Print this page

HANI 2026 di Kota Tangerang, BNN Ajak Seluruh Elemen Bersatu Wujudkan Generasi Bersinar Bebas Narkoba

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045". Kegiatan tersebut digelar di Gedung Seni dan Budaya, Jalan Modern Golf Raya, RT 001/RW 008, Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Jumat (10/7/2026).

Acara dihadiri Wali Kota Tangerang Sachrudin, perwakilan Dandim 0506/Tangerang, perwakilan Kapolres Metro Tangerang Kota, Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si., Kepala BNN Kota Tangerang Kombes Pol. Dr. Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom., Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Putu Eka Cahyadhi, jajaran Forkopimda Kota Tangerang, Camat Tangerang Yudi Pradana, S.H., Lurah Tanah Tinggi Dewi Ratna Wati, S.Sos., para kepala OPD, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam laporannya, Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Dr. Josephien Vivick Tjangkung menyampaikan bahwa peringatan HANI merupakan bentuk dukungan nyata dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

IMG 20260710 WA0001

Menurutnya, peringatan HANI 2026 memiliki sejumlah tujuan penting, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota Tangerang yang bersih dari narkotika.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si. menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan bangsa apabila tidak diberantas secara bersama-sama.

"Musuh yang tak terlihat yaitu narkotika, yang akan merusak akar dan menumbangkan pohon itu sendiri," ujar Budi Sajidin.

Ia juga mengungkapkan data yang disampaikan Kepala BNN RI bahwa perputaran uang dari bisnis narkotika di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp600 triliun per tahun. Sementara itu, prevalensi pengguna narkotika mencapai sekitar 2,11 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 4,2 juta jiwa yang terdata.

"Peran penting kita semua adalah menjaga generasi muda agar menjadi generasi yang bersinar dan bebas dari narkotika," tambahnya.

Puncak peringatan HANI 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif, salah satunya penampilan teater yang mengangkat kisah nyata mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Pertunjukan tersebut memberikan pesan kuat tentang pentingnya ketahanan keluarga sebagai garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, sekaligus membangkitkan semangat generasi muda untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus memperkuat kepedulian, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman narkotika, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Sumarna)

Rate this item
(0 votes)