Lensa Fokus | Media online dan Cetak Banten dan Nasional Hari ini

Tangerang

Pemkab Tangerang Kirim Surat Penutupan 14 Hari ke PT PEMI Balaraja Ada Karyawan Terpapar Covid-19

Tangerang, lensafokis.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi akan menyampaikan surat penutupan sementara selama 14 hari kepada PT. Eds Manufacturing Indonesia (PT PEMI) Balaraja Tangerang terkait dua karyawan meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Hari ini kita akan menyampaikan surat perihal penutupan sementara selama 14 hari kepada PT PEMI Balaraja terkait ada 2 orang karyawanya meninggal Covid-19,” kata Hery Heryanto kepada tim humas gugus tugas Covid-19 Kabuparen Tangerang

Hery Heryanto yang menjabat Asisten Daerah Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Tangerang ini melanjutkan dalam hal ditemukan adanya karyawan di tempat kerja yang menjadi pasien dalam pengawasan aktifitas kerja harus di hentikan sementara paling sedikit 14 hari kerja.

“Penghentian sementara selama 14 hari kerja merupakan amanat pasal 13 Peraturan Bupati Tangerang Nomor 20 tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam percepatan penanganan corona virus disease 2019 (covid-19),” ucapnya

Selain itu, pasal 13 ayat c poin 9 juga menegaskan petugas medis dan satuan Pengaman melakukan evaluasi dan penyemprotan disinfektan pada seluruh tempat fasilitas dan peralatan tempat kerja

Penghentian sementara dilakukan hingga proses evakuasi dan penyemprotan disinfektan secara pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi tenaga kerja yang pernah melakukan kontak fisik dengan tenaga kerja yang terpapar Covid-19

“Tim gugus tugas Covid-19 baik dari Badan Penanggulan Bencana Daerah dan Dinas Kesehatan akan melakukan penyemprotan disinfektan dan pengecekan kesehatan di PT PEMI Balaraja,” kata Hery yang pernah menjabat Camat Pondok Aren tahun 2003

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Desiriana Dinardianti MARS menambahkan karyawan PT PEMI Balaraja yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, kasus pertama yang meninggal dunia di PT PEMI berinisial HO, alamat Desa Cisereh Tigaraksa bagian produksi LH.

Pada tanggal 16 April, tidak masuk kerja keluhan sakit, Tanggal 17 April 2020, masuk kerja tetapi pada jam 20.30 Wib ijin pulang keluhan sesak nafas, hasil check suhu di klinik perusahaan, 36.6°.

Tanggal 18 April ( sabtu ), HO berziarah ke kampung ilat Balaraja. Jam 11.00 Wib pulang ke Cisereh dan pada jam 12.30 Wib sesak nafas dan pingsan dirumah,

oleh keluarga dibawa ke klinik ilanur, di diagnosa jantung. dan dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang dilakukan scan thorqx dan rapid test, dengan hasil reaktif. kemudian dirujuk ke RSUD Banten, Tanggal 20 April, saudara HO meninggal dunia.

“Dilakukan rapid test keluarga, istri dan anak2nya dinyatakan negatif. PT PEMI melakukan rapid test kepada teman2-teman HO didapat hasil 2 reaktif. atas nama berinisial P ( Balaraja ) dan inisial R ( Tigaraksa ).sudah dilakukan swab test, hasil belum keluar.

Dilanjukan ke kasus kedua atas bernisial S: alamat : villa balaraja bagian : QA, pada tanggal 23 April 2020 berobat ke klinik Obbini, keluhan mual, lemes dan sesak, kalu dirujuk rawat inap tanggal 24 April yang bersangkutan sesaknya terlihat berat. kemudian dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang, dilakukan rapid test, hasilnya reaktif.

Karena sesaknya yang bersangkutan di masukkan ke IGD, tanggal 25 April jam 05.00 Wib yang bersangkutan meninggal. belum dilakukan swab test, pemakaman melalui prosedur covid-19.

“Langkah selanjutnya tim medis akan melakukan penutupan selama 14 hari, sesuai Perbub Tangerang Nomor 20 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB percepatan penanganan covid-19,” kata nya. (Humas/Agie R)

-::-Ter Viral-::-


To Top
WhatsApp chat