Lensa Fokus | Media online dan Cetak Banten dan Nasional Hari ini

Banten

2 Siswa SMAN Malingping, Menjadi Delegasi Indonesia di International ISEFF, California – USA

Lebak, Lensafokus; — Berawal dari kepedulian,  Putri Uswatun Hasanah dan Widya Ardiatul Aini,  melihat kondisi sungai  Cilangkahan, di dekat rumahnya di yang tercemar limbah pabrik pengolahan sagu. Air sungai ini,  selain bau dan kotor  juga debitnya semakin mengecil, sehingga sangat dikeluhankan masyarakat. Keadaan itulah, yang kemudian menghasilkan ide yang sangat brilliant  siswa SMA Malingping, Kabupaten Lebak, Banten Selatan, ini  untuk mengolah limbah sagu untuk pakan makanan ternak ikan lele.

 “Ikan lele  sangat  rakus dalam hal makan dan sering  menjadi masalah  bagi para pembudidaya ikan jenis ini, karena  cost  pemeliharaan menjadi besar.  Karakteristik ikan ini sangat unik dimana bisa bertahan dikondisi air yang sangat kurang karena memilik insang tambahan, namun apabila pakan yang diberikan kurang, sifat kanibalisme pun akan muncul dan peluang keberhasilan ikan lele yang tumbuh dewasa dan siap panen akan berkurang, akibatnya pembudidaya pun merugi”, jelas Putri Uswatun,  kepada Lensa Fokus, di SMA Malingping, Jumat (14/02).

Menurut  Putri, di daerah  Pagelaran, Malingping, banyak penduduk yang beternak ikan lele.  Maka,  Ide itu pun segera  direalisasikan,  mengolah  limbah sagu sebagai  alternatif pakan ikan lele.  Ekeperimen  melalui  metode empiris, segera dilaksanakan.  Hasilnya, sungguh memuaskan.  Ikan lele sangat lahap memakan pakan olahan limbah sagu.

“Ikan lele sangat menyukai pakan olahan limbah sagu ini. Setelah beberapa minggu makan pakan olahan sagu, ikan lele menjadi gemuk. Dan peternak  ikan lele pun mendukung dan mau menggunakan pakan olahan limbah sagu ini”, jelas  Putri.

Masih dalam konteks pengolahan limbah, Khalfi Prayogi  dan  Muhamad Rizki Hadi Pratama pun memiliki ide yang tak kalah brilian. Kedua siswa di  SMA  Malingping,  membuat ekeperimen dengan ide pemanfaatan limbah media tanam (Baglog) Jamur Tiram, sebagai bahan bahan baku untuk industri furniture.

Baca juga berita:  Keterbatasan Biaya; 2 Siswa  SMA  Malingping, Delegasi Indonesia di ISEFF, USA,  Terancam Gagal

“Saya sering mendengar keluhan dari masyarakat Kandang Sapi, Malingping, bahwa pengolahan limbah baglog (media tanam) jamur selalu dibakar oleh pihak pengusaha dan asapnya hitam membuat kondisi udara kotor dan tidak sehat untuk dihirup, saya harus berbuat sesuatu.” jelas Khalfi.

Ide  cemerlang yang dari  ke empat siswa siswi  SMAN 1 Malingping, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten,  ini akhirnya disampaikan kepada Kepala Sekolah.  Bak sebuah pribahasa, gayung bersambut kata berjawab, ternyata sekolah sangat mengapresiasi.

Kemudian,  ide itu pengolahan limbah tersebut di bahas di sekretariat  Karya Ilmiah Remaha (KIR)  SMAN I Malingping. Di ruangan berukuran  7 x 3 meter  yang dipimpin  Khalfi Prayogi dan di damping  para dewan guru.  Ruangan KIR itu diberi nama Logos, yang memiliki arti menghitung, menjelaskan dan sebagai bentuk manifestasi Penciptaan Tuhan, inilah yang menjadi spirit mereka dalam berinovasi dan improvisasi.

Pihak sekolah SMAN I Malingping, kemudian  mengirimkan ke empat siswanya untuk ikut dalam ajang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke – 51 Indonesa Science Expo (ISE) 2019, di Jakarta. Dua judul karya ilmiah yakni;  Pelet limbah sagu (Metroxylon sagu) termodifikasi: aplikasi pakan buatan pada usaha pembesaran ikan lele dumbo (clarias sp) dan Pemanfaatan Limbah Media Tanam (Baglog) Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) untuk Komposit Berbasis Miselium Jamur Lingzhi (Genoderma lucidium), dan berhasil menjadi juara 1 dsan 3  dan menerima hadiah dan piala.

Pemenang 1 LKIR 2019 Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) dengan judul “Pelet Limbah Sagu (Metroxylon sagu) Termodifikasi: Aplikasi Pakan Buatan Pada Usaha Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias sp.)” mendapatkan Piala Emas, Piagam Penghargaan, Tabungan BRI Britama  Rp. 13.000.000. Hadiah lain yang diterima, beasiswa kursus Bahasa Jerman / Prancis dari Euro Management   Rp. 19.900.000.

Kemudian, tim kedua Khalfi Prayogi dan Muhamad Rizki Hadi Pratama,  sebagai pemenang 3 LKIR 2019 Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) juga mendapatkan: Piala Perunggu, Piagam Penghargaan, Tabungan BRI Britama senilai Rp. 8.000.000,-, beasiswa Kursus Bahasa Jerman/Prancis dari Euro Management senilai Rp. 19.900.000.

“Alhamdulillah tim KIR Logos SMAN 1 Malingping, Kabupaten Lebak,  mendapatkan prestasi terbaik dan berpeluang mewakili Indonesia di Internasional, ini berkat tim pembina yang sudah membimbing mereka hingga bisa lolos,” kata Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Juned,  M.Pd, MM.

Menurut  Juned,  ke dua  siswa binaanya, Putri Uswatun Hasanah dan Widya Ardiatul Aini, berhak untuk ikut dalam International Science and Engineering Fair (ISEFF) tingkat Internasional delegasi Indonesia di Anaheim Convention Center, Anaheim, California – Amerika Serikat, yang  akan di gelar. pada tanggal 10 – 15 Mei 2020 mendatang.  Sedangkan, Khalfi Prayogi dan Muhamad Rizki Hadi Pratama,  sebagai juara 3 tingkat nasional. —(dimas)

-::-Ter Viral-::-