Lensa Fokus | Media online dan Cetak Banten dan Nasional Hari ini

Banten

Helldy Agustian; Bakal Calon Walikota Cilegon

Kota Cilegon, di Provinsi Banten, harus berubah menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera bagi masyarakatnya. Untuk menuju kearah perubahan itu, diperlukan sebuah keberanian dan ketulusan hati dari seorang pemimpinnya. Beranjak dari niat dan  ketulusan hati itulah, Helldy Agustian, bertekad  maju dan memenangkan  Pilwalkot Cilegon periode  2021-2026 yang akan di gelar pada tahun 2020 ini.

“Insya Allah, saya sangat siap untuk mempimpin kota Cilegon dan membawa kota ini arah perubahan yang terbaik bagi daerah dan masyarakatnya. Saya lahir dan dibesarkan di Cilegon dan saya tahu apa yang harus dilakukan untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat  Cilegon”, papar Helldy,  saat berbincang dengan Lensa Fokus, Selasa  (18/2).

Kota Cilegon, dengan penduduk 406.974 jiwa  yang tersebar di 43 Kelurahan pada 8 Kecamatan,   tak seharusnya masih  ada yang hidup miskin. Bahkan  mencari pekerjaan pun susah, padahal di kota ini ada lebih dari 400 pabrik/industri. Ironisnya, sekitar lima  persen dari jumlah penduduknya masih ada yang buta aksara.

”Saya terus terang sedih.  Masih ada rakyat Cilegon yang masih  buta aksara. Padahal Cilegon  di kenal sebagai daerah petro dollar di  Banten, bahkan  UMK-nya  tertinggi di Provinsi Banten.  Lalu, UMK itu  siapa yang menikmati?”, kata  Helldy.

Masyarakat  Kota Cilegon, memang, sangat mengenal sosok  pria kelahiran 50 tahun yang silam ini.  Selain aktif  di berbagai kegiatan kemasyarakatan,  Heldy, merupakan pemimpin Yayasan Suara Hati Kita (YSHK).  Yayasan yang bergerak di bidang sosial ini didirikan pada hari Kamis 15 Mei 2013.

Sikap kerja  keras, peduli dan  selalu berusaha menjadi  orang  yang bermanfaat  bagi orang lain ini,  mengalir dari darah  kakeknya, KH.Mas Arsyad Thawil, seorang tokoh pejuang  yang dikenal dengan perlawanan “Geger Cilegon” pada tahun 1888.

Dalam buku Sartono Kartodirjo ”Pemberontakan Petani Banten 1888” masyarkat Cilegon pasti tidak akan lupa dengan perlawanan pejuang,  Kiai Haji Mas  Arsyad Thawil, yang seperjuangan dengan Kiai Haji Wasid dalam mengusir penjajah Belanda. Namanya tenggelam setelah Belanda mengasingkan kedua tokoh ini  ke Manado Sulawesi Utara,  hingga akhir hayatnya. Namun nafas perjuangan tidak pudar dan padam di telan waktu.

Tampaknya gairah perjuangan ini mengalir dalam darah Helldy Agustian. Sosok tokoh kelahiran Cilegon 31 Agustus 1970 ini, memiliki jiwa sosial yang tinggi, yakni dibuktikan dengan berdirinya Yayasan Suara Hati Kita (YSHK) pada hari Kamis 15 Mei 2013. Perjuangan warisan Kiai Arsyad Thawil di era modern ini diteruskan oleh Helldy dalam bidang sosial.

Menurut  ayah dari tiga anak ini, landasan didirikan yayasan sosial tersebut;  karena mengurus jenazah hukumnya fardhu kifayah.  Kita ingin dengan kemampuan kita dapat lebih peduli dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Jauh sebelum Yayasan Suara Hati Kita berdiri, tahun 2006 sudah berdiri yayasan serupa dengan nama Helldy Peduli, untuk membantu masyarakat Pagelaran yang terkena bencana banjir. Ini lah yang menjadi cikal bakal berdirinya YSHK.

Masyarakat Cilegon dan sekitarnya tidak perlu lagi khawatir dengan biaya tinggi penyewaan ambulan dan mobil jenazah. Sebab, Yayasan Suara Hati Kita menyediakan layanan itu secara gratis alias bebas biaya. Layanan ambulance dan mobil jenazah itu sangat terbuka untuk siapapun yang ingin memanfaatkan layanan penggunaan mobil tersebut. Selama warga membutuhkan, Yayasan Suara Hati Kita siap membantu selama 24 jam.

Helldy menjelaskan, pihaknya tengah meningkatkan fasilitas yang ada di Yayasan Suara Hati Kita seperti penambahan tim medis serta alat-alat ke dokteran. Sehingga, pelayanan lebih maksimal dan lebih banyak orang yang bisa dibantu. –(dimas/em)

-::-Ter Viral-::-