Print this page

DPC KWRI Kabupaten Tangerang Gelar Dialog Interaktif Hadapi Era Post-Truth dan Bahaya Hoaks

TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar dialog interaktif bertema “Menghadapi Era Post-Truth Melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks” pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi di era modern.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Visi Nusantara Subandi Musibah, akademisi Yasri Pratama dan Yulitha Widha Pratama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tangerang, serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Aldiansyah mengatakan, tantangan era post-truth dan maraknya hoaks harus dihadapi dengan langkah nyata melalui penguatan literasi publik.

Menurutnya, upaya tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Era post-truth dan bahaya hoaks harus dihadapi bersama. Kami berharap langkah ini dapat membawa Kabupaten Tangerang semakin gemilang dan menjadi salah satu pelopor menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menegaskan, program edukasi yang digagas KWRI Kabupaten Tangerang tidak akan berhenti sampai di kegiatan tersebut saja. Ke depan, KWRI akan melanjutkan berbagai program berkelanjutan seperti KWRI Goes to Campus dan KWRI Goes to School.

Program tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa agar semakin melek terhadap keterbukaan informasi publik serta mampu memahami pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi.

“Kami menyadari setiap sekolah dan kampus sudah memiliki insan persnya masing-masing. Kehadiran mereka sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi yang benar dan edukatif,” katanya.

Muhammad Aldiansyah juga berharap KWRI dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara luas.

IMG20260519121223

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPC KWRI Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya dialog interaktif tersebut.

Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

“Kondisi saat ini menghadirkan tantangan besar berupa era post-truth, ketika opini, emosi, dan persepsi sering kali lebih mudah dipercaya dibandingkan fakta sebenarnya,” ujar Intan.

Ia menjelaskan, informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat viral dan memengaruhi cara pandang masyarakat hingga menimbulkan keresahan maupun perpecahan sosial.

Bahkan, ia juga menyoroti maraknya video yang dipotong-potong sehingga tidak menampilkan informasi secara utuh dan berpotensi menggiring opini publik.

Dalam kesempatan tersebut, Intan menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya Gen Z di Kabupaten Tangerang yang dinilai memiliki potensi luar biasa.

“Generasi muda kita kreatif, cepat belajar, adaptif, dan inovatif. Namun potensi itu harus dibarengi dengan karakter kuat dan kemampuan literasi yang baik,” katanya.

Ia menambahkan, literasi digital bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta bijak menggunakan media digital.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi, tidak mudah percaya hoaks, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber kebenarannya.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, seperti belajar, berkarya, berinovasi, membangun jejaring, dan menyebarkan optimisme,” pesannya.

Intan juga menegaskan, organisasi wartawan seperti KWRI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik dan penguat literasi masyarakat.

Ia menilai, menghadapi era post-truth tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh sinergi antara media, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” tandasnya. (Asp)

Rate this item
(0 votes)