Tangerang, lensafokus.id - Sebuah buku sebagai solusi atasi banjir dan kekeringan yaitu berjudul Bank Air dan Tol Air di bawah sungai resmi diedarkan. Buku ini merupakan hasil riset yang melibatkan berbagai pihak, termasuk militer.
Buku ini dibagikan kepada beberapa pejabat pada 21 Februari 2026 bertempat di Hotel Borobudur, antara lain: Prof. Dr. Darmadi Durianto, SE, MBA (DPR RI), Kevin Wu (Anggota DPRD Jakarta) dan Wali Kota Singkawang serta Keesokan harinya, 22 Februari, buku ini juga dibagikan di Tangerang salah satunya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Dr.H. Soma Atmaja.

Berikut adalah narasi lengkap dan jelas:
Buku "Bank Air" ini berangkat dari kegelisahan besar tentang krisis air yang dihadapi Indonesia. Air hujan yang melimpah justru menjadi penyebab banjir, sementara musim kemarau membawa kekeringan. Air tanah yang terus turun drastis mengakibatkan kota-kota ambles. Solusinya bukan membuang air lebih cepat ke laut, tetapi "menabungnya" ke dalam tanah melalui konsep Water Bank (Bank Air).
Konsep utama buku ini adalah sistem infiltrasi buatan untuk menangkap air hujan, menyaringnya, lalu menginjeksikannya kembali ke akuifer sebagai cadangan jangka panjang. Struktur buku ini mencakup krisis air global dan nasional, konsep dan filosofi Bank Air, desain teknis sistem, studi kasus implementasi, roadmap nasional, serta dimensi spiritual dan peradaban air.
Buku ini bukan hanya teknis, tapi juga ideologis dan gerakan sosial. Fokus utama buku ini adalah memulihkan siklus hidrologi yang rusak akibat urbanisasi, serta mengubah paradigma drainase dari membuang menjadi menyimpan. Konsep "menabung air" ini sederhana tapi revolusioner, memperlakukan air seperti uang yang disimpan saat surplus dan dimanfaatkan saat defisit.
Buku ini juga menekankan integrasi teknologi, sosial, dan spiritualitas dalam pengelolaan air, menjadikan Water Bank sebagai gerakan peradaban, bukan sekadar infrastruktur. Oleh karena itu, buku ini didaftarkan hak patennya untuk melindungi konsep inovatif lokal, standarisasi sistem, dan positioning sebagai model nasional. Dengan paten, konsep Water Bank dapat terjaga dan diimplementasikan secara efektif untuk mengatasi krisis air di Indonesia.
"Peluncuran buku ini juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam pengelolaan sumber daya air. 'Pengelolaan air yang baik harus seimbang dengan kelestarian lingkungan,' kata Sudirman Indra Penggagas Bank Air Dan Tol Air. (Lingga)