Lensa Fokus | Media online dan Cetak Banten dan Nasional Hari ini

Banten

Warga Baduy, Tolak Dana Bantuan Sosial Tunai Penanganan Covid-19

RANGKASBITUNG, Lensa Fokus.id:— Pemerintah Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menolak Bantuan Langsung Tunai (BST)  penanganan terdampak virus covid-19  dari pemerintah pusat maupun daerah, dan meminta agar bantuan tersebut diberikan kepada warga lainya.

Pemerintah Desa Kanekes yang disetujui oleh lembaga adat Baduy, menolak bantuan tersebut, karena dinilai  akan menimbulkan masalah. Jumlah  warga yang menerima BST  sebanyak 21 orang (KPM)  dari jumlah penduduk di Desa Kanekes  sekitar 11.500 jiwa  lebih yang tersebar di 35 perkampungan.

Lamu bantuan ti pamarentah di tarima, bakal nimbulkeun masalah.  Sabab, ngan saeutik nu narima dibandingkeun jeung rahayat nu aya, jeung hese nanggungjawabna ( kalau bantuan tersebut di terima,  akan menimbulkan masalah,   yang menerima jumlahnya sedikit,  dan tidak sanggup mempertanggungjawabkannya”, kata Saija Kepala Desa Kanekes, dalam di alek sunda khas Baduy, Rabu (27/5/2020).

Menurut Kades Kanekes atau  Jaro Saija,  jumlah  masyarakat Desa Kanekes  sebanyak 11.650 jiwa, sementara bantuan dari pemerintah pusat  melalui Kementerian Sosial sebanyak 21 (dua puluh satu) keluarga penerima manfaat (KPM).   Bantuan tersebut diserahkan oleh petugas sebelum lebaran,  hari   Jumat (22/5) yang lalu.

Dijelaskan, Jaro Sadi, masyarakay Baduy  sejak  dahulu hingga kini tetap  patuh dan taat untuk  memegang adat  leluhur.  Hidup harus bersahaja, rukun dan saling membantu, namun tidak meminta minta.

Lamun aya salah sahiji  masyarakat di bere bantuan,  nu lain teu narima,  kami mah moal bisa ngahakan, sabab teu adil. Urang Kanekes moal kalaparan,  kami mah loba keneh pare di leuit. Jeung kami teu pernah  menta bantuan (kalau ada tetangga yang diberikan bantuan,  sementara yang lain tidak menerima,  maka  yang menerima tidak kuasa untuk makannya, sebab tidak adil.  Warga Kanekes tidak akan kelaparan, karena masih banyak persediaan padi  di lumbung.  Kami pun tidak pernah  meminta bantuan tersebut,”kata Jaro Sadi.

Sementara, petugas Tenaga Kerjasa Sosial Kecamatan (TKSK), Uju, yang dihubungi melalui ponsel,  Rabu  (27/5), membenarkan Pemerintrah Desa Kanekes  dan tokoh adat  Kanekes (Baduy),  menolak Bantuan Sosial Tunai (BST) dari   Kementrian Sosial  sebagaimana di atur dalam Perpres Nomor 63/2020 tentang Bantuan Sosial Secara Non Tunai.

Menurut  Uju, sebelum menolak bantuan tersebut, warga Baduy mengadakan musyawarah adat. Mereka terdiri dari; Kepala Desa Kanekes, tokoh adat,  RT dan RW, yang hasilnya memutukan;  menolak bantuan BST dan meminta  untuk  diberikan kepada warga yang lainya.

Kepala Dinas Sosial  Kabupaten Lebak, H. Eka Darma Putra, Spd.MM, saat dihubungi melalui ponsel, membenarkan adanya penolakan BST dari warga Baduy.  Mereka masih memegang teguh adat leluhur.  Itu sudah hak mereka, sesuai dengan adat istiadatnya yang mereka junjung tinggi.

“Penolakan  adanya bantuan sosial tunai (BST) dituangkan dalam surat pernyataan dari Kepala Desa Kanekes, yang sebelumnya dilakukan  musyawarah  dengan para tokoh adat”, kata  Eka  Darma.—(dimas/em)

-::-Ter Viral-::-


To Top
WhatsApp chat