KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Stand Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menjadi salah satu stan favorit pengunjung dalam gelaran Festival Cisadane 2026. Sejak hari pertama pembukaan pada Kamis hingga Minggu (26/7/2026), stand tersebut selalu dipadati masyarakat, terutama keluarga yang membawa anak-anak.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, BPBD Kota Tangerang mengusung konsep edukasi kebencanaan yang dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan. Hasilnya, stand BPBD tak pernah sepi dari pengunjung yang datang sejak pagi hingga malam hari.
Salah satu daya tarik utama adalah area foto bertema kebencanaan yang dilengkapi berbagai atribut dan perlengkapan petugas. Anak-anak tampak antusias mengenakan helm SAR, rompi penyelamat, hingga perlengkapan rescue lainnya untuk berfoto bersama.
Tak hanya itu, wahana simulasi naik perahu karet juga menjadi favorit para pengunjung. Melalui simulasi evakuasi banjir, anak-anak dapat merasakan pengalaman menaiki perahu penyelamat dengan didampingi langsung oleh petugas BPBD yang ramah dan profesional.
Sementara itu, pada sesi edukasi satwa, BPBD menghadirkan ular sanca kembang sebagai media pembelajaran. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengenalkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai jenis-jenis ular, karakteristiknya, serta cara aman ketika menemukan ular di lingkungan tempat tinggal.
Petugas juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kemunculan ular di permukiman, sehingga masyarakat tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang mengatakan, pendekatan edukatif tersebut sengaja dipilih agar materi kebencanaan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
"Kami ingin mengubah stigma bahwa kebencanaan itu menakutkan. Lewat kegiatan foto bersama, simulasi naik perahu, hingga edukasi bersama ular sanca kembang, anak-anak bisa belajar sambil bermain. Harapannya, mereka memahami mitigasi bencana sejak dini dan berani melapor apabila menemukan potensi bahaya," ujarnya.
Konsep tersebut pun mendapat apresiasi dari para orang tua. Selain menghibur, keberadaan stand BPBD dinilai mampu memberikan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak.
"Anak saya tadinya takut sama ular. Tapi setelah dijelaskan oleh petugas, sekarang jadi lebih berani dan paham. Naik perahunya juga senang sekali, petugasnya ramah-ramah semua," ujar Rina, warga Kecamatan Cibodas.
Selama penyelenggaraan Festival Cisadane 2026, petugas BPBD yang berjaga di stand juga dikenal responsif, santun, dan komunikatif dalam melayani setiap pengunjung. Suasana yang hangat dan interaktif membuat stand BPBD menjadi salah satu ikon favorit dalam festival tahun ini.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, BPBD Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi kebencanaan yang kreatif dan inovatif agar budaya sadar bencana dapat ditanamkan sejak usia dini.
Festival Cisadane 2026 pun menjadi momentum strategis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangerang untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan partisipatif. (Sumarna)