi masing-masing anak sehingga bentuk penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

“Melalui home visit, perangkat kewilayahan dapat membantu mengidentifikasi kondisi setiap anak secara lebih konkret. Hasil kunjungan kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai, baik terkait akses pendidikan maupun persoalan lain yang dihadapi anak dan keluarga,” papar Wahyudi.

Pemkot Tangerang juga menyiapkan sejumlah pilihan jalur pendidikan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak. Selain mendorong anak kembali ke sekolah formal, pemerintah mengoptimalkan berbagai program pendidikan, termasuk sekolah gratis, Tangerang Cerdas, serta pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Program pendidikan kesetaraan tersebut mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C, sehingga anak yang memiliki kondisi tertentu tetap mendapatkan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.

Upaya pemerintah tidak hanya difokuskan kepada anak yang sudah berhenti sekolah. Pencegahan juga dilakukan agar anak yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan dapat terus melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan anak tidak sekolah dapat ditangani sejak dini dan tidak terus berulang pada setiap jenjang pendidikan.

“Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga, Pemkot Tangerang berharap setiap persoalan dapat dipahami secara lebih utuh sehingga solusi yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak,” tutup Wahyudi. (Sumarna)

Rate this item
(0 votes)