Lensa Fokus | Media online dan Cetak Banten dan Nasional Hari ini

Pariwisata

Obyek Wisata Balong Ranca Indah,  Sedang Bersolek dengan Tarian Floating Air Mancur

Lebak, Lensa Fokus: –Kota Rangkasbitung, di Kabupaten Lebak, Banten, kini terus berbenah diri untuk menjadikan sebuah  “kota kecil” yang indah.

Kota bekas kediaman, Eduard Douwes Dekker,  Assisten Residen di zaman kolonial Belanda yang  dengan menggunakan samaran  “Multatuli” (aku yang menderita) menulis  buku  Max Havelaar, ini  nampak di setiap sudut terus kotanya di tata.

Di Kota Rangkasbitung,  sekarang ini  tidak saja terlihat indah dengan megahnya Museum Multatuli dan ramainya alun-alun bagi para penikmat olahraga atau sekedar duduk santai di teras yang tersedia.  Tak jauh  dari tempat ini,  juga ada tempat menarik lainnya,  yaitu  wisata kuliner  di Balong Ranca Indah.

Di Balong   Ranca Indah,  yang  berbentuk seperti bendungan  itu,  kini airnya bersih. Tidak ada sampah.  Selain itu,  ada  pemandangan yang sedikit berbeda, suasana malam di sekitaran Balong Ranca Lentah menjadi lebih eksotis.   Ada  pemandangan kombinasi air mancur dengan gerakan lampu menambah suasana malam itu menjadi lebih indah.

Masyarakat Kota Rangkasbitung dan sekitarnya begitu antusias mengunjungi Balong Ranca Indah di malam hari, hanya untuk melihat air mancur yang dipadukan dengan sorotan lampu warna-warni. Instagramable, begitulah sebutan bagi para kawula muda untuk suatu tempat atau daerah yang bisa dijadikan moment foto yang memiliki background eksotis, unik dan berbeda.

Sekertaris Umum Bank BJB Cabang Rangkasbitung, Rizal, saat dihubungi  wartawan Lensa Fokus, mengatakan bahwa kegiatan penataan Balong Ranca Lentah ini merupakan rangkaian CSR yang dilakukan oleh pihak BJB Rangkasbitung, berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten  Lebak.

“Pembangunan penataan dengan diaroma  air mancur,  dalam rangka mendukung program Bupati Lebak,  Hj. Iti Octavia Jayabaya,  dimana sektor wisata menjadi prioritas pemerintahan Kabupaten Lebak.  Namun,untuk saat sekarang,  diaroma air mancur hanya dinyalakan pada malam libur saja,” kata  Rizal  di Rangkasbitung,  Rabu (29/01).

Keterangan  yang diperoleh, bahwa pembangunan penataan obyek wisata Balong Ranca Indah, menghabiskan biaya sekitar Rp 754 juta.

Sementara,  Plt. Kadis Pariwisata  Kabupaten Lebak, Ir.Imam Rismahayadin, melalui Kasie Pengembangan Usaha  Ekonomi Kreatif, Farid  Surawan, mengatakan,  penataan  Balong Ranca Indah, adalah salah satu dari rangkaian program Pemkab Lebak untuk menarik  wisatawan lokal maupun nusantara  untuk datang ke  Kabupaten Lebak.

“Dengan revitalisasi di sekitaran Balong Ranca Indah, yang dulunya hanya digunakan memancing bagi para penghobi memancing, juga akan mendorong gairah roda ekonomi para pelaku cafe ataupun kuliner di sekitaran Balong Ranca Indah, yang sudah semakin tertata dengan baik.  Yang terpenting pengunjung dan semua pihak harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar  obyek wisata ini.  Jangan buang sampah di sembarang tempat”, jelas  kang Farid.

Seorang pengunjung asal Serang, Santi mengaku mendapat kabar dari rekannya bahwa di Rangkasbitung ada air mancur menari. Hal tersebut membuat dirinya penasaran.  “Saya dapat kabar melalui media social. Saya bawa keluarga untuk melihat secara langsung air mancur menari sambil menikmati kuliner yang ada di seputaran lokasi,” kata Santi.–-( dimas/em)

-::-Ter Viral-::-