TANGERANG, lensafokus.id – Pengguna jalan dan warga Kampung Jengkol RT 008/005, Desa Cisoka, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah liar di pinggir jalan utama desa. Selain merusak pemandangan, sampah tersebut juga mengeluarkan bau busuk menyengat yang mengganggu kenyamanan, terutama saat cuaca panas maupun setelah hujan.
Tumpukan sampah yang didominasi plastik dan limbah rumah tangga itu terus bertambah dari waktu ke waktu. Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan sampah ilegal tersebut. Ironisnya, lokasi itu berada di jalur penghubung menuju destinasi wisata Danau Biru, sehingga menimbulkan kesan kumuh bagi para wisatawan yang melintas.
Ujang, pemilik lahan di lokasi tersebut, mengaku sangat dirugikan. Ia menyebutkan, sampah yang menumpuk kerap menyumbat saluran air hingga menyebabkan rumahnya terendam banjir saat hujan turun. Meski pembersihan rutin telah dilakukan setiap bulan bersama pihak RT dan Jaro, pelaku pembuangan sampah masih belum teridentifikasi.
“Pembersihan sudah dilakukan setiap bulan bersama Pak RT dan Jaro, tapi tidak tahu siapa yang buang. Kalau hujan, sampah menyumbat selokan, airnya meluap dan membanjiri rumah saya,” ujar Ujang kepada wartawan.
Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan warga, mulai dari pemasangan spanduk larangan hingga pembangunan pagar pembatas. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Spanduk sering roboh, sementara pagar pembatas rusak akibat terus bertambahnya volume sampah.
Minimnya penerangan di lokasi juga menjadi salah satu faktor maraknya pembuangan sampah ilegal. Istri Ujang, Yayah, menjelaskan bahwa kondisi jalan yang gelap karena tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) menyulitkan warga untuk memantau aktivitas pembuangan sampah.
“Karena gelap, sulit memantau siapa yang buang. Mau pasang CCTV juga tidak bisa karena tidak ada cahaya. Diduga mereka membuang sampah antara tengah malam hingga pagi hari,” ungkap Yayah.
Tak hanya itu, kondisi minim penerangan juga memicu kerawanan kriminalitas. Yayah mengungkapkan, pernah terjadi dugaan pelecehan terhadap seorang karyawan pabrik yang melintas di lokasi tersebut pada malam hari.
“Dulu sempat ada karyawan pabrik teriak minta tolong karena dilecehkan. Memang posisinya gelap sekali karena tidak ada PJU. Kami sangat berharap dinas terkait segera mengangkut sampah ini dan memberikan penerangan jalan agar lingkungan kami aman dan bersih,” tambahnya.
Warga pun mendesak pemerintah desa dan dinas kebersihan setempat untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka berharap dilakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh, pemberian sanksi bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan guna menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. (Mala)