Lensa Fokus | Media online dan Cetak Banten dan Nasional Hari ini

Banten

Keterbatasan Biaya; 2 Siswa  SMA  Malingping, Delegasi Indonesia di ISEFF, USA,  Terancam Gagal.

Lebak, Lensa Fokus:– Empat siswa   SMAN I Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, juara  lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR)  di  Indonesa Science Expo (ISE)  ke-51 Tahun2019 di Jakarta, dan  rencananya menjadi  delegasi Indonesia  pada ajang International Science and Engineering Fair (ISEFF) di Anaheim Convention Center, Anaheim, California – Amerika Serikat, pada tanggal 10 – 15 Mei 2020  mendatang  terancam gagal, sehubungan keterbatasan biaya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Juned,  M.Pd, MM, mengatakan,  bahwa ke -4  siswa binaannya itu telah berhasil menjadi juara pada ajang lomba KIR ke-51 di Jakarta. Dalam mengiktui lomba Karya Imiah Remaja (KIR) sifatnya mandiri.

Namun, begitu pihak sekolah terus berupaya mendorong para anak didik yang memiliki ide dan inovasi menghasilkan sesuatu karya yang bermanfaat untuk masyarakat.  “Alhamdulillah siswa binanan kami berhasil menjadi juara dan meraih berbagai penghargaan”, jelasnya, Jumat (14/2).

Dua karya ilmiah yakni;  Pelet limbah sagu (Metroxylon sagu) termodifikasi: aplikasi pakan buatan pada usaha pembesaran ikan lele dumbo (clarias sp) dan Pemanfaatan Limbah Media Tanam (Baglog) Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) untuk Komposit Berbasis Miselium Jamur Lingzhi (Genoderma lucidium), berhasil menjadi Juara 1 dan 3.

Ke dua  siswa  SMAN I Malingping,  Putri Uswatun Hasanah, Widya Ardiatul Aini, akan menjadi  delegasi Indonesia untuk tampil di ajang  International Science and Engineering Fair (ISEFF) di Anaheim Convention Center, Anaheim, California – Amerika Serikat, pada tanggal 10 – 15 Mei 2020.  Namun  untuk bisa kesana dan persiapan penelitan lainya, diperlukan biaya sekitar Rp 150 jutaan.  Sedangkan, untuk tim  Khalfi Prayogi dan Muhamad Rizki Hadi Pratama,  berhasil menjadi juara 3 tingkat nasional.

“Kami belum memungkinkan untuk membiayai ke empat siswa dengan dana itu. Kami telah melakukan “rereongan” dari para siswa di internal SMAN I Malingping, tapi baru terkumpul uang kurang lebih Rp 3 jutaan. Masih jauh untuk bisa menutupi  biaya  yang dibutuhkan.” Kata Juned  Bersama 4 siswa binaanya kepada Lensa Fokus, Jumat (14/2).

Menurut  Juned,  pihaknya sudah mendatangi ke Dinas Provinsi Banten,  meminta bantuan dan dukungan anggaran. Namun belum ada jawaban dan respon  sesuai yang diharapkan para siswa. Belum ada respon. Padahal  ini merupakan kesempatan yang terbaik untuk membawa nama Provinsi  Banten  dan Indonesia, di mata dunia,  dengan potensi anak bangsa yang memiliki prestasi sebuah karya yang bermanfaat buat masyarakat.

Dikatakan Juned, tidak menutup kemungkinan siswa di SMA lain pun baik di Malingping, Panggarangan, Bayah atau  juga di daerah lain  banyak memiliki siswa atau remaja berprestasi dalam penemuan karya ilmiah bidang tertentu, namun persoalannya dihadapkan kepada satu kendala yaitu,  biaya yang  belum  ada di pos anggaran sekolah.

Menurut Juned, pihaknya pernah juga mendatangi Pemerintah Kabupaten Lebak dan di terima Wakil Bupati  Lebak, H, Ade Sumardi, SE.  “Pak Wakil Bupati  H. Ade, sangat mengapresiasi siswa yang berprestasi  dan akan ikut memberikan bantuan  agar bisa ikut di International Science and Engineering Fair (ISEFF) di Anaheim Convention Center, Anaheim, California – Amerika Serikat, pada tanggal 10 – 15 Mei 2020.  Tapi,  besaranya  yang mau di bantu belum ada nominal.” Jelas Juned lagi.

Juned berharap,  Pemerintan Kabujpaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, kalangan pengusaha di Banten dan masyarakat  Banten,  yang peduli dengan kemajuan anak bangsa, untuk bisa  membantunya,  sehingga  ke dua siswanya bisa ikut dalam lomba karya ilmiah di tingkat internasomal tersebut.—(dimas/em)

-::-Ter Viral-::-