Print this page

Miris TPA Jati Waringin Terbakar, Diduga Tak Sesuai Pengelolaan

Tangerang, lensafokus.id – Terjadi kebakaran disetiap sisi tumpukan sampah yang terpantau hampir kurang krbih 15 hektar titik api di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Jati Waringin dan dampaknya 154 warga Desa Gintung Kecamatan Mauk mengalami infeksi pernapasan (Ispa) Rabu, 01/07/2026.

Diduga kebakaran tersebut faktor kesengajaan dibakar untuk mengurangi penumpukan sampah yang kian hari semakin menumpuk dan proses pengelolahannyapun dianggap tidak maksimal dibandingkan volume sampah yang setiap barang mobil truk sampah masuk ke TPA sampai tidak terhitung antriannya, asumsi dugaan ini diperkuat pada saat pernah terjadi hal yang sama di tgl 7 Spril 2022 dan 13 september 2023.

Salah satu warga yang tidak jauh tinggal di TPA Jati Waringin kepada awak Media menyampaikan,” dari kemarin sampai hari ini kobaran api tidak juga dapat ditanggulangi untuk dipadamkan malah semakin melebar.

” Kepulan asapnya buat sesak pak’ blom lagi panas yang ditimbulkan.” ucap KR.
Sementara petugas Damkar merasa kewalahan bahkan menyampaikan sudah berkordinasi dengan Bads Nasional Penanggulang Bencana ( BNPB ) untuk diminta bantuannya mengatasi pemadaman kobaran api lewat udara.” ucap petugas.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, luas area yang terbakar terus bertambah akibat kondisi cuaca panas dan embusan angin yang cukup kencang sehingga mempercepat penyebaran api.

“Hingga saat ini Tim masih berusaha memadamkan kobaran api yang saat ini sudah melebar ke luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare,” ujar Suharyanto.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT yang masing-masing mampu membawa hingga 4.000 liter air.

Pemadaman melalui jalur udara dinilai lebih efektif karena sebagian titik api berada di timbunan sampah yang sulit dijangkau petugas dari darat.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto.

Informasi yang di dapat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran  TPA Jatiwaringin.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan merupakan balita, ibu hamil, serta kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

“Tadi kebetulan ada satu kasus tadi ada ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit karena selain hamil, ada gangguan pernapasan, jadi kita rujuk ke rumah sakit,” ujar Hendra di lokasi.

Untuk menangani warga terdampak, Dinkes telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 25 tenaga medis juga diterjunkan dan disiagakan selama 25 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk warga yang mengungsi.

“Di lapangan itu ada lebih kurang 25 personel, dan itu akan bergantian nanti jaga malam pun kalau ada yang kebetulan ada masyarakat yang mengungsi,” jelas Hendra. (Mala)

Rate this item
(0 votes)