LEBAK, lensafokus.id – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) melaksanakan pengecekan lapangan dalam rangka Provisional Hand Over (PHO) terhadap 11 bangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Lebak, Selasa (7/7/2026).
Pengecekan dilakukan pada sejumlah titik pekerjaan yang telah dinyatakan siap memasuki tahapan PHO dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 70 persen. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengawasan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang berlaku sebelum diserahterimakan.
Adapun lokasi yang dilakukan pemeriksaan meliputi P3A Maju Bersama Ciruyung di Desa Banjarsari, Kali Cirepet di Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, P3A Berkah Tani, P3A Mutiara Tani di Desa Anggalan, P3A Sadang Bersatu di Desa Sumurbandung, P3A Cisereh, P3A Salasih di Desa Cigoong Utara, P3A Tunas Simpati di Desa Tamanjaya, P3A Sukses Jaya di Desa Parage, P3A Citando di Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, serta P3A Sinar Mulya di Desa Asem Margaluyu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Ketua Tim Evaluasi PHO BBWSC3, Muhamad Farid Hamzah, ST, mengatakan tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan irigasi guna memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Tim memastikan seluruh pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang berlaku," ujar Farid.
Menurutnya, proses evaluasi dilakukan bersama kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pemeriksaan meliputi kualitas konstruksi, kondisi fisik bangunan, hingga fungsi saluran irigasi agar benar-benar mampu memberikan manfaat optimal bagi para petani.
Farid menegaskan, apabila masih ditemukan kekurangan dalam hasil pekerjaan, pelaksana diwajibkan segera melakukan perbaikan sebelum proses PHO dinyatakan selesai.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengawasan dan evaluasi untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kelancaran sistem irigasi guna mendukung produktivitas sektor pertanian," katanya.
Ia berharap melalui proses PHO yang dilakukan secara teliti, infrastruktur irigasi yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani.
"Melalui proses PHO yang dilakukan secara teliti, diharapkan infrastruktur irigasi yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal, memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani, serta menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur irigasi," tambah Farid.
Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak (C2P), mengapresiasi kelompok P3A yang telah melaksanakan pembangunan irigasi P3-TGAI dengan baik sehingga hasil pekerjaannya dinilai memenuhi spesifikasi teknis oleh tim evaluasi BBWSC3.
"Bekerja dengan baik tentu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Karena itu, tim evaluasi PHO dari BBWSC3 menyatakan fisik bangunan irigasi telah sesuai spesifikasi yang ditetapkan," ujar King Badak. (C2p)