Lebak, lensafokus.id – Pihak SMPN 1 Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Program yang menjadi salah satu jargon Presiden Prabowo tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan asupan gizi siswa.
Kepala SMPN 1 Cikulur, N. Mulyati, M.Pd., mengatakan meski program MBG di sekolahnya baru berjalan beberapa pekan, dampaknya sudah mulai dirasakan secara nyata oleh para siswa.
“Siswa sangat terbantu dengan adanya MBG. Karena hampir sebagian besar siswa di sekolah ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rendah,” ujar Mulyati kepada ChanelBanten.com, Rabu (11/02/2026).
Menurutnya, kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah pedesaan membuat sebagian siswa tidak memiliki uang jajan yang cukup, bahkan ada yang sama sekali tidak dibekali uang saku oleh orang tuanya.
“Namanya juga di kampung, banyak siswa yang jarang bawa uang jajan banyak. Bahkan ada juga yang tidak diberi uang jajan sama sekali,” ungkapnya.
Ia menilai program MBG menjadi solusi efektif dalam membantu pemenuhan gizi siswa dari keluarga kurang mampu. Selain membantu ekonomi orang tua, program tersebut juga mendukung konsentrasi belajar siswa karena kebutuhan nutrisi harian lebih terjamin.
Meski demikian, Mulyati berharap pihak pelaksana program, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan para penyedia makanan, dapat bekerja secara profesional dalam menyajikan menu yang sesuai standar gizi.
“Awal-awal memang menu makanannya sedikit kurang sesuai. Tapi sekarang sudah mulai membaik. Saya harap kualitasnya terus ditingkatkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kualitas sajian harus benar-benar memenuhi unsur gizi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Apabila terdapat penyedia atau suplier besar yang tidak menjaga standar kualitas, maka perlu diberikan sanksi tegas, termasuk kemungkinan suspend.
“Kualitas sajian harus dijaga. Kalau tidak sesuai aturan yang sudah ditentukan, tentu harus ada sanksi,” tegasnya.
Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar konsisten dalam menjaga kualitas dan pemerataan manfaat, khususnya bagi siswa di wilayah pedesaan seperti Kabupaten Lebak. (Cecep)