TANGERANG, lensafokus.id – Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Festival Muharram Cengkok 1448 H / 2026 pada Sabtu (11/07/2026). Dengan tema " berkarya berbudaya dan berkah"
Acara berskala kabupaten di tingkat desa ini memadukan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), aksi sosial, serta diskusi literasi anti-korupsi.
Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si membuka langsung acara ini. Festival ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuzi Abdurrahman, S.H., M.H., perwakilan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Abdurrahman Saputra Batubara, Asda I Kabupaten Tangerang Bu Prima Saras Puspa, S.H., M.M., serta Camat Balaraja Willy Patria, SE, M.Si.
Kolaborasi Sosial Ekonomi Skala Kabupaten Ketua Panitia, Syarifudin Juhri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua sejak tahun 2022 karena antusiasme tinggi dari warga.
"Kami berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Kementerian Sosial untuk mengadakan sunatan massal, bazar, serta menghadirkan UMKM lokal hingga tingkat Kabupaten Tangerang," ujar Syarifudin.
Selain bazar produk lokal, festival ini memfasilitasi kebutuhan mendasar warga melalui:Pelayanan pembuatan e-KTP langsung di lokasi,Cek Kesehatan (CKG) dan Ronsen Gratis bagi masyarakat umum dan khitanan masal 60 anak yatim dan umum.

Staf Khusus Menteri Sosial RI, Fuzi Abdurrahman, S.H., M.H., mengapresiasi tinggi kohesi sosial dan semangat gotong royong warga Balaraja. Beliau juga menyampaikan salam hormat dari Menteri Sosial, H. Drs. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), kepada masyarakat Banten.
Fuzi menegaskan tiga poin penting yang menjadi amanat khusus Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial yaitu Data Akurat , Bantuan Tepat, sekolah rakyat.
Kemensos meminta Gubernur Banten dan Bupati Tangerang bergerak cepat melakukan validasi data kemiskinan dengan melibatkan kontrol dari masyarakat sipil (civil society).
"Bantuan sosial di Indonesia mencapai Rp80 triliun. Jika data tidak tepat sasaran, saya pikir ini merupakan bagian dari tindakan korupsi," tegas Fuzi.
Kemensos bekerja sama dengan Dewan Ekonomi Nasional tengah menginisiasi digitalisasi penyaluran bantuan. Kedepannya, kelayakan penerima akan tersinkronisasi otomatis lewat sistem kecerdasan buatan (AI) hanya dengan memindai NIK, mencakup variabel kepesertaan BPJS, daya listrik kWh rumah, hingga tingkat pendapatan.
Pemerintah pusat fokus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang saat ini mencapai 4 juta anak secara nasional. Negara berkomitmen membangun infrastruktur pendidikan berkualitas lewat program Sekolah Rakyat.Setiap titik Sekolah Rakyat direncanakan memiliki luas minimal 7 hektar.Anggaran pembangunan per titik mencapai Rp255 miliar.Saat ini sudah dibangun 93 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia.
Pada akhir sambutannya, perwakilan Kemensos menginginkan kedepannya untuk panitia tidak hanya Penyaluran 223 paket akan tetapi meningkatkan kuota bantuan sosial di festival tahun depan menjadi minimal 500 paket anak bila perlu lebih insyaallah kementrian siap " , melalui dukungan penuh direktorat terkait. (Mala)