Print this page

1.580 Warga Badui Siap Jalani Ritual Seba 2026, Jalan Kaki Ratusan Kilometer hingga Temui Bupati dan Gubernur

Lebak, lensafokus.id – Sebanyak 1.580 warga Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, bersiap melaksanakan ritual adat tahunan Seba 2026. Tradisi sakral ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Lebak Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi antara masyarakat adat dan pemerintah.

Ritual Seba merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Badui sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen ladang yang melimpah. Dalam prosesi ini, warga Badui membawa berbagai hasil bumi seperti pisang dan umbi-umbian untuk diserahkan kepada pemerintah daerah.

Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Medi menyebutkan, hingga saat ini jumlah peserta yang terdata mencapai 1.580 orang. Namun, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (24/4).

“Untuk sementara tercatat 1.580 warga, namun kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat Badui Luar akan berangkat menggunakan sekitar 85 unit kendaraan jenis Elf. Sementara itu, sebanyak 60 warga Badui Dalam tetap mempertahankan tradisi leluhur dengan berjalan kaki menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 160 kilometer pulang-pergi menuju Rangkasbitung hingga Kota Serang.

Ciri khas masyarakat Badui Dalam terlihat dari pakaian serba putih lengkap dengan lomar (ikat kepala), sebagai simbol kesucian dan ketaatan terhadap adat. Sedangkan Badui Luar mengenakan pakaian hitam dengan lomar berwarna biru, yang menunjukkan keterbukaan terhadap modernisasi.

Rangkaian acara Seba 2026 akan dimulai pada Jumat (24/4) malam di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, yang dihadiri Bupati Hasbi Asyidiki dan jajaran Forkopimda. Selanjutnya, pada Sabtu (25/4) malam, prosesi dilanjutkan di Pendopo Provinsi Banten bersama Gubernur Andra Soni dan pejabat daerah lainnya.

“Kami berharap pelaksanaan Seba tahun ini berjalan lancar dan seluruh peserta kembali ke kampung dengan selamat,” kata Medi.

Sementara itu, salah satu warga Badui Luar, Sarmudi mengaku antusias mengikuti tradisi tersebut. Ia bersama kelompoknya telah menyiapkan puluhan pohon pisang sebagai bagian dari persembahan.

“Kami senang bisa mengikuti Seba dan bertemu langsung dengan kepala daerah. Ini sudah ketiga kalinya kami ikut,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis mengatakan, pemerintah daerah turut menyemarakkan Seba 2026 dengan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya penyediaan stan UMKM di sekitar Alun-alun Rangkasbitung, serta rangkaian acara seperti fashion show tenun Badui, talkshow, permainan tradisional, senam sehat, lomba fotografi, hingga hiburan wayang golek dan pertunjukan musik.

Menurutnya, tradisi Seba Badui telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kami optimistis kegiatan ini akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Rate this item
(0 votes)