Print this page

Jalan Licin dan Rawan Kecelakaan, Aktivitas Galian Tanah Merah di Pamijahan Dikeluhkan Warga

Lebak, lensafokus.id – Pengendara yang melintas di jalur Cibungur Sebagi, tepatnya di Kampung Pamijahan, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, aktivitas galian tanah merah di lokasi tersebut membuat kondisi jalan berubah menjadi licin dan rawan kecelakaan, terutama saat hujan turun, Rabu (22/04/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan galian tanah merah telah berlangsung beberapa hari terakhir dengan melibatkan alat berat serta puluhan truk besar berkapasitas indeks 22. Aktivitas keluar-masuk truk yang kerap mengantre di bahu jalan menyebabkan penyempitan badan jalan dan memicu kemacetan lalu lintas.

Selain itu, material tanah merah yang terbawa ke badan jalan membuat permukaan jalan menjadi kotor dan licin. Kondisi ini semakin berbahaya ketika diguyur hujan, karena meningkatkan risiko kendaraan tergelincir, baik bagi pengguna roda dua maupun roda empat.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa awalnya aktivitas tersebut disebut sebagai pemerataan lahan untuk pembangunan pesantren. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, tanah hasil galian diduga justru diperjualbelikan ke wilayah Kolelet dan Cikande.

“Awalnya disampaikan untuk pemerataan lahan rencana pembangunan pesantren, tapi setelah dicek dan ditanyakan ke petugas, ternyata tanah merahnya dijual ke luar wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasir Tanjung, Suryana, belum memberikan keterangan resmi terkait perizinan lingkungan dari aktivitas tersebut. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan tidak berada di tempat hingga berita ini diturunkan. (Cecep)

Rate this item
(0 votes)