Lebak, lensafokus.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar industri, mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha sektor tambang galian di Kabupaten Lebak. Salah satunya terjadi pada aktivitas galian pasir kuarsa milik PT Kreasi Sehat Indoholan (KSI) yang berlokasi di Kampung Manggu, Blok Cipatujah, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari.
Seorang pekerja di lokasi galian, Atep Dayu, mengungkapkan bahwa kondisi penjualan pasir kuarsa saat ini mengalami penurunan signifikan. Selain permintaan yang sepi, stok pasir di lokasi pun dilaporkan terus menumpuk.
“Sekarang penjualan sepi, stok pasir juga jadi menumpuk. Sebelum kenaikan BBM, harga lima bucket Rp510 ribu, sekarang naik jadi Rp710 ribu,” ujar Atep saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari meningkatnya biaya operasional akibat naiknya harga BBM. Hal ini membuat daya beli konsumen menurun, sehingga berdampak langsung pada volume penjualan.
Fenomena ini sejalan dengan kondisi yang dialami sejumlah pelaku usaha lainnya pada April 2026, di mana lonjakan harga energi memicu kenaikan biaya produksi secara signifikan. Dampaknya, margin keuntungan tergerus dan aktivitas usaha menjadi kurang optimal.
Atep menambahkan, saat ini biaya operasional yang dikeluarkan belum sebanding dengan pemasukan yang diperoleh dari hasil penjualan.
“Biaya operasional juga tidak ketutup. Mudah-mudahan ke depan penjualan bisa kembali normal,” harapnya. (Cecep)